Tkw menjadi miliader 7

Seperti cerita drama

Ya…seperti cerita dalam drama atau sinetron.
Ataukah memang drama dan sinetron mengambil kisah nyata dalam kehidupan?.

Kita menarik hasil akhir dari apa yang dominan di pikiran kita. Tetapi jalan-Nya, sungguh mengagumkan.
Apakah karena kita selama ini hanya membayangkan hasil akhirnya, hanya berdoa hasil akhirnya?
Tanpa membayangkan jalanya dan berdoa jalanya..?
Kurasa begitu.
Akan tetapi, prosesnya itu juga sebenarnya ada dalam bayangan kita, tapi kita tidak menyadari terjadinya. Kita sering dihadapkan pilihan, dan kita lupa doa kita sendiri, kita sering tidak memiliki keberanian akan resiko. Sehingga kita mengatakan kenyataan tidak semudah mimpi. Saat kita sudah dihadapkan menerima doa kita,kita lebih sering berubah pikiran.
Itulah yang sering kualami.

Hari ini.
Aku membuktikan kebenaran hukum Alam, ataukah hukum Tuhan…? Yang pasti, hukum yang diciptakan Tuhan.
Benar sebuah firman yang aku lupa tepatnya, yang kuingat intinya, bahwa kalau saja tinta seluas lautan dan ditambah lagi seluas bumi dan langit dipakai untuk menulis ilmu Allah, maka tidak akan cukup.
Tuhan menciptakan sesuatu terdapat hukum, ilmu, petunjuk, manfaat, hikmah, dan begitu banyak perumpamaan yang bisa dijadikan pelajaran bagi kaum yang berakal, beriman.
Subhanalloh, wal hamdulillah.

Setiap insan, mempunyai ceritanya masing-masing, cara atau jalan hidup. Yang unik dan mengagumkan.
Dan aku sangat bersyukur,
Allah mengilhamkan padaku jalan ini, jalan syukur.
Baru sedikit yang kutahu sebenarnya apa itu kehidupan.
Mungkin sepanjang sejarah tiap manusia mencari jati dirinya dan apa itu hidup.
Dan Tuhan senantiasa menuntun kita, pada penemuan diri, siapa kita, dan itu sebatas yang mampu kita pikirkan. Masih begitu banyak dan luas, yang siap ditemukan oleh pikiran liar kita.
Sesuatu yang luar biasa.

35 tahun usiaku kini menurut perhitungan waktu yang ditentukan manusia.
Setiap tahun berisi kisah perjalanan yang luar biasa.

Menilik usia kedua orang tuaku 70an, usia rosul 60an, dan aku berdoa bisa mencapai usia 80 an dengan tetap sehat jasmani rohani seperti Kakek yang kujaga di Singapore. (Usia rata-rata orang cina bisa mencapai 80-90an dengan tetap sehat akal).
Aku sudah hampir separuh usiaku di dunia ini. Aku sudah setengah umur.

Apakah yang sudah kucapai???
Dan apa yang masih ingin kucapai??

Masa Sekolah Dasar.

Ah, tiba-tiba teringat masa sekolah dasar. Semalam, tiba-tiba pikiranku mengenang kembali kehidupan masa itu. Pagi tadi juga kuceritakan pada temanku di sini.

Masa anak-anak itu, terlepas bagaimanapun kondisi ekonomi orang tua, kita tetap gembira dan bahagia, tetap indah.
Masih kuingat, tiap pagi sebelum berangkat sekolah, makan nasi hangat dan sambal kelapa atau kadang nasi hangat dengan ikan asin, sudah sangat luar biasa nikmatnya.
Siang atau sore, makan nasi hangat dengan sayur blendrang…juga sangat lezat.
Toh, kami tetap tumbuh sehat dan ceria.
Kami tidak mengenal ilmu gizi, tapi aku merasa tak kurang gizi.
Buah juga sangat melimpah, di tegal kami, banyak buah pisang, mangga, sawo, nangka, jambu biji, jambu air, pepaya, rambutan. Kadang kami dikasih jeruk oleh tetangga. Saling berbagi.
Kadang, saudara kami yang lelaki dapat ikan, atau belut dari hasil mancing.
Waktu kecil kami suka bermain dan memanjat pohon, paling hobi panjat pohon buah anggrung dan pohon besaran. (Baru kutahu disini, buah besaran sejenis buah berry yang besar kandungan vitaminnya).
Adat masyarakat yang sering mengadakan kenduri, hanya saat-saat itulah, kami baru makan ayam atau daging lainnya.
Kami tidak pusing dengan gizi atau dehidrasi seperti cara hidup bosku di Singapore ini.
Inilah juga Maha Sempurna nya hukum Tuhan. Segalanya berjalan seimbang, meski kami tidak menyadarinya.
Inilah sebenarnya, segalanya di alam ini sudah berjalan seimbang dan sempurna.
Segalanya sudah Tuhan atur dan kirimkan secara otomatis.
Masa kecil itu sungguh sempurna dan berkelimpahan.

Baru setelah dewasa aku belajar ilmu gizi, sayur blendrang itu seperti sayur sampah hanya ampas tanpa gizi.
Disinilah luar biasanya, saat itu Tuhan tahu kami mungkin kekurangan vitamin c, lalu mengirim tetangga mengantar jeruk atau mangga. Atau kami kekurangan zat dalam daging, lalu ada undangan kenduri, hehehe… Sempurna bukan.
Subhanalloh
Alam semesta ini sungguh sempurna dan melimpah.

Masa SMP.

Baru setelah masuk SMP inilah, aku mulai mengenal apa itu arti kekurangan, kemiskinan, malu, minder, tidak percaya diri dan frustasi.

Aku masuk dua besar di SD, dan akhirnya ikut teman masuk SMP favorit di sekolah kabupaten. Sementara sebagian besar teman kelasku masuk di SMP kecamatan.
Di sekolah ini, siswa datang dari berbagai kecamatan. Intelegensi dan ekonomi yang lebih komplex. Dan kebanyakan bukan keluarga petani seperti aku. Ada anak dokter, guru, pedagang, karyawan dll. Mereka datang ke sekolah diantar orang tuanya dengan motor, ada yang bawa motor sendiri, ada yang kos.
Aku mulai risih dan minder.
Saat sepatu dan kaos kakiku sobek tak mampu beli, aku sering malu.
Saat tahu uang jajan ku mungkin hanya seperlima teman-temanku, aku menarik diri dari pergaulan.
Mereka mampu beli minuman dalam botol, bersoda, masih bisa beli nasi soto dan camilan, 2x jam istirahat. Aku hanya mampu beli minuman gelas dan satu dua jajan, 1x istirahat.
Apa boleh buat, kalau aku meminta jajan uang lebih, orang tuaku malah memarahiku, dan menyuruhku mengaca diri, hahaha.
Aku sadar kini, bukan salah orang tuaku, mungkin dulu aku menghujat orang tuaku bahkan Tuhan. Tapi aku sangat bersyukur hari ini.
Masa SMP itulah, aku mengenal segala macam pikiran dan perasaan negatif, yang tak pernah kurasakan di masa SD, yang segalanya melimpah dan indah.

Masa SMK.

Di masa inilah, aku mulai mengenal mimpi.
Mimpi atau impian, cita-cita, hasrat, angan-angan atau apapun tentang masa depan.
Di masa ini pula, aku berkecamuk dengan diri sendiri, siapa aku, kenapa aku, mau kemana aku, untuk apa aku dilahirkan dan sebagainya.
Pencarian jati diri, komplain kehidupan. Aku harus siap menghadapi hidup bersosial.

Di masa ini, aku mulai membuat dream book, vision board.
Menjadi jutawan, keliling dunia.

Di masa ini juga aku memiliki dendam, saat melihat kakakku menghajar keponakanku karena meminta es krim yang lewat dijalanan, karena tak mampu beli.
Miris, ngeri. Aku berjanji pada diriku, aku harus jadi orang kaya, orang yang punya banyak uang.
Peristiwa itu mungkin sudah menjadi angin lalu bagi kakakku,tapi tidak bagiku, karena kejadian itu bukan satu dua kali, dan terjadi di depan mataku.

Aku mulai bertanya, cara menjadi kaya. Aku membaca buku-buku menjadi kaya. Aku mencari informasi tentang orang-orang kaya.
Dan kesimpulannya, cara menjadi kaya, rata-rata orang super kaya, mereka ada di dunia perdagangan, dunia bisnis. Bukan pegawai, pejabat atau priyayi seperti kata orang tuaku.
Sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada di dunia perdagangan , begitu ku dengar dari motivator muslim.
Dan Rosul, istri Rosul, juga pedagang, saudagar.

Tapi aku tak tahu harus mulai darimana, aku ingin segera kaya. Dengan pertimbangan dan entah kenapa, akhirnya aku memutuskan jadi tkw. Tetapi aku terjebak pada lingkaran tikus, keluar lobang masuk lobang. Dari Singapore, Taiwan, Hongkong, berakhir di Singapore lagi.

Review hukum ketertarikan.

Tapi aku mendapatkan semua yang ku inginkan.
Menjadi jutawan.
Berkeliling dunia.

Karena sebelum ini aku tak mengenal hukum ketertarikan, aku membiarkan pikiranku berjalan sesukanya. Membiarkan hal negatif masuk dalam perasaan.
Sehingga yang terjadi dalam hidupku bukan apa yang kuinginkan sepenuhnya.

Sekarang aku belajar hukum ini. Dan aku menjadi Tuan dari pikiranku, aku mengendalikan perasaanku.
Aku adalah master dari apapun yang kulakukan.

Dan aku menggunakan ini untuk menarik $1.000.000.
Dan tiba-tiba, segalanya berubah.
Mungkin iya, aku adalah satu diantara orang-orang yang beruntung mendapatkan rezeki nomplok.hehehe. Apapun sebutannya. Alhamdulillah.

Kini diusiaku yang ke 35 tahun. Usia sejarah bagiku. Tonggak hidup baru.
Rezeki nomplok.
Menikah.
Tepat di bulan Agustus, bulan yang juga adalah hari ulang tahunku.
Bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Amazing.
Luar biasa.

Semoga ke depan, akan dan selalu lebih baik lagi.
Dengan hukum ini, aku bisa menarik lebih banyak kebaikan dan keajaiban.
Saatnya mewujudkan mimpi-mimpi lagi. Yang lebih gila lagi. Yang lebih spektakuler lagi. Setidaknya, spektakuler bagi diri dan hidupku.

Semangat!!!

Kado ulang tahun ke-35

Menikah…

Sebuah kata yang indah…
Sebenarnya aku sudah pernah menikah. Tapi kenapa, menikah menjadi sebuah impian lagi bagiku.
Aku berharap kali ini, menikah dengan orang yang kucintai.
Aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, hanya di online. Aku berdoa, bisa mencintainya pada pandangan pertama dan selanjutnya, selamanya, dunia akhirat.

Indahnya hidup dalam kebersamaan dengan orang yang kita cintai. Ingin kurasakan lagi.
Dalam ikatan pernikahan menjadi keluarga yang diridhoi-Nya. Amin.

Dan kali ini, aku menikah bulan syawal 1436 H, sebagai kado ulang tahunku yang ke 35 tahun.
Seperti sebuah mimpi.
Seperti cerita dalam drama.
Seperti tidak mungkin.
Tapi inilah faktanya.
Ini menjadi bukti.
Sebuah keyakinan.
Keyakinan yang teguh.

Apabila kita memiliki hasrat.
Keinginan yang sangat kuat.
Impian yang membara.
Dan kita fokus sepenuh jiwa dan raga.

Entah bagaimana Tuhan Yang Maha Kuasa mengatur semuanya.
Alam semesta bahu membahu mewujudkan impian kita.

Aku dan dia, kami berkeyakinan, berdoa minta menikah sehabis lebaran 1436 H, tahun ini. Masih bulan syawal. Lalu dia menetapkan tanggal 9 agustus 2105 menjadi hari pernikahan kami. Dia bilang, pada hari ulang tahunku, aku sudah bahagia disisinya, itu keinginannya. Dan aku setuju, mengamininya. Dan berdoa setiap saat. Agar kami benar- benar menikah pada tgl itu. Itu berarti aku harus pulang sebelum tgl itu. Amin.

Dan aku ingin, hari ulang tahunku, aku mengadakan tasyakuran.
Tasyakuran atas nikmat rezeki $ 1.000.000 ini.
Tasyakuran atas pernikahan kami.
Dan tasyakuran atas hari ulang tahunku.

Bentuk syukurannya mungkin ya hanya makan bersama terbuka untuk umum berbarengan dengan hari kemerdekaan. 17, 18, 19 Agustus 2015, 3 hari.

Aku ingin mengundang Kyai YM, sekaligus meminta saran beliau tentang rumah tahfiz. Amin.

Dalam berharap-harap cemas dalam penantian terwujudnya doa. Aku terus berzikir. Karena hari semakin dekat. Dan Tuhan masih menguji kesabaranku.

Tetapi yakinlah, Allah Maha Mengabulkan.
Dan akhirnya, harinyapun pasti tiba. Hari kemenangan, hari pulang dan bertemu calon pasangan hidup, hari pernikahan, semua pasti tiba tepat dan indah pada waktunya.
Ini sungguh sangat sangat luar biasa.

Hidup ini benar-benar sempurna dan luar biasa indah.

Segala Puji bagi Allah Tuhan alam semesta.
Terimakasih untuk semua keajaiban ini ya Tuhanku.
Terimakasih atas nikmat rezeki ini, kado ulang tahun ini, pernikahan ini.
Dan anugrahilah kami keturunan yang sholeh sholehah yang senantiasa Engkau ridhoi. Amin.

Alhamdulillah
Sollalloh ala Muhammad

Modelling/benchmark 1

Tuntunan Rasulullah S.A.W Untuk Kehidupan Keseharian Kita

“Siapapun yang ingin hidup ini bahagia, mulia, dan bermartabat, maka pelajari dan tirulah Nabi Muhammad S.a.w dengan segenap keikhlasan”

Hendaknya kita selalu menjaga Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam kehidupan kita, semoga Allah yang Maha Agung mengkaruniakan kita kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah S.a.w, dan kita menjalankan sunnahnya dengan penuh ketulusan, karena dalam keadaan cinta kepada Beliau S.a.w.

Kaum muslimin dan muslimat tanpa terkecuali tentunya sangat ingin untuk mengikuti semua tuntunan Nabinya, berikut sedikit di antara Sunnah-sunnah Nabi S.a.w yang dapat kita terapkan langsung dalam keseharian kita:

Mendahulukan yang Kanan

Dari Ali R.a, bahwa Rasulullah S.a.w bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian memakai sandal, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, dan apabila melepas, hendaknya ia mendahulukan kaki kiri, jadi kaki kananlah yang pertama kali memakai sandal dan terakhir melepaskannya.”. (Muttafaq Alaihi).

Dari Aisyah R.a: “Bahwa Nabi S.a.w menyukai memulai dengan bagian yang kanan, dalam memakai sandalnya, dalam menyisir rambutnya, dalam bersucinya, dan dalam gerak-geriknya”. (Shahih Bukhari).

Rasulullah S.a.w dalam banyak perbuatannya senantiasa mendahulukan bagian anggota yang kanan, Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani menyebutkan dengan menukil ucapan Al Imam An Nawawi bahwa ucapan Beliau S.a.w: ” وفي شأنه كله (dalam segala perbuatannya)“, menunjukkan kalimat ‘aam makhsuus (kalimat umum yang dikhususkan), yang mana tidak semua perbuatan yang Beliau S.a.w kerjakan dimulai dari anggota yang kanan, sebagaimana banyak perbuatan yang Beliau mulai dengan anggota yang kiri, seperti ketika masuk ke dalam kamar mandi, atau ketika keluar dari masjid, dan lainnya.

Dari Ibnu Umar R.a, bahwa Rasulullah S.a.w bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.”. (Riwayat Muslim).

Senyum dan Salam (Mengucapkan dan Menjawab)

Jangan Sekali-kali meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekedar senyuman. Dari Abu Dzar R.a, dia berkata, Rasulullah S.a.w bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i R.a dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”. (HR. Tirmidzi).

Dari Jarir bin Abdillah R.a dia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah S.a.w tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama Beliau. Dan tidaklah Beliau melihatku kecuali Beliau tersenyum kepadaku.”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah, sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Ucapan Assalamu ‘Alaikum atau lengkapnyaAssalamu ’Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh, yang artinya “Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu”, yang diucapkan sesama muslim, adalah sunnah Nabi Muhammad S.a.w. Adapun jawabannya adalah Wa ’Alaikumus salaam, atau lengkapnya Wa ’Alaikumus Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Kita sangat dianjurkannya kita untuk mengucapankan salam antara sesama muslim, sebagaimana hadist Nabi Muhammad S.a.w, berikut:

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.a, Rasulullah S.a.w bersabda, “Kamu tidak dapat memasuki surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sebelum kamu berkasih sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang, jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih sayang di antara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal.”. (HR Muslim).

Abu Umammah R.a meriwayatkan, Rasulullah S.a.w bersabda, ”Orang yang lebih dekat kepada Allah S.w.t adalah yang lebih dahulu memberi salam.”. (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi).

Hadist riwayat Abu Hurairah R.a, ia berkata: Rasulullah S.a.w. bersabda: “Seorang pengendara hendaknya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan pejalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan jamaah yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada jama’ah yang beranggota lebih banyak”. (Shahih Muslim No.4019).

Hadist riwayat Abu Hurairah R.a, ia berkata: Rasulullah S.a.w bersabda: “Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah”. (Shahih Muslim no. 4022).

Hadis riwayat Anas bin Malik R.a: Rasulullah S.a.w pernah melewati anak-anak lalu Beliau mengucapkan salam kepada mereka. (Shahih Muslim no. 4031).

Makan dan Minum dalam Keadaan Duduk

Rasulullah S.a.w bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.”. (HR. Muslim no. 2026).

“Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?”Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim no. 2024).

Menyambung Silaturrahmi (Kepada Kerabat, Teman, Tetangga, dst)

Hadist riwayat Anas bin Malik R.a, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah S.a.w bersabda: “Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi)”. (Shahih Muslim no. 4638)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada dosa yang Allah cepatkan adzabnya kepada pelakunya di dunia ini di samping adzab yang telah Dia sediakan untuknya di akhirat daripada berlaku Dzalim dan Memutuskan Silaturrahmi”. (al-Adab al-Mufrad, No. 29)

Memenuhi Undangan dan Menjenguk Orang Sakit

Hadis riwayat Ibnu Umar R.a, ia berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: “Apabila seorang di antara kamu diundang untuk menghadiri pesta perkawinan, maka hendaklah ia menghadirinya”. (Shahih Muslim No. 2574)

Hadis riwayat Abu Hurairah R.a, ia berkata: Rasulullah S.a.w bersabda: “Ada lima kewajiban bagi seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim; menjawab salam, mendoakan orang yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan mengiring jenazah”. (Shahih Muslim no. 4022)

Shalat Tahajjud

Kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Nabi S.a.w bersabda, “Laku­kanlah oleh kalian shalat malam, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, pendekat­an diri kepada Allah Ta`ala, pencegah dari dosa, penghapus segala kesalahan, dan penolak penyakit dari tubuh.”.

Beliau S.a.w juga bersabda, “Dua raka’at di tengah malam yang dilakukan oleh se­orang anak Adam  lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dan jika saja tidak memberatkan umatku, niscaya aku me­wajibkan dua raka’at shalat malam ter­sebut kepada mereka.”.

Diriwayatkan bahwa Allah membang­gakan orang-orang yang melakukan shalat malam kepada para malaikat. Allah S.w.t berfirman:“Lihatlah hamba-hamba-Ku. Sungguh mereka telah melakukan shalat di kegelapan malam, sehingga tidak ada yang melihat mereka selain Aku. Aku bersaksi kepada kalian bahwasanya Aku mempersilakan mereka me­nempati negeri kemuliaan-Ku.”.

Kemudian setelah shalat, mohon ampunlah untuk kaum muslimin dan muslimat, mukminin mukminat (orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan). Nabi S.a.w ber­sabda, “Barang siapa memohonkan ampunan kepada Allah bagi orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, nis­caya, dari setiap orang beriman laki-laki dan perempuan, Allah menuliskan bagi­nya satu kebaikan.”.

Membaca Al-Qur’an.

Al Quran merupakan kitab suci sempurna yang mengulas berbagai aspek kehidupan. Sebelum terbit matahari, alangkah baiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu sebelum melihat dunia, sebaiknya dengan penuh penghayatan.

Allah S.w.t berfirman: “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (QS Al-Baqarah [2]: 2).

“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman”. (QS Al-‘Ankabut [29]: 51).

Shalat Berjama’ah di Masjid

Sebelum melangkah ke mana pun, langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin, tetapi panggilan Allah yang menyeru kepada orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Rasulullah S.a.w pernah bersabda:“Sesungguhnya Shalat Subuh dan dan Shalat Isya’ secara berjama’ah di masjid sangat sulit dikerjakan oleh orang-orang yang munafik”. Maukah gelar ini melekat pada diri kita? Tentu tidak. Maka marilah kita bangun pagi untuk melaksanakan perintah Allah.

Allah S.w.t akan mengubah apa yang terjadi di muka bumi ini dari kegelapan menjadi keadilan, dari kerusakan menuju kebaikan. Semua itu terjadi pada waktu yang mulia, ialah waktu Subuh. Berhati-hatilah, jangan sampai tertidur pada saat yang mulia ini. Allah SWT akan memberikan jaminan kepada orang yang menjaga shalat Subuhnya, yaitu terbebas dari siksa neraka jahanam.

Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah R.a, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah S.a.w bersabda: “Tidak akan masuk neraka, orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari”. (HR Muslim).

Shalat Subuh merupakan hadiah dari Allah S.w.t. Hadiah ini tidak diberikan, kecuali kepada orang-orang yang taat lagi bertaubat. Hati yang gemar kemaksiatan, bagaimana mungkin akan bangun untuk shalat Shubuh. Orang munafik tidak mengetahui kebaikan yang terkandung dalam shalat Subuh berjama’ah di masjid. Sekiranya mereka mengetahui kebaikan yang ada di dalamnya, niscaya mereka akan pergi ke masjid, bagaimanapun kondisinya, seperti sabda Rasulullah S.a.w, “Maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak”.

Shalat Dhuha

Ada banyak keutamaan dibalik shalat Dhuha, pelakunya diampuni dosanya, rezekinya diluaskan sepanjang hari, dan dimasukkan ke surga melalui pintu Dhuha. Bahkan, siapa saja yang mengerjakan shalat Dhuha secara kontinyu (dawam, rutin), pahalanya bisa menyamai pahala ibadah haji (bagi yang belum mampu). Dengan menunaikan shalat Dhuha, kita sedang memberikan makna yang luhur atas pekerjaan dan tugas sehari-hari yang akan kita selesaikan. Kita bekerja juga merupakan sebuah tugas mulia dan semestinya dimulai dengan mengingat Allah S.w.t, agar keberkahan dan semangat melewati proses kerja dilimpahkan oleh-Nya. Sebab, dengan shalat Dhuha, kita memohon kepada-Nya untuk menjadi Pelindung.

Dari Abu Dzarr Ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap pagi, pada ruas tulang kalian terdapat sedekah,
setiap ucapan tasbih (Subhanallah) adalah sedekah,
setiap ucapan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah,
setiap ucapan tahlil (Laa Ilaha illallah) adalah sedekah,
setiap ucapan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah,
memerintah kebaikan adalah sedekah,
mencegah perkara mungkar adalah sedekah,
dan dua raka’at yang dikerjakan seseorang dalam shalat Dhuha telah mencakup semuanya.”.
(HR.Muslim)

Sedekah (setiap hari)

Allah S.w.t menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Sedekah memiliki banyak keutamaan, (terutama yang dilakukan pada bulan Ramadhan). Di antara keutamaan sedekah adalah menyucikan diri dari dosa-dosa kecil, menunjukkan rasa syukur, menghilangkan sifat kikir pada diri seseorang, ‘membersihkan’ harta yang dimiliki, dan membantu meringankan beban kaum dhuafa.

Allah S.w.t berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS Al-Baqarah [2]: 261).

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari tentang salah seorang wanita bertanya kepada Rasul S.a.w, “Wahai Rasulullah, aku punya harta yang lebih, boleh tidak aku sedekahkan pada suamiku dan anakku? boleh tidak sedekah kepada kerabat sendiri?”, maka Rasul S.a.w menjawab:“Untukmu dua pahala, yang pertama kau dapat pahala shadaqah dan yang kedua kau dapat pahala menyambung silaturahmi dengan kerabatmu”.

Sering dipertanyakan, mana yang lebih didahulukan, umum atau keluarga sendiri?. Justru keluarga sendiri dulu, baru orang lain. Bahkan kepada keluarga sendiri, kata Rasul S.a.w, ada dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung kekerabatan. Demikian indahnya tuntunan Nabiyyuna Muhammad S.a.w.

Untuk sedekah dalam bentuk materitentunya kita semua telah banyak memahaminya, namun perlu juga kita sadari bahwa sedekah tidaklah semata-mata dalam bentuk materi (harta atau benda), sebagaimana hadist berikut, Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah R.a., ia bertanya kepada Rasulullah Saw: “Amal apakah yang paling utama?” Beliau S.a.w menjawab: “Iman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya.” Saya bertanya: “Memerdekakan budak yang bagaimana yang paling utama?” Beliau S.a.w menjawab: “Memerdekakan budak ketika sangat disayang oleh tuannya dan yang paling mahal harganya .” Saya bertanya: “Seandainya saya tidak mampu berbuat yang sedemikian, lalu bagaimana?” Beliau S.a.w menjawab: “Kamu membantu orang yang bekerja atau kamu menyibukkan diri agar hidupmu tidak sia-sia.” Saya bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya tidak mampu melakukan sebagian pekerjaan itu?” Beliau S.a.w menjawab: “Janganlah kamu berbuat kejahatan kepada sesama manusia, karena sesungguhnya yang demikian itu termasuk sedekah untuk dirimu.”. (HR.Bukhari dan Muslim).

Hiduplah untuk berbagi, sebab dengan berbagi kita semakin berarti. Berbagi erat kaitannya dengan memberi. Inilah yang dimaksudkan oleh Nabi SAW dalam hadits,“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.”. (HR Al-Thabarani)

Jaga Wudhu (terus menerus).

Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, “Ampuni dosa dan sayangi dia Ya Allah”.

Diriwayatkan dari Nabi S.a.w bahwa­sanya Beliau bersabda, ”Barang siapa hendak tidur dan ingin terbangun di waktu tertentu, hendaknya ia tidur dalam kondisi berwudhu, dan ketika hendak tidur membaca ayat yang artinya, ”Kata­kanlah, ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku… — hingga akhir surah.’.” (QS Al-Kahfi: 110). Lalu mengusap dadanya dengan tangan kirinya dan mengucapkan Allahumma nabihni fi waqti kadza atau fi sa`ati kadza (Ya Allah, bangunkan aku di waktu ini atau jam sekian). Maka ia akan terba­ngun di waktu tersebut dengan pasti.”.

Rasulullah S.a.w bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’.”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar R.a).

Istighfar (setiap saat)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali”. (Riwayat Al Bukhari dalam Adab Al Mufrad dan dihasankan oleh Al Hafidz As Suyuthiy). Al Hafidz Al Ala’iy menjelaskan bahwa maksud taubat di hadits itu adalah taubat istighfar, yang mana Rasulullah S.a.w banyak melakukannya.

Istigfar bukanlah sekedar ucapan dzikir belaka, tetapi di dalamnya terkandung nilai ibadah yang begitu besar, sebagaimana sabda Rasulullah S.a.w: “Tidaklah tergolong orang berdosa, orang yang selalu beristigfar meskipun dia mengulangi perbuatan dosanya sebanyak 70 kali dalam sehari.”. (HR Tirmidzi).

Dengan istighfar, masalah yang terjadi karena dosa kita, akan dijauhkan oleh Allah S.w.t.

Bershalawat Kepada Nabi S.A.W

Ubay bin Ka’ab R.a bertanya kepada Rasulullah S.a.w, “Wahai Rasulullah, berapa banyak saya harus mengucapkan shalawat untukmu?” Rasulullah menjawab,“Sesukamu.” Lalu Ubay bertanya lagi,“Apakah seperempat atau dua pertiga?”Rasulullah menjawab, “Sekehendakmu. Dan jika engkau tambahkan, maka itu lebih baik”. Jadi, makin banyak kita bershalawat kepada Nabi, maka akan semakin bagus. Ini adalahjaminan dari Rasulullah S.a.w. Lalu Ubay kemudian bertanya lagi, “Apakah shalawatku untukmu seluruhnya?” Rasulullah S.a.w menjawab, “Karena itu, dosamu akan diampuni, dan kesedihanmu akan dihilangkan”.

Siti Aisyah R.a pernah bertanya kepada Rasulullah S.a.w, “Siapakah yang tidak akan melihatmu pada hari kiamat?” Jawab Rasulullah S.a.w: “Orang yang bakhil (pelit)”. Siti Aisyah bertanya lagi: “Siapakah orang yang bakhil itu?” Jawab Baginda S.a.w: “Orang yang ketika disebut namaku di depannya, dia tidak mengucap shalawat ke atasku.”

Shalawat kepada Nabi Muhammad S.a.w menjanjikan pahala yang sangat besar. Rasulullah S.a.w bersabda, “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat (melimpahkan rahmat) kepadanya sepuluh kali”. (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad)

Satu shalawat-Nya Allah untuk hamba sudah pasti jauh lebih baik dari pada dunia beserta isinya..!!. Siapa yang bershalawat kepada Nabi sewaktu duduk, ia akan diampuni sebelum berdiri dan siapa yang bershalawat kepada Beliau S.a.w sewaktu hendak tidur, ia akan diampuni sebelum bangun. Shalawat merupakan guru bagi mereka yang tak memiliki guru, karenanya shalawat tidak butuh guru maupun khusyu dalam membacanya, tetapi akan lebih sempurna jika diucapkan dengan hati yang khusyu.

“Bahkan Riya’ atau mengharapkan pujian manusia pun tidak dapat menghapuskan pahala shalawat”

Wal Akhir, perlu kita ingat dalam menjalankan sunnah terdapat perbedaan antara i’tiba (mengikuti) dan mahabbah(mencintai), bahwa menjalankan sunnah Nabi S.a.w janganlah hanya pada dhohirnya (gerak-gerik) saja yaitu mengikuti Nabi Muhammad S.a.w yang tanpa dibarengi ‘ruh mengikuti’. Dan ruh mengikuti itu adalah cinta (mahabbah) kepada Nabi Muhammad S.a.w. Alangkah banyaknya kelalaian kita akan ruh mengikuti ini. Mengikuti Nabi Muhammad S.a.w belum tentu cinta akan tetapi yang mencintai Nabi Muhammad S.a.w pasti akan patuh dan mengikuti (i’tiba) Rasulullah Nabi Muhammad S.a.w.

Jagalah selalu sunnah-sunnah baginda Nabi besar Muhammad S.a.w

Allahuma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallim

Wassalam

Tkw menjadi miliader 6

Perjalanan pulang ke Tulungagung

Alhamdulillah
Segala puji bagi Allah

Senangnya sudah kembali ke Indonesia.
Saat ini aku sedang naik travel , mobil honda jazz merah, duduk bersama calon suami.
Tak tergambarkan betapa senang dan bahagianya. Tak henti-hentinya hati ini bersyukur pada Tuhan.
Sungguh Maha Indah dan Maha Sempurna.

Sepanjang jalan, mataku tak lepas memandangi alam. Aku sudah hafal smua jalanan ini, benakku kembali bernostalgia.
Dulu waktu di Surabaya, aku sering melalui jalanan ini dengan sepeda motor hampir tiap bulan, kadang juga naik bis.

Juanda, terletak di Sidoarjo, jadi kami tak melewati Surabaya.
Melintasi terminal Bungurasih, Mojokerto, Jombang, kami beristirahat di Kediri. Di alun-alun Kediri. Aku suka rindangnya…
Oh, akhirnya, aku merasakan hidup yang benar-benar hidup. Freedom.
Kami sholat maghrib di masjid alun-alun Kediri. Aku merebahkan tubuhku sebentar di masjid ini. Adem… Nyaman sekali. Luar biasa rasanya. Alhamdulillah, terimakasih Tuhan.

Tiba saatnya melanjutkan perjalanan, 1 jam lagi, kami sampai dirumah…, pukul 6.30, aku menelepon kakakku, sengaja…bikin kejutan.

“Assalamualaikum” sapaku di telp.
“Waalaikum salam, sopo iki?” jawab Yu ku…
“Aku lah Hariani, aku muleh iki ojo turu sek, 1 jam lagi nyampe…”
“Loh… Kok ndadak men, ra kabar kabar sek…??!!” jawab kakaku, dia pasti terkejut hehe…
Lalu kutelp juga kakaku yang satunya, aku minta untuk datang ke rumah lor. Ok katanya.

Akhirnya, mobil nyampe depan rumah…
Subhanalloh alhamdulillah, perasaan ini sudah sangat terharu, mataku sudah berkaca-kaca. Menahan kerinduan pada keluarga tercinta.
Sseeetttt… Suara mobil berhenti dan parkir depan rumah, tak lupa pak sopir membunyikan klakson, kulihat kedua kakaku dan anak-anak keluar menyambutku sambil tersenyum menyapaku…
“Assalamualikum”, sapaku
” waalikum salam…kok ra omong lek arep muleh”.. Kakak ku. Kami berpelukan… Melepas kerinduan.
Pacarku menurunkan koper, lalu ku kenalkan dia pada mereka.
“Pacarku, calon suami.” Kataku sambil tersenyum melirik dia.
Lalu mereka bersalaman, kakaku mengajak kami masuk.
Aku mengajak pak sopir mampir dulu tapi pak sopir menolak, setelah berpamitan, dan aku kasih sedikit oleh-oleh, pak sopirpun berlalu. “Terimakasih pak sopir dan mobil honda jazz nya, hati-hati di jalan.” kataku.

Kamipun masuk, tak segan lagi, aku langsung merebahkan tubuhku di depan tivi, di atas tikar yg dulu biasa kulakukan, tanpa basa basi…
Oh, aku merindukan ini
Aku menginginkan ini

Kakak dan pacarku hanya tertawa aja liat polahku…
Aku tak peduli, aku cuek aja dan enjoy menikmati suasana ini.

Alhamdulillah
Wa syukurillah
Sollalloh ala Muhammad

Tkw menjadi miliader 5

Jumpa pertama…

Pesawat landas… Alhamdulillah.
Perasaan yang sama setiap kali naik pesawat. Doa, menyambut hari baru. Dan hari ini hari baru lagi di kampung sendiri, di negeri sendiri.
Aku selalu senang naik pesawat, karena jarang mungkin, nyaman, di ketinggian begini, diatas awan. Aku suka menikmati alam awan dan melirik di sekitar. Sungguh amazing.
Singapore-Surabaya hanya kurang lebih 1 jam, dan sebentar lagi aku akan bertemu dengan pacar.

Aku mengenalnya dari teman semasa di Hongkong. Aku yang meminta untuk dicarikan hehe…
Dan ternyata sejauh ini lewat online, aku merasa cocok. Yah, dan semoga bisa cocok ke depannya. Amin.
Aku ingin ini akan menjadi pernikahan terakhirku, dunia akhirat.
Pesawat semakin dekat menuju Surabaya, perasaan sih biasa aja, tapi tetap menyenangkan, hari baru, sejarah baru.
Entah apa yang akan kulakukan saat jumpa pertama nanti, kikuk ato biasa aja, tapi biasanya aku akan berusaha bersikap biasa, jaim hehehe….
Tadi pagi dia sudah sms berangkat dari rumah jam 6 pagi naik bis hehe, sengaja tak suruh naik bis, ntar baliknya aja naik travel langsung ke Tulungagung.

Pesawat sudah mulai landing di Juanda, semakin deg-degan rasanya, siap menginjakkan kaki lagi di Surabaya.
Setelah 1 tahun lebih aku di Singapore.
Ah, 1 tahun, waktu yang singkat, tapi terasa lama, karena menemukan belahan jiwa di negeri sendiri. Padahal masih ingat, waktu di Hongkong aku bertahan 4 tahun dan masih kurang, itu karena aku bersama dengan orang yang kucintai, juga waktu di Surabaya, 3 tahun dan berlalu begitu cepat. Cinta memang membuat segalanya indah dan membuat waktu seakan berhenti.

Pesawat landing sudah, aku bersiap keluar pesawat.
Memang sangat berbeda rasanya, pulang sukses dengan pulang gagal, lebih percaya diri dan lebih indah.
Setelah kudapati bagasi, aku bersiap menuju pintu kedatangan.
Langkah yang mantap, penuh gairah.
No kartu indosatku dari Indo masih tetap online. Dan sekarang bisa kupakai lagi tanpa harus beli kartu baru lagi.
Hp berdering, dia menelepon, dia sudah menunggu di luar.
Sesaat bahkan masih di telpon, aku melangkah menuju arah dimana dia berada.
Kami berjumpa, untuk pertama kalinya, kami sama-sama mematikan telp, memasukkan dalam saku, dan saling menyapa dalam senyum.
” assalamualaikum”, sapaku
“Walaikum salam warahmatulloh” balasnya.
Kami bersalaman, seperti sudah halal, kami lupa kami belum nikah, dasar anak jaman sekarang.
Kami berpelukan, dia mencium keningku, dan tanpa malu lagi, aku mencium pipinya.
Ah, entah apa yang kurasakan, nikmati saja.

Lalu kami mencari warung dulu buat ngopi dan bersantai buat ngobrol sambil membuat rencana selanjutnya.
Kali ini aku pilih starbuck coffe, lebih berkelas, lagian selama ini aku belum pernah nongkrong di starbuck coffe, pingin tahu rasanya, hehe, sekali-sekali…. Kacian dech…

Dia suka kopi hitam, aku suka kopi putih alias kopi mix.
Enak juga dia diajak ngobrol, semoga pernikahan kami lancar dan langgeng…amin.
Dikarunia anak sholeh sholehah.amin.
Setelah dirasa cukup, sambil nego dengan travel.
Aku sengaja minta travel yang mobilnya honda jazz warna merah, sekalian buat afirmasi hehe…

Alhamdulillah
Terimakasih ya Allah
Segalanya lancar dan berjalan sesuai rencana.
Allohumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Tkw menjadi miliader 4

Persiapan Pulang kampung…

Alhamdulillah
Duh senangnya menikmati impian, menjalaninya begitu ringan mengalir tanpa beban.
Sangat indah, sangat menyenangkan.

Bos menyetujui aku pulang kampung, meski agak berat, apalagi dadakan.
Tapi mau bagaimana lagi, aku sangat menginginkan ini, ingin pulang, tidur di rumah sepanjang hari, lalu menikah. Alhamdulillah.
Untungnya Mam gak kerja dan anak-anak udah besar, jadi mereka pasti bisa tanpa pembantu.
Aku menawarkan untuk cuti dan mengajari pembantu baru tapi Sir berbaik hati bilang gak perlu gak apa-apa, setelah kubilang aku ingin bulan madu ke Hongkong setelah menikah. Karena sekalian mengembalikan hutang ke temanku yang masih bekerja disana.

Dan waktu berjalan begitu cepat, aku sudah melakukan persiapan sebenarnya jauh sebelum jackpot datang, karena aku berpikir,  begitu jackpot,  tinggal masukin barang ke koper aja.
Dan aku mengincar koper Mam, dan tentu saja Mam yang super baik hati memberikan kopernya untuk ku pakai.

Pakai celana, kaos hitam dan rompi, sepatu cat. Nenteng koper masuk bagasi, dan tas kecil hand carry. Simple fashion. Dan aku siap pulang…

Siap menyambut Indonesia, membayangkan dah sampai dibandara Juanda dijemput calon suami. Oh, alangkah senang dan romantisnya.
Aku sengaja tidak memberi tahu keluargaku, aku ingin buat kejutan untuk mereka. Hehe….karena selama ini kepulanganku selalu menjadi kejutan.
Bedanya, dulu aku selalu pulang dengan kejutan cerita kegagalan.
Tapi kali ini aku pulang dengan keberhasilan, meski tidak finish kontrak.
Mereka pasti menduga aku gagal lagi,hmmm… Itu menyenangkan, lalu tiba-tiba, aku datang dengan pacar langsung lamaran, hahaha.
Surprize….!!

Akhirnya harinya pun tiba, aku sengaja minta pulang hari minggu, bertepatan Sir tidak kerja, penerbangan jam 11 siang. Jadi yayank bisa berangkat pagi dari Magetan, dan bisa nyampe Tulungagung gak terlalu malam.
Aku diantar Sir dan Mam yang baik hati juga anak-anak, karena sekalian mereka pergi buat makan siang di Changi.

Hati rasanya sudah tidak sabaran, terimakasih Sir dan Mam, Lee family, telah menjagaku selama disini dengan sangat baik. Terimakasih Singapore, memberiku kesempatan bekerja untuk yang kedua kali bahkan memberi kejutan jackpot toto ini, hingga kini aku menjadi miliader.

Segala puji bagi Allah, sudah mengatur semua ini… Keindahan, keajaiban ini sungguh sempurna.