EFT, “Mengizinkan Diri Berubah” dengan Proses EFT

EFT untuk Semua

Thursday, September 22, 2011

“Mengizinkan Diri Berubah” dengan Proses EFT

Teman-teman sekalian, 

Seperti dalam belajar segala hal yang lain, saya belajar sesuatu dari orang-orang yang lebih dulu melakukannya. Itu saya kira cara belajar yang paling mudah, dan memang selamanya kita belajar dari orang-orang lain yang menjadi pendahulu kita. Dalam mempelajari penulisan, itu saya lakukan. Dalam mempelajari hipnosis, prosesnya seperti itu juga. 

Dalam mempelajari EFT, sama saja. Saya membaca pengalaman orang lain, mengamati apa yang dilakukan orang lain, melihat video tentang bagaimana orang lain melakukannya. Dalam benak saya, yang selalu menempel adalah kata-kata Erickson. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, katanya, dengan sedikit ketekunan saja dan fokus dan dengan cara belajar yang benar, kita akan mencapai tingkat kemahiran dalam bidang yang kita tekuni.

Itu kata-kata yang mengobarkan semangat, tetapi juga meracuni. Dan anda akan menjadi seorang pembelajar seumur hidup anda jika anda menyukai eksplorasi dalam bidang-bidang baru yang bisa setiap saat mengusik pikiran anda. Tapi keracunan untuk belajar tentu saja tak jadi masalah.

Mengingat-ingat lagi bagaimana mulanya mempelajari EFT, ingatan saya melayang pada situs www.emofree.com. Itu situs yang dikelola oleh Gary Craig. Sekarang ia sudah menyatakan diri pensiun dari kegiatannya dengan EFT dan situs tersebut, tetapi semua isi situs itu tetap bisa diakses melaluwww.EFTuniverse.com. Hampir setiap hari, selama waktu sekitar dua tahun, saya mengunjungi situs tersebut, mengambil apa saja yang bisa diambil dari sana, membeli 3 set DVD Gary Craig, menotok isu apa saja tentang diri saya, menotok kerabat, menotok teman-teman. Jari-jari tangan saya seperti gatal ketika melihat orang yang tampaknya perlu ditotok.

Yah, saya seperti seorang pelajar yang mengambil kursus intensif dalam waktu dua tahun. Sampai suatu hari tubuh saya ngilu-ngilu dan saya pikir ini masalah sepele. Dengan satu putaran EFT saja pasti beres seluruh ngilu. Maka saya ketuk titik-titik meridian tubuh saya dengan prosedur EFT. Tidak berhasil. Saya sudah mencari isu apa yang membuat tubuh saya sakit-sakit seperti itu—tidak ketemu. Hari itu saya tidak bisa membuka komputer, tidak berhubungan dengan internet, tidak bisa mengakses situs Gary Craig. Itu hari yang sangat meresahkan. Tidak membaca sesuatu dari situs itu membuat hari saya terasa buruk sekali. Oh, ada apa ini?

Tiba-tiba terlintas dalam benak saya, jangan-jangan saya terobsesi dengan EFT. Saya sasar isu terobsesi ini dengan prosedur EFT dengan kalimat setup “Meskipun saya terobsesi dengan EFT, saya terima diri saya sepenuhnya dan apa adanya.”
Rasa ngilu-ngilu di tubuh merosot, tapi masih ada. Lalu saya sasar isu apa saja yang berkaitan dengan terobsesi itu. Dan hari itu urusan dengan ngilu-ngilu di tubuh beres. Saya bisa menghidupkan komputer lagi. Tapi saya pikir tidak usah saja. Saya akan beristirahat dan menikmati seharian tanpa menghidupkan komputer.

Sekarang, ketika membicarakan proses belajar itu, saya mencoba mengingat-ingat bagaimana mulanya. Tulisan-tulisan apa saja yang saya baca di awal-awal ketika saya mulai mengunjungi situs Gary Craig. Dan berikut ini adalah salah satu tulisan yang saya baca di awal-awal saya mempelajari EFT. Itu cerita ringkas oleh Gene Monterastelli, seorang praktisi EFT, yang saya temukan di situs emofree, berjudul “Mengizinkan Diri Saya Berubah.” Silakan…. 

Saya menangani klien yang menanyakan, “Kenapa anda menggunakan frase ‘Saya mengizinkan diri saya…’ dalam putaran EFT yang kita lakukan?” Mula-mula saya sulit menjawab karena saya tidak tahu berapa banyak saya sudah menggunakan frase itu.

Alasan saya menggunakan frase itu karena kita sering tidak merasa bahwa kita berhak atas sesuatu yang memang hak kita. Ketika ada bagian dari diri kita atau masa lalu yang perlu disembuhkan, sering akan ada bagian hari ini yang menolak penyembuhan itu. Resistensi yang paling umum terhadap penyembuhan ini adalah perasaan bahwa perubahan itu tidak ada gunanya. Perasaan ketidakbergunaan itu secara umum mengambil dua bentuk.

Pertama adalah perasaan tidak berguna untuk menyembuhkan sesuatu yang memang sudah ada. Anda mungkin meyakini bahwa anda berhak atas penyakit yang anda miliki… anda dihukum… anda tidak seharusnya meminta lebih baik… ini semacam karma yang harus saya terima.

Perasaan kedua adalah tidak ada gunanya menjadi lebih baik di masa depan. Anda mungkin mempunyai anggapan seperti ini: siapa anda berani ngelunjak meminta pekerjaan yang lebih baik… kehidupan yang lebih baik…. gaji besar… mengerjakan apa yang anda sukai… berat badan turun… menemukan pasangan yang anda dambakan? Anda sudah kelewatan. Anda seharusnya tidak meminta berlebihan…. Ada banyak orang yang lebih kekurangan dibanding anda. Anda serakah. Hanya orang baik yang berhak mendapatkan lebih dan anda bukan orang baik.

Ada pemikiran dan keyakinan yang sangat ampuh, yang mampu memenjarakan kita bertahun-tahun. Ketika kita dikuasai perasaan ini, tentulah susah mendapatkan kekuatan untuk berubah. Inilah kenapa frase “Saya mengizinkan diri saya….” menjadi sangat bertenaga. Ia ditujukan langsung kepada bagian diri kita yang tidak mengizinkan kita berubah karena menganggap bahwa perubahan itu tidak ada gunanya.

Ide tentang izin ini sangat berkekuatan. Saya sering mengatakan kepada klien saya, “Saya mengizinkan anda mengubah hidup anda menjadi lebih baik dan anda juga mengizinkan diri anda sendiri.” Ini sangat mudah dimasukkan ke dalam penotokan rutin anda. Wilayah mana pun yang ingin anda ubah, tambahkan saja, “Saya mengizinkan diri saya….” saat anda menotok.

Sekarang, seperti apa pun situasi anda, anda hanya perlu mengizinkan diri anda berubah. Semua hal berubah setiap hari, dan jika anda berhenti, ada tertinggal. Sering orang baru menyadari ketertinggalannya bertahun-tahun kemudian, ketika ia merasa bahwa segala sesuatunya sudah terlambat.

Salam,
A.S. Laksana

A.S. Laksana at 7:01 PM

Share

 

3 comments:

doddy rachmansyahDecember 24, 2012 at 9:24 AM

tertarik pada artikel diatas , kapan dan bagaimana kalimat ” saya mengizinkan diri saya berubah ….” disaat menotok semua titik atau titik tertentu saja mohon sharing …. karena betul kata2 EFT sebelumnya seperti membelunggu untuk harus dapat menerima keadaan / ikhlas tq

Reply

A.S. LaksanaDecember 29, 2012 at 7:26 PM

Pada setiap titik meridian yang diketuk. Sesi “mengizinkan diri berubah” ini bisa dilakukan sebelum kita memulai sesi yang menyasar simptom klien.

Reply

Yamto -atoDecember 16, 2013 at 3:07 AM

saya saat ini merasa ingin terjadi perubahan besar di kehidupan saya 3-5 tahun yang akan datang,tetapi ada trauma yang selalu menghantui saya,yaitu sy tidak percaya diri, EFT yang anda tulis adalah sebuah pentunjuk Tuhan ,pada suatu malam sy berdoa dan sehabis sholat tahajud sy menemukan EFT meski sebelumnya sy sudah sekilas tau melalui internet ,tapi malam itu benar- benar meyakinkan sy bahwa EFT adalah jawaban dari doa sy, sy sangat berterimakasih pada anda Bung As Laksana….pertanyaan sy apakah sy harus benar-menemukan akar masalah sy untuk merubah sikap atau kehidupan sy 2-3 tahun yang akan datang terimakasih

Reply

Links to this post

Create a Link

Home

View web version

Powered by Blogger.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s