Tkw… Mandiri merdeka

Pembebasan TKW

Tkw adalah pekerjaan penjajahan, perbudakan, diskriminasi.
Tkw bukan pekerjaan pilihan, tapi keterpaksaan.

Pemerintah membuka kesempatan warganya menjadi tkw.
Gaji 5x lipat dari pekerjan yang sama di dalam negeri. 3x lipat UMR kota besar.
Untuk membuat tkw menjadi bangga sebagai tkw, pemerintah rezim Suharto memberikan gelar pahlawan devisa. Penghasil devisa terbesar negara, sebagai alat pembayar hutang luar negeri.

Berapa banyak mata rantai dari bidang ini memberikan kontribusi pada ekonomi negara ini. Devisa, transportasi seperti pesawat, bus, travel. PJTKI, penukaran mata uang, jasa kargo, dan banyak lagi.
Bisnis buruh ini menjadi lingkup tersendiri.
Belum banyaknya pungli yang dimanfaatkan manusia kurang moral dengan membodohi tkw.
Para pengemis intelek dengan tutur manisnya, sudah menjadi budaya sepanjang sejarah pertkwan. Memilukan.
Sampai kapan penjajahan ini berakhir.

Sejarah sekitar 1980an, booming sekitar thn 2000an, dan kini tahun 2015. Sudah 35 tahun bentuk penjajahan ini terjadi. Masihkah kita sebagai tkw, ingin ini terus terjadi…???

Siapa yang bisa membebaskan kita, kalau bukan kita sendiri, tkw.
Ingat sejarah penjajahan kolonial, siapakah yang membebaskan bangsa ini kalau bukan generasi bangsa sendiri???
350 tahun dijajah Belanda apakah waktu yang singkat. Berapa generasi itu??
Dan mau berapa generasi kita menjadi bangsa yang mensuplai kebutuhan pembantu rumah tangga dunia???
Jujur, apakah kita bangga dengan sebutan itu???

Kini, presiden Jokowi bermaksud menghapus perbudakan tkw, amin, semoga menjadi kenyataan. Kalau pintu ditutup, mau tidak mau, kita akan berusaha di negeri sendiri, daripada menghujat pemerintah, kenapa kita tidak bantu pemerintah dengan berusaha di negeri sendiri. Kalau Malaysia bisa, kenapa kita tidak.
Saya setuju dengan Jokowi, yang perlu diperbaiki dari bangsa kita adalah Moralitas dan Mental.
Pembenahan dari dalam diri kita masing-masing.
Kita telah terlalu lama dalam pendidikan penjajahan.
Mental kita menjadi mental penakut, penjilat, pengemis dan mental-mental pecundang lainnya.
Bukan salah kita, ini masalah waktu, kita mulai dari diri kita masing-masing, berusaha, belajar memperbaiki mental.
Belajar, berlatih menjadi mental pemenang.

Kita pasti bisa.

Demikian pula tkw.
Kita pasti bisa.
Kita punya kesempatan kalau kita bersatu.
Belajar dari sejarah kemerdekaan bangsa kita.
Mereka yang belajar semasa di luar negeri, membuat gerakan dan kesatuan di dalam negeri. Dan akhirnya kita merdeka. Sejarah bangsa mungkin belajar menulis, berorganisasi, militer demi mengusir penjajahan kolonial.
Kita tidak harus belajar itu semua, karena bangsa kita sudah merdeka.
Kini kita terjajah secara ekonomi dan kemandirian.
Kita harus belajar tentang ekonomi dan kemandirian pula.
Kita bersatu, menjalin organisasi ekonomi.
Dan kita punya organisasi ekonomi yang hebat, yaitu koperasi. Kenapa tidak kita coba mempersatukan tkw kita dalam satu wadah, koperasi tkw.

Saya kurang tahu banyak tentang koperasi, tapi beberapa hal yang saya ingat waktu sekolah. Koperasi didirikan dari, oleh dan untuk anggota.
Dan setiap tahun kita akan menerima SHU. Ini ide hebat.
Semoga terealisasi.

Terimakasih buat yang berkenan memberi saran.

Salam tkw merdeka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s