Tkw menjadi miliader 5

Jumpa pertama…

Pesawat landas… Alhamdulillah.
Perasaan yang sama setiap kali naik pesawat. Doa, menyambut hari baru. Dan hari ini hari baru lagi di kampung sendiri, di negeri sendiri.
Aku selalu senang naik pesawat, karena jarang mungkin, nyaman, di ketinggian begini, diatas awan. Aku suka menikmati alam awan dan melirik di sekitar. Sungguh amazing.
Singapore-Surabaya hanya kurang lebih 1 jam, dan sebentar lagi aku akan bertemu dengan pacar.

Aku mengenalnya dari teman semasa di Hongkong. Aku yang meminta untuk dicarikan hehe…
Dan ternyata sejauh ini lewat online, aku merasa cocok. Yah, dan semoga bisa cocok ke depannya. Amin.
Aku ingin ini akan menjadi pernikahan terakhirku, dunia akhirat.
Pesawat semakin dekat menuju Surabaya, perasaan sih biasa aja, tapi tetap menyenangkan, hari baru, sejarah baru.
Entah apa yang akan kulakukan saat jumpa pertama nanti, kikuk ato biasa aja, tapi biasanya aku akan berusaha bersikap biasa, jaim hehehe….
Tadi pagi dia sudah sms berangkat dari rumah jam 6 pagi naik bis hehe, sengaja tak suruh naik bis, ntar baliknya aja naik travel langsung ke Tulungagung.

Pesawat sudah mulai landing di Juanda, semakin deg-degan rasanya, siap menginjakkan kaki lagi di Surabaya.
Setelah 1 tahun lebih aku di Singapore.
Ah, 1 tahun, waktu yang singkat, tapi terasa lama, karena menemukan belahan jiwa di negeri sendiri. Padahal masih ingat, waktu di Hongkong aku bertahan 4 tahun dan masih kurang, itu karena aku bersama dengan orang yang kucintai, juga waktu di Surabaya, 3 tahun dan berlalu begitu cepat. Cinta memang membuat segalanya indah dan membuat waktu seakan berhenti.

Pesawat landing sudah, aku bersiap keluar pesawat.
Memang sangat berbeda rasanya, pulang sukses dengan pulang gagal, lebih percaya diri dan lebih indah.
Setelah kudapati bagasi, aku bersiap menuju pintu kedatangan.
Langkah yang mantap, penuh gairah.
No kartu indosatku dari Indo masih tetap online. Dan sekarang bisa kupakai lagi tanpa harus beli kartu baru lagi.
Hp berdering, dia menelepon, dia sudah menunggu di luar.
Sesaat bahkan masih di telpon, aku melangkah menuju arah dimana dia berada.
Kami berjumpa, untuk pertama kalinya, kami sama-sama mematikan telp, memasukkan dalam saku, dan saling menyapa dalam senyum.
” assalamualaikum”, sapaku
“Walaikum salam warahmatulloh” balasnya.
Kami bersalaman, seperti sudah halal, kami lupa kami belum nikah, dasar anak jaman sekarang.
Kami berpelukan, dia mencium keningku, dan tanpa malu lagi, aku mencium pipinya.
Ah, entah apa yang kurasakan, nikmati saja.

Lalu kami mencari warung dulu buat ngopi dan bersantai buat ngobrol sambil membuat rencana selanjutnya.
Kali ini aku pilih starbuck coffe, lebih berkelas, lagian selama ini aku belum pernah nongkrong di starbuck coffe, pingin tahu rasanya, hehe, sekali-sekali…. Kacian dech…

Dia suka kopi hitam, aku suka kopi putih alias kopi mix.
Enak juga dia diajak ngobrol, semoga pernikahan kami lancar dan langgeng…amin.
Dikarunia anak sholeh sholehah.amin.
Setelah dirasa cukup, sambil nego dengan travel.
Aku sengaja minta travel yang mobilnya honda jazz warna merah, sekalian buat afirmasi hehe…

Alhamdulillah
Terimakasih ya Allah
Segalanya lancar dan berjalan sesuai rencana.
Allohumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s