Muhammad saw 2 akhlak

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (al-Ahzab: 21)

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (at-Taubah: 128)

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (al-Qalam: 4)

1. Akhlak Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam adalah Al-Qur’an

Ketika Aisyah Radhiyallahu’anha ditanya tentang akhlak Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam, maka dia menjawab, “Akhlaknya adalah Al Qur’an.” (HR. Abu Dawud dan Muslim)

2. Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak

Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al Bazzaar)

3. Kebaikan itu adalah Akhlak yang Baik

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda: “Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang lain.” (HR. Muslim

4. Rasulullah adalah orang yang paling dermawan

Anas Radhiyallahu’anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam adalah orang yang paling baik, paling dermawan (murah tangan), dan paling berani”. (HR. Ahmad)

5. Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam Selalu Ramah Pada Siapapun, Bahkan pada Maula (Pembantu Rumah Tangga Beliau)

Anas Radhiyallahu’anha, pembantu rumah tangga Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam berkata, “Aku membantu rumah tangga Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah beliau menegur, “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.” (HR. Ahmad)

6. Lebih Mencintai Allah dan Rasul-Nya

Hadis riwayat Anas Radhiyallahu’anha., ia berkata:  Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam. bersabda: “Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda: “Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari)

7. Rasulullah Pembawa / Penyebar Rahmat

Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda: “Aku Muhammad dan Ahmad (terpuji), yang dihormati, yang menghimpun manusia, nabi (penyeru) taubat, dan nabi (penyebar) rahmat.” (HR. Muslim)

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(Al-Anbiya: 107)

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Al-Jumu’ah: 2)

Sedikit catatan kali ini semoga bisa menambah wawasan, ilmu, dan semangat kita untuk meneladani Rasulullah Saw. Dengannya, mudah-mudahan hidup kita menjadi lebih terarah, lebih baik, dan juga mendapat syafa’at dari Rasulullah kelak di hari akhir. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s