EFT, Menggunakan EFT untuk Diabetes

EFT untuk Semua

Saturday, September 24, 2011

Menggunakan EFT untuk Diabetes

Teman-teman

Menangani diabetes dengan EFT adalah pengalaman pertama yang menakjubkan bagi saya, beberapa tahun lalu. Semua hasilnya saya catat secara teliti, sebab jika teknik ini berhasil, cepat atau lambat saya pasti akan membagikan pengalaman ini. Ketika mulai mengenal EFT, saya betul-betul ingin mengamalkna prinsip “try it on everything”. Dengan kata lain, apa saja dihantam. Teman saya, yang juga belajar dalam waktu yang bersamaan dengan saya, lebih ajaib lagi dalam caranya menggunakan EFT untuk apa saja. Ia bahkan menerapkan EFT untuk mengatasi pompa airnya yang tiba-tiba rusak. “Berhasil, Bung,” katanya.

Saya tidak berani berkomentar apa-apa. Ia sedang bergairah, dan saya betul-betul bungkam mendengar kabar yang ia sampaikan. Sebelum ia memberi kabar tentang pompa air, sebenarnya saya sudah pernah membaca pengalaman seorang praktisi baru di situs Gary Craig tentang bagaimana ia menyelesaikan masalah komputernya dengan penotokan EFT. Untuk pengalaman-pengalaman semacam itu, anda hanya bisa bilang, “Monggo mawon. Silakan.”

Saya sendiri tidak pernah menggunakan EFT untuk menotok kursi yang reyot, atau toples yang retak, atau ban sepeda motor yang kempes mendadak. Biar hal-hal seperti itu ditangani oleh ahlinya saja.

Penyakit serius pertama yang saya tangani adalah diabetes, dengan pasien yang juga sangat serius, yakni mertua saya sendiri. Kadar gula dalam darahnya sedemikian tinggi. Saya memperkenalkan kepadanya sebuah teknik penyembuhan ampuh dengan cara hanya menotok-notok beberapa bagian tubuh. “Banyak orang di luar negeri yang sudah menggunakannya untuk menangani diabetes,” kata saya waktu itu. “Mungkin bisa dicoba, Pak.”

Ia setuju mencoba. Maka, yang pertama saya lakukan adalah membeli alat pengukur kadar gula darah. Pada pengukuran pertama siang itu, kadar gula darahnya 320 mg/dl. Itu terlalu tinggi, karena nilai kadar gula normal adalah:
70-110 mg/dl (puasa)110-140 mg/dl (2 jam sesudah makan normal)Hal yang paling merepotkan pada penderita diabetes adalah mereka biasanya cepat putus asa ketika tahu dirinya sudah kena diabetes. Dunia kedokteran menyimpulkan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan jika seseorang sudah kena.

Apa yang disampaikan oleh Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo, spesialis endokrinologi dan Ketua Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) ini saya kira bisa mewakili pandangan dunia medis. “Jika sudah diabetes, tidak dapat disembuhkan dan lebih sulit penanganannya,” katanya.

Saya bukan dokter, dan sama sekali tidak punya kompetensi maupun pengalaman medis untuk melampaui pernyataan dan kesimpulan dari dunia kedokteran. EFT, hipnoterapi, atau pendekatan-pendekatan alternatif lain bagaimanapun akan tetap menjadi perangkat alternatif, sementara dunia kedokteran selalu akan menjadi jalur utama dalam soal-soal penanganan pelbagai penyakit.

Saya menggunakan EFT dengan prinsip yang sangat sederhana. Memang sampai sekarang penanganan dengan prosedur ini sering memberikan hasil yang menakjubkan. Namun, sebagaimana dikatakan Gary Craig, si penemu teknik ini, EFT tidak mungkin sempurna seratus persen. Untungnya, kalau toh ia tidak bekerja memuaskan, ia tidak membikin penyakit seseorang menjadi bertambah parah. Anda tidak perlu mengkonsumsi apa pun dalam penotokan EFT. Paling-paling hanya minum segelas air putih jika kehausan. Tidak ada efek samping apa pun dengan teknik ini.

Jadi, begitulah, setelah pengukuran kadar gula darah ayah mertua saya, saya segera menotoknya dengan kalimat setup standar: “Meskipun kadar gula darah saya 300 lebih, saya menerima diri saya apa adanya.”

Lalu saya jalankan EFT satu putaran, cek gula darah, turun 42 mg/dl menjadi 278 mg/dl. Masih tinggi. Tetapi ia mendapatkan bukti bahwa penotokan dengan EFT bekerja baik untuk menurunkan gula darahnya.

Lalu saya teruskan lagi dengan kalimat setup: “Meskipun kadar gula darah saya masih di 278, masih di atas normal, saya terima diri saya dan keadaan saya apa adanya.”

Cek lagi, turun 23 mg/dl menjadi 255 mg/dl. Saya teruskan dengan kalimat setup standar, sampai mentok penurunannya. Hari itu sesi berakhir dengan kadar gula darahnya turun menjadi 174 mg/dl. Masih di atas normal.

“Masih harus menurunkann 34 lagi untuk mendapatkan kadar gula normal, Pak, “ kata saya. “Itu sangat ringan dan hari ini kita sudah bekerja untuk menurunkan 146.” Hal yang sangat penting dalam sesi itu adalah, ia sudah menurunkan banyak sekali kadar gula darahnya yang semula 320 mg/dl.

Memang pada malam harinya, setelah makan, ia melaporkan bahwa kadar gula darahnya naik lagi. “Jadi 236,” katanya.

“Totok terus saja, Pak,” kata saya. “Sampai semuanya berfungsi beres seperti ketika sangat sehat.”

Keesokan paginya, ia melaporkan bahwa ketika kencing, ada pecahan-pecahan batu ginjal, seperti kristal kecil-kecil yang ikut keluar. “Itu efek lain dari menurunnya kadar gula darah,” kata saya seolah-olah sangat paham. Dan hari itu pandangannya juga menjadi lebih jelas. Semula sudah kabur karena glukoma.

Dalam sesi-sesi berikutnya, saya mencoba melakukan EFT dengan pendekatan yang berbeda—dengan metafora. Itu lebih aman dan leluasa karena, terus terang, agak repot juga menggali akar masalah secara langsung pada mertua sendiri. Kami mengerjakan banyak hal dalam beberapa hari berikutnya dan menotok banyak isu, termasuk menyasar insulinnya yang sudah tidak berdaya untuk menyusupkan kadar gula ke dalam tubuh.

Sampai sekarang kondisinya jauh lebih baik dan ia merasa yakin bahwa ia sendiri bisa mengatasi masalahnya. Kini ia bisa mengendalikan apa yang semula sangat mencemaskan dan nyaris tak tertangani.

Salam,
A.S. Laksana

A.S. Laksana at 8:23 PM

Share

 

Home

View web version

Powered by Blogger.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s