EFT, Bermainlah tanpa Beban

EFT untuk Semua

Thursday, August 11, 2011

Bermainlah tanpa Beban

Teman-teman,

Dulu, ketika stasiun televisi hanya ada satu, yakni TVRI, dalam siaran langsung pertandingan bulutangkis atau sepakbola, reporter Sambas selalu mengajak penonton untuk berdoa bersama-sama agar “pemain kita” atau “kesebelasan kita” berhasil mengatasi ketertinggalan dan menang. Itu ajakan baik, tentu saja, dan ia dikenang oleh hampir semua penonton televisi pada masanya karena selalu mengajak penonton berdoa bersama-sama. 

Berkebalikan dari Sambas, bintang sepakbola Belanda Johan Cruyff tidak mempercayai doa. Ia bilang, “Tak ada Tuhan di lapangan bola. Jika Tuhan hadir di sana, dan doa para pemain dari kedua kesebelasan dikabulkan, maka semua pertandingan selalu akan berakhir imbang.”

Tanpa berniat membahas kekuatan doa atau keyakinan-keyakinan religius, saya hanya ingin mengatakan bahwa Sambas mengingatkan kita tentang satu hal, yakni orang sering berdoa ketika kepepet, ketika situasi sulit, sementara Cruyff mengingatkan kita bahwa kemenangan ditentukan oleh performa kesebelasan dan para pemain masing-masing. Dan, pertanyaannya, apa yang membuat seseorang lebih berprestasi dibandingkan orang lain?

Anda sering mendengar ada orang-orang yang “bermental juara” dan mungkin ada pula yang sebaliknya, meskipun saya tidak pernah mendengar ada olahragawan yang disebut-sebut memiliki mental pecundang. Dalam kompetisi di lapangan bulutangkis, misalnya, ketika dua orang dengan kemampuan teknik dan kekuatan stamina yang berimbang saling berhadapan, siapakah yang berhak memenangi pertandingan? Jawabannya mudah, yakni pebulutangkis yang bisa menjalani pertandingan itu di level tertinggi permainannya. Dan yang bisa melakukan hal itu, tampil di level tertinggi keterampilannya, hanyalah orang yang rileks, yang berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan emosi negatif yang menghambat penampilannya.

Mungkin seseorang tampak sangat meyakinkan ketika latihan, tetapi segera kehilangan sebagian besar kehebatan pada sebuah kejuaraan. Kita tahu bahwa ada atmosfer berbeda, ada tekanan berbeda, yang dirasakan oleh seorang pemain ketika ia tampil pada sebuah pertandingan besar, dibanding ketika ia latihan. Dalam sebuah pertandingan yang menentukan, ia mendengarkan sorak dan mungkin kekecewaan penonton yang memadati tempat duduk stadion; ia mungkin lekas gugup oleh semua itu dan pukulannya menjadi tidak akurat; ia mungkin merasa lekas panik ketika ketinggalan angka dan putus asa ketika ketinggalannya makin jauh; ia mungkin selalu merasa takut kalah, dan ia selalu merasakan bahwa di pertandingan resmi kakinya selalu terasa lebih berat dibandingkan di saat latihan, sebagainya.

Dalam pertandingan sesungguhnya, hambatan untuk bermain di level tertinggi adalah “urusan mental” dan di wilayah inilah EFT bekerja. Dengan menyingkirkan semua hambatan mental yang ada padanya, seseorang bisa dengan dengan rileks menjalani pertandingan dan bermain di level terbaik yang ia kuasai. Ia bisa memukul tanpa hambatan mental yang menyebabkannya kehilangan akurasi; ia bisa melangkahkan kakinya dengan ringan sebagaimana yang ia tunjukkan pada saat latihan; ia bisa menunjukkan sikap rileks dalam situasi ketinggalan dan tidak pernah menunjukkan keputusasaan—sebuah kualitas yang membuat kita memujinya sebagai orang yang bermental juara. Dalam ungkapan lain, kita menyebut orang seperti itu selalu bisa bermain tanpa beban.

Salam,
A.S. Laksana

N.B. Sekadar mengingatkan, bermain di lapangan mana pun anda, bermainlah tanpa beban. Itu akan membuat anda bermain di level tertinggi kecakapan anda. Apa pun kecakapan anda.

A.S. Laksana at 7:00 PM

Share

 

No comments:

Post a Comment

Links to this post

Create a Link

Home

View web version

Powered by Blogger.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s