Menuntut ilmu

INI DIA! KEUTAMAAN ILMU DAN MENUNTUT ILMU

Ada banyak sekali pembahasan tentangkeutamaan ilmu yang bisa kita temukan di dalam Al-Qur’an, diantaranya firman Allah, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S. al-Mujadilah: 11)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Derajat ulama lebih tinggi tujuh ratus derajat diatas orang beriman, dimana jarak antara satu derajat ke derajat lainnya adalah tujuh ratus tahun.”

Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Q.S. az-Zumar: 9)

Dalam ayat lain disebutkan,“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Q.S. Fathir: 28)

Allah juga berfirman, “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (Q.S. al-Ankabut: 43)

Dalam hadits disebutkan, “Hamba yang paling mulia adalah Mukmin yang berilmu, yang jika ia dibutuhkan ia akan bermanfaat bagi orang lain. Dan jika tidak dibutuhkan ia selalu merasa cukup dengan apa yang diterimanya.”

Beliau juga bersabda, “Manusia yang paling dekat derajatnya dengan para nabi adalah orang yang berilmu dan orang yang berjihad. Adapun orang yang berilmu; 

karena ia selalu menuntun manusia kepada ajaran para rasul. Sementara orang yang berjihad; karena mereka berjihad dengan pedang mereka sejalan dengan jihad yang diajarkan para rasul.”

Rasulullah bersabda, “Orang berilmu adalah kepercayaan (wakil) Allah di muka bumi.”

Rasulullah pun bersabda, “Golongan yang memperoleh syafaat pada hari kiamat adalah para nabi, orang-orang berilmu, lalu para syuhada.”

Fath al-Moshuli bertanya, “Bukankah orang yang sakit sudah tidak bisa makan, minum dan makan obat akan menemui ajalnya?” Lalu dijawab, “Ya.” Lalu beliau berkata, “Demikian pula dengan hati, jika sudah tidak bisa menerima kata-kata hikmah maupun ilmu selama tiga hari, maka ia akan mati.”

Kalau kita cermati, apa yang dikatakan oleh Fath al-Moshuli memang benar, karena yang menjadi menu makanan hati itu adalah ilmu dan siraman kata-kata hikmah. Tapi, terkadang hati kita udah nggak bisa lagi menerimanya, lantaran disibukkan sama urusan-urusan duniawi yang menghilangkan sensitifitasnya. Lalu ketika kematian mendekati seseorang pada saat ia masih disibukkan oleh urusan duniawi, maka hatinya akan merasakan sakit yang tak terkira perihnya dan terus-menerus tanpa akhir. Nah, inilah makna sabda Nabi Saw, “ Manusia itu tertidur (lalai), lalu saat mati barulah ia terbangun (sadar).” (HR. Abu Nu’aim)

Sedangkan keutamaan menuntut ilmu ditegaskan oleh sabda Nabi Saw, “Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya (merendahkan sayapnya untuk memberi perlindungan) bagi penuntut ilmu karena ridha dengan apa yang dilakukannya.” (HR. Imam Ahmad)

Rasulullah Saw juga bersabda, “Menuntut ilmu diwajibkan bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Saya teringat akan Mahfudzot (pepatah bahasa arab) yang pernah diajarkan di pesantren dulu, bahwa, “Khoiru jalisin fizzamaani kitaabun”, artinya “Sebaik-baik teman di saat duduk adalah kitab (buku)”. Jadi, saya dan teman-teman selalu dianjurkan oleh ustadz-ustadz kalau kemana-mana, usahakan bawalah buku, meskipun tidak sempat membacanya, paling tidak buku itu bisa menjadi sebaik-baik teman yang mengisi waktu kosong kalian. Agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Begitulah kira-kira pesan ustadz kepada kami.

Mempelajari ilmu karena Allah adalah suatu kebaikan, dimana kebaikan itu akan kembali bagi pelakunya, mencari ilmu adalah ibadah juga, jika diniatkan karena Allah. Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak tahu adalah sedekah yang pahalanya akan mengalir terus bagi yang mengajarkannya, selama ilmu itu diamalkan.

Ilmu bisa menjadi penghibur di saat Anda sendiri, menjadi teman Anda di kala sepi, menjadi penyabar di kala Anda senang maupun susah, menjadi teman dan pembantu dalam semua situasi, menjadi obor penerang menuju surga. Dengan ilmu Allah mengangkat derajat seseorang dan menempatkan ia di tempat yang terhormat. Ilmu adalah petunjuk jalan baginya menuju kebaikan, hingga jejaknya diikuti dan perilakunya diteladani. Para malaikat melindunginya dengan sayap-sayap yang membentang. Setiap makhluk baik di bumi dan di langit akan berdoa memohonkan ampun baginya.

Sekian dulu yaa, mudah-mudahan catatan sederhana ini menambah khazanah kita. Dan juga mudah-mudahan menjadikan kita lebih semangat dalam menuntut ilmu agar kehidupan kita menjadi lebih terarah, serta Allah mengangkat derajat kita. Aamiiin.

Copas> sadadarifanhari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s