Tentang MLM

Multi Level Marketing… Begitu kepanjangannya…
Harus kuakui MLM punya pengaruh yang besar dalam perkembangan karakterku.
Aku percaya bahwa hidup adalah sebuah rangkaian perjalanan…
Tiap perjalanan pasti ada hikmahnya… Tak ada yang sia-sia.
Hari ini kita bisa sampai disini…karna kita sudah melalui perjalanan sebelumnya.
Apa adanya diriku sekarang, tak bisa dipungkiri, karena bentukan dari MLM juga.
MLM telah banyak menyumbang nilai-nilai positif dalam diriku.

Jadi kenapa berhenti…?

Robert T Kiyosaki bilang dalam bukunya… Alasan memilih MLM adalah karena pendidikannya, MLM mengajarkan nilai-nilai positif dan mindset bagus dalam bisnis.
Di MLM juga kita mendapatkan komunitas positif, saling membangun semangat dan impian serta dorongan untuk meraih sukses bersama-sama.

Pertama kali berkenalan dengan MLM adalah sebut saja C, waktu itu bahkan sebelum bergabung, aku sudah menghadiri konferensi nasionalnya di gelora bung karno, Jakarta, sekitar 4000 orang hadir, dan acara itu benar-benar membuatku terkesima, panas seperti membakar darahku sampai mendidih. Begitu menakjubkan.
Acara itu seperti memberitahuku, inilah jalan yang kau inginkan, bagaimana orang miskin bisa menjadi kaya….lewat MLM.
Akhirnya, trial and eror, aku memutuskan berhenti karena merasa tak pandai jualan, dan tak mampu membiayai kebutuhan harian.
Lalu kuputuskan merantau ke Hongkong.
Disinilah, kembali aku berkenalan dengan MLM, yang telah banyak mengubah mindsetku. MLM T. Selama hampir 3 tahun, aku belajar di support sistemnya, aku membaca semua buku dan mendengar kaset, mengikuti pertemuan demi pertemuan dan mengkonsumsi produknya.
Sampai akhirnya, aku memutuskan berhenti karena yang kurasakan, besar pasak daripada tiang, entah sistem atau aku nya…. Aku merasa tak mampu, apalagi setelah kurasakan ada permainan ataukah politik bisnis? Mereka menyebut crosslining. Aku bertemu dengan orang-orang puncak, dan membaca biografi mereka, tiba tiba aku merasa ingin berhenti dari lingkungan ini.
Bukan hanya itu, karena kebodohanku, aku telah mengorbankan tanah orangtua untuk membiayai bisnis ini… Aku keluar dari pekerjaan dan dengan PD merasa mampu hidup dari bisnis ini.
Kenangan yang memilukan. 

Sampai di Indonesia, aku dihampiri lagi oleh bisnis yang sama, MLM S. Leader itu adalah mantan pemain di T. Mengatakan bahwa ini lebih cepat dan lebih baik, aku masuk tapi dengan komunitas yang sama…. Penuh permainan dan bahasa yang tidak dari hati ato bahasa MLM.
Bahkan sahabatku membuka stokis, jadi lebih tahu permainannya, tapi kembali, besar pasak daripada tiang, aku berhenti. Dan tidak ingin lagi mengenal MLM….

Ketika masuk Entrepreneur, mentor bilang, lho kenapa bukan bangun bisnis sendiri lalu di MLM kan, napa ngambil dari luar…. Hadehh…. Tambah pusing….

Skeptiss dengan tawaran MLM lagi

MLM E bidang jasa, dikenalin oleh teman-teman yang dulu di HK, dan membuktikan mantan TKW berhasil menyabet mobil, dan ketemu leader….
Aku tak menolak peluang baru, tapi feeling karena pengalaman mengajarkanku peka mana yang bagus dan mana yang munafik.
Dan tak ingin mengulang kesalahan dan kebodohan yang sama.

Btw…. Thanks MLM…. Thanks all my friend, my leader  for our support.
(9)

Tipe-tipe pemain MLM

Dan aku pernah baca buku tentang MLM tapi lupa judul dan penulisnya. Yang menulis tentang tipe-tipe pemain MLM, salah satunya pemain grubyug…kwkwkw itu ma bahasaku sendiri.
Jadi pemain ini masuk perusahaan MLM sampai sukses dapat reward, begitu ada perusahaan lain yang lebih bagus dan menguntungkan, maka dia pindah dan membawa seluruh jaringannya, begitu seterusnya. Dan begitulah yang kurasakan saat aku mengenal bisnis T di HK.
Sebut saja leader TS, dia sukses tapi bisnis T bukan bisnis pertamanya. Leader LT juga, malah sudah sering jatuh bangun di bisnis sebelumnya. Yang mereka ajak juga kawan-kawan lamanya. Ketika saya masuk bisnis S di Indo, pemainnya juga mantan bisnis T juga jaringannya.
Jadi kesimpulannya, jadilah yang pertama….hehehe.
Tapi pernah saya mengenal seseorang yang baru pertama mengenal MLM dan sukses tapi akhirnya keluar juga entah apa alasannya. Dari beliau saya belajar tentang passion, impian dan hasrat yang membara…. Dan membuktikan bahwa bukan perusahaan atau produknya.
Sukses ditentukan oleh diri sendiri dengan ijin Yang Maha Kuasa.(9)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s