Tkw menjadi miliader 6

Perjalanan pulang ke Tulungagung

Alhamdulillah
Segala puji bagi Allah

Senangnya sudah kembali ke Indonesia.
Saat ini aku sedang naik travel , mobil honda jazz merah, duduk bersama calon suami.
Tak tergambarkan betapa senang dan bahagianya. Tak henti-hentinya hati ini bersyukur pada Tuhan.
Sungguh Maha Indah dan Maha Sempurna.

Sepanjang jalan, mataku tak lepas memandangi alam. Aku sudah hafal smua jalanan ini, benakku kembali bernostalgia.
Dulu waktu di Surabaya, aku sering melalui jalanan ini dengan sepeda motor hampir tiap bulan, kadang juga naik bis.

Juanda, terletak di Sidoarjo, jadi kami tak melewati Surabaya.
Melintasi terminal Bungurasih, Mojokerto, Jombang, kami beristirahat di Kediri. Di alun-alun Kediri. Aku suka rindangnya…
Oh, akhirnya, aku merasakan hidup yang benar-benar hidup. Freedom.
Kami sholat maghrib di masjid alun-alun Kediri. Aku merebahkan tubuhku sebentar di masjid ini. Adem… Nyaman sekali. Luar biasa rasanya. Alhamdulillah, terimakasih Tuhan.

Tiba saatnya melanjutkan perjalanan, 1 jam lagi, kami sampai dirumah…, pukul 6.30, aku menelepon kakakku, sengaja…bikin kejutan.

“Assalamualaikum” sapaku di telp.
“Waalaikum salam, sopo iki?” jawab Yu ku…
“Aku lah Hariani, aku muleh iki ojo turu sek, 1 jam lagi nyampe…”
“Loh… Kok ndadak men, ra kabar kabar sek…??!!” jawab kakaku, dia pasti terkejut hehe…
Lalu kutelp juga kakaku yang satunya, aku minta untuk datang ke rumah lor. Ok katanya.

Akhirnya, mobil nyampe depan rumah…
Subhanalloh alhamdulillah, perasaan ini sudah sangat terharu, mataku sudah berkaca-kaca. Menahan kerinduan pada keluarga tercinta.
Sseeetttt… Suara mobil berhenti dan parkir depan rumah, tak lupa pak sopir membunyikan klakson, kulihat kedua kakaku dan anak-anak keluar menyambutku sambil tersenyum menyapaku…
“Assalamualikum”, sapaku
” waalikum salam…kok ra omong lek arep muleh”.. Kakak ku. Kami berpelukan… Melepas kerinduan.
Pacarku menurunkan koper, lalu ku kenalkan dia pada mereka.
“Pacarku, calon suami.” Kataku sambil tersenyum melirik dia.
Lalu mereka bersalaman, kakaku mengajak kami masuk.
Aku mengajak pak sopir mampir dulu tapi pak sopir menolak, setelah berpamitan, dan aku kasih sedikit oleh-oleh, pak sopirpun berlalu. “Terimakasih pak sopir dan mobil honda jazz nya, hati-hati di jalan.” kataku.

Kamipun masuk, tak segan lagi, aku langsung merebahkan tubuhku di depan tivi, di atas tikar yg dulu biasa kulakukan, tanpa basa basi…
Oh, aku merindukan ini
Aku menginginkan ini

Kakak dan pacarku hanya tertawa aja liat polahku…
Aku tak peduli, aku cuek aja dan enjoy menikmati suasana ini.

Alhamdulillah
Wa syukurillah
Sollalloh ala Muhammad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s