Tkw menjadi miliader 7

Seperti cerita drama

Ya…seperti cerita dalam drama atau sinetron.
Ataukah memang drama dan sinetron mengambil kisah nyata dalam kehidupan?.

Kita menarik hasil akhir dari apa yang dominan di pikiran kita. Tetapi jalan-Nya, sungguh mengagumkan.
Apakah karena kita selama ini hanya membayangkan hasil akhirnya, hanya berdoa hasil akhirnya?
Tanpa membayangkan jalanya dan berdoa jalanya..?
Kurasa begitu.
Akan tetapi, prosesnya itu juga sebenarnya ada dalam bayangan kita, tapi kita tidak menyadari terjadinya. Kita sering dihadapkan pilihan, dan kita lupa doa kita sendiri, kita sering tidak memiliki keberanian akan resiko. Sehingga kita mengatakan kenyataan tidak semudah mimpi. Saat kita sudah dihadapkan menerima doa kita,kita lebih sering berubah pikiran.
Itulah yang sering kualami.

Hari ini.
Aku membuktikan kebenaran hukum Alam, ataukah hukum Tuhan…? Yang pasti, hukum yang diciptakan Tuhan.
Benar sebuah firman yang aku lupa tepatnya, yang kuingat intinya, bahwa kalau saja tinta seluas lautan dan ditambah lagi seluas bumi dan langit dipakai untuk menulis ilmu Allah, maka tidak akan cukup.
Tuhan menciptakan sesuatu terdapat hukum, ilmu, petunjuk, manfaat, hikmah, dan begitu banyak perumpamaan yang bisa dijadikan pelajaran bagi kaum yang berakal, beriman.
Subhanalloh, wal hamdulillah.

Setiap insan, mempunyai ceritanya masing-masing, cara atau jalan hidup. Yang unik dan mengagumkan.
Dan aku sangat bersyukur,
Allah mengilhamkan padaku jalan ini, jalan syukur.
Baru sedikit yang kutahu sebenarnya apa itu kehidupan.
Mungkin sepanjang sejarah tiap manusia mencari jati dirinya dan apa itu hidup.
Dan Tuhan senantiasa menuntun kita, pada penemuan diri, siapa kita, dan itu sebatas yang mampu kita pikirkan. Masih begitu banyak dan luas, yang siap ditemukan oleh pikiran liar kita.
Sesuatu yang luar biasa.

35 tahun usiaku kini menurut perhitungan waktu yang ditentukan manusia.
Setiap tahun berisi kisah perjalanan yang luar biasa.

Menilik usia kedua orang tuaku 70an, usia rosul 60an, dan aku berdoa bisa mencapai usia 80 an dengan tetap sehat jasmani rohani seperti Kakek yang kujaga di Singapore. (Usia rata-rata orang cina bisa mencapai 80-90an dengan tetap sehat akal).
Aku sudah hampir separuh usiaku di dunia ini. Aku sudah setengah umur.

Apakah yang sudah kucapai???
Dan apa yang masih ingin kucapai??

Masa Sekolah Dasar.

Ah, tiba-tiba teringat masa sekolah dasar. Semalam, tiba-tiba pikiranku mengenang kembali kehidupan masa itu. Pagi tadi juga kuceritakan pada temanku di sini.

Masa anak-anak itu, terlepas bagaimanapun kondisi ekonomi orang tua, kita tetap gembira dan bahagia, tetap indah.
Masih kuingat, tiap pagi sebelum berangkat sekolah, makan nasi hangat dan sambal kelapa atau kadang nasi hangat dengan ikan asin, sudah sangat luar biasa nikmatnya.
Siang atau sore, makan nasi hangat dengan sayur blendrang…juga sangat lezat.
Toh, kami tetap tumbuh sehat dan ceria.
Kami tidak mengenal ilmu gizi, tapi aku merasa tak kurang gizi.
Buah juga sangat melimpah, di tegal kami, banyak buah pisang, mangga, sawo, nangka, jambu biji, jambu air, pepaya, rambutan. Kadang kami dikasih jeruk oleh tetangga. Saling berbagi.
Kadang, saudara kami yang lelaki dapat ikan, atau belut dari hasil mancing.
Waktu kecil kami suka bermain dan memanjat pohon, paling hobi panjat pohon buah anggrung dan pohon besaran. (Baru kutahu disini, buah besaran sejenis buah berry yang besar kandungan vitaminnya).
Adat masyarakat yang sering mengadakan kenduri, hanya saat-saat itulah, kami baru makan ayam atau daging lainnya.
Kami tidak pusing dengan gizi atau dehidrasi seperti cara hidup bosku di Singapore ini.
Inilah juga Maha Sempurna nya hukum Tuhan. Segalanya berjalan seimbang, meski kami tidak menyadarinya.
Inilah sebenarnya, segalanya di alam ini sudah berjalan seimbang dan sempurna.
Segalanya sudah Tuhan atur dan kirimkan secara otomatis.
Masa kecil itu sungguh sempurna dan berkelimpahan.

Baru setelah dewasa aku belajar ilmu gizi, sayur blendrang itu seperti sayur sampah hanya ampas tanpa gizi.
Disinilah luar biasanya, saat itu Tuhan tahu kami mungkin kekurangan vitamin c, lalu mengirim tetangga mengantar jeruk atau mangga. Atau kami kekurangan zat dalam daging, lalu ada undangan kenduri, hehehe… Sempurna bukan.
Subhanalloh
Alam semesta ini sungguh sempurna dan melimpah.

Masa SMP.

Baru setelah masuk SMP inilah, aku mulai mengenal apa itu arti kekurangan, kemiskinan, malu, minder, tidak percaya diri dan frustasi.

Aku masuk dua besar di SD, dan akhirnya ikut teman masuk SMP favorit di sekolah kabupaten. Sementara sebagian besar teman kelasku masuk di SMP kecamatan.
Di sekolah ini, siswa datang dari berbagai kecamatan. Intelegensi dan ekonomi yang lebih komplex. Dan kebanyakan bukan keluarga petani seperti aku. Ada anak dokter, guru, pedagang, karyawan dll. Mereka datang ke sekolah diantar orang tuanya dengan motor, ada yang bawa motor sendiri, ada yang kos.
Aku mulai risih dan minder.
Saat sepatu dan kaos kakiku sobek tak mampu beli, aku sering malu.
Saat tahu uang jajan ku mungkin hanya seperlima teman-temanku, aku menarik diri dari pergaulan.
Mereka mampu beli minuman dalam botol, bersoda, masih bisa beli nasi soto dan camilan, 2x jam istirahat. Aku hanya mampu beli minuman gelas dan satu dua jajan, 1x istirahat.
Apa boleh buat, kalau aku meminta jajan uang lebih, orang tuaku malah memarahiku, dan menyuruhku mengaca diri, hahaha.
Aku sadar kini, bukan salah orang tuaku, mungkin dulu aku menghujat orang tuaku bahkan Tuhan. Tapi aku sangat bersyukur hari ini.
Masa SMP itulah, aku mengenal segala macam pikiran dan perasaan negatif, yang tak pernah kurasakan di masa SD, yang segalanya melimpah dan indah.

Masa SMK.

Di masa inilah, aku mulai mengenal mimpi.
Mimpi atau impian, cita-cita, hasrat, angan-angan atau apapun tentang masa depan.
Di masa ini pula, aku berkecamuk dengan diri sendiri, siapa aku, kenapa aku, mau kemana aku, untuk apa aku dilahirkan dan sebagainya.
Pencarian jati diri, komplain kehidupan. Aku harus siap menghadapi hidup bersosial.

Di masa ini, aku mulai membuat dream book, vision board.
Menjadi jutawan, keliling dunia.

Di masa ini juga aku memiliki dendam, saat melihat kakakku menghajar keponakanku karena meminta es krim yang lewat dijalanan, karena tak mampu beli.
Miris, ngeri. Aku berjanji pada diriku, aku harus jadi orang kaya, orang yang punya banyak uang.
Peristiwa itu mungkin sudah menjadi angin lalu bagi kakakku,tapi tidak bagiku, karena kejadian itu bukan satu dua kali, dan terjadi di depan mataku.

Aku mulai bertanya, cara menjadi kaya. Aku membaca buku-buku menjadi kaya. Aku mencari informasi tentang orang-orang kaya.
Dan kesimpulannya, cara menjadi kaya, rata-rata orang super kaya, mereka ada di dunia perdagangan, dunia bisnis. Bukan pegawai, pejabat atau priyayi seperti kata orang tuaku.
Sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada di dunia perdagangan , begitu ku dengar dari motivator muslim.
Dan Rosul, istri Rosul, juga pedagang, saudagar.

Tapi aku tak tahu harus mulai darimana, aku ingin segera kaya. Dengan pertimbangan dan entah kenapa, akhirnya aku memutuskan jadi tkw. Tetapi aku terjebak pada lingkaran tikus, keluar lobang masuk lobang. Dari Singapore, Taiwan, Hongkong, berakhir di Singapore lagi.

Review hukum ketertarikan.

Tapi aku mendapatkan semua yang ku inginkan.
Menjadi jutawan.
Berkeliling dunia.

Karena sebelum ini aku tak mengenal hukum ketertarikan, aku membiarkan pikiranku berjalan sesukanya. Membiarkan hal negatif masuk dalam perasaan.
Sehingga yang terjadi dalam hidupku bukan apa yang kuinginkan sepenuhnya.

Sekarang aku belajar hukum ini. Dan aku menjadi Tuan dari pikiranku, aku mengendalikan perasaanku.
Aku adalah master dari apapun yang kulakukan.

Dan aku menggunakan ini untuk menarik $1.000.000.
Dan tiba-tiba, segalanya berubah.
Mungkin iya, aku adalah satu diantara orang-orang yang beruntung mendapatkan rezeki nomplok.hehehe. Apapun sebutannya. Alhamdulillah.

Kini diusiaku yang ke 35 tahun. Usia sejarah bagiku. Tonggak hidup baru.
Rezeki nomplok.
Menikah.
Tepat di bulan Agustus, bulan yang juga adalah hari ulang tahunku.
Bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Amazing.
Luar biasa.

Semoga ke depan, akan dan selalu lebih baik lagi.
Dengan hukum ini, aku bisa menarik lebih banyak kebaikan dan keajaiban.
Saatnya mewujudkan mimpi-mimpi lagi. Yang lebih gila lagi. Yang lebih spektakuler lagi. Setidaknya, spektakuler bagi diri dan hidupku.

Semangat!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s