Mentor alam

Begitu aku menyebutnya… Mentor Alam.
Karena aku mengenal mereka dalam pelajaran hidup.
Aku mengenal mereka dari buku atau berita.
Aku belajar dari mereka, pengalaman dan prinsip hidup mereka.
Tentu ada yang setuju ada yang tidak. Yang kusetujui akhirnya menjadi pelajaran dalam hidupku. Mereka ada yang ternama tapi ada pula yang kukenal dijalanan atau sekedar ngobrol waktu naik bis lewat sharing.
Begitulah kita belajar hidup dan kehidupan…
Aku belajar, diri kita ditentukan oleh apa yang kita masukkan ke dalam otak kita dan dengan siapa kita bergaul.
Sehingga setiap kita pasti berbeda… Dan itu menjadikan kita unik. So… Syukuri apapun dalam diri kita.

Buku yang paling berpengaruh

The Secret atau Rahasia karya Rondha Bhyrne…. Buku itu yang paling mempengaruhiku sekarang. Kita sadari atau tidak, kita selalu melangkah menuju apa yang kita inginkan, apa yang paling kita pikirkan.
Apa adanya diri kita sekarang, lepas dari suka atau tidak, sadar atau tidak adalah hasil dari apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan di masa lalu kita.
Tidak semua orang membaca buku itu atau setuju dengan buku itu, dan aku nenemukan diriku menjadi sangat berbeda dengan kebanyakan orang, dengan yang belum membaca buku itu tentunya, kadang kita menjadi aneh menurut mereka dan sering tidak sepaham.
Tapi aku menyadari untuk sukses, kita memang harus berani untuk menjadi aneh dan berbeda, begitu mentor sukses membagikan ilmunya.
Aku hobi membaca buku-buku orang sukses, dan akhirnya memiliki mindset seperti mereka.
Meski saat ini aku belum sesukses mereka, tapi aku yakin bisa.
Semua hanyalah masalah waktu, kita terus berproses.
Aku ingin bisa seperti mereka, sejajar dengan mereka.
Keyakinan, impian telah membawaku mendengar nama mereka, mengenal lewat buku dan ajarannya, dan akhirnya sesukses mereka, amin.
Selain The Secret…buku lain yang sangat berpengaruh adalah The Magic of Thinking Big karya David J. Scwartz. Ini buku yang pertama kali kubaca dan aku menjadi gila karenanya. Aku mengenalnya sejak kelas dua SMK, dari meja dirumah teman, aku baca tamat dan kusalin intisarinya dengan tulisan tangan di buku tulis, masih ada sampai sekarang.
Dari buku inilah aku banyak menghela nafas, aku banyak menemukan betapa kecilnya kebiasaanku selama ini. Buku ini menjadi kamusku dalam pelajaran hidupku selanjutnya.
Aku menemukan diriku lebih siap, lebih semangat, lebih tangguh, lebih percaya diri, lebih bahagia dan lebih awet muda.
Tapi aku belum sukes sampai sekarang, aku belum puas, karena aku belum menikmati kebebasan waktu dan kebebasan finansial seperti mentor-mentor ku itu, itulah impianku. Aku ingin mengajar dan membagikan rasa syukurku ke seluruh dunia. Dan aku percaya itu, lepas dari kegagalanku selama ini, entah waktunya kapan, semua pasti datang dan indah pada waktunya. Amin.

IMAN KEPADA TUHAN ALLAH

Semua agama, ajaran, dan buku-buku sukses meyakini tentang hal ini, sebuah kekuatan maha besar, maha kuasa dan maha segala-galanya. Yang mengatur sistem tata surya, mengatur sistem tubuh kita. Yang maha sempurna penciptaan-Nya. Dialah Allah swt.
Aku terlahir di lingkungan keluarga muslim, di sebuah desa. Tetapi aku merasa tak banyak belajar dan lebih banyak memberontak karena ajarannya yang banyak mengekang.
Tetapi Tuhan mengajar kita dengan cara-Nya….
Setelah dua seri buku itu, aku semakin meyakini dan mencintai Islam.
Memang benar kata Robert T Kiyosaki, setiap orang memiliki cara pandangnya sendiri-sendiri, orang kaya dan orang miskin memiliki pandangan berbeda tentang uang, arti sukses juga berbeda bagi tiap orang, Al Qur’an pun memiliki terjemahan yang sama tapi dengan tafsir yang berbeda bagi sebagian golongan. Dan itu semua menjadikan perbedaan dan itulah bagian dari kesempurnaan hukum Tuhan.
Aku memang belum tamat Al Quran dengan bimbingan seorang guru, aku belajar otodidak, sepenggal-sepenggal disana sini dengan mentor alam yang kuyakini, dan ternyata intisari dua buku itu semua ada di dalam Al Quran.
Tetapi sekali lagi, beda kyai beda ustad beda profesi beda pandangannya dan semuanya benar.
Pada akhirnya, kebenaran sejati ada di dalam diri kita masing-masing. Mana yang kita yakini, itu yang kita ambil dan menjadi tuntunan hidup kita. Semuanya benar menurut kita masing-masing, tapi menurut Allah? Hanya Allah swt. Yang Maha Mengetahui.
Jadi sekarang…. lanjutkan….
Lakukan yang terbaik dengan doa dan iman. Amin (6)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s