EFT: Mukjizat di Ujung Jari

EFT untuk Semua

Thursday, August 25, 2011

EFT: Mukjizat di Ujung Jari

Teman-teman, 

Jika anda belum pernah mengenal EFT, silakan buka panduan ringkasnya di menu blog ini. Pelajari sebentar bagaimana cara bekerjanya teknik ini dan lakukan, dan anda akan tahu bahwa judul tulisan ini bukan sebuah upaya untuk bombastis. Ujung-ujung jari anda benar-benar akan menjadi alat untuk mewujudkan kebaikan pada diri anda dan pada orang-orang terdekat anda, atau siapa saja.

Emotional Freedom Techniques (EFT), yang diciptakan oleh Gary Craig pada tahun 1990-an, adalah sebuah terobosan jenius di lapangan terapi energi. Teknik ini didasarkan pada prinsip meridian yang berkembang dan dipraktekkan di Cina sejak ribuan tahun lalu, yang menjadi dasar bagi pengobatan tusuk jarum dan penotokan, tetapi—dengan pemahaman mendalam terhadap prinsip energi meridian—maka menjadi begitu sederhana dan efektif. Dan setiap orang bisa menggunakannya untuk mewujudkan kebugaran diri sendiri.

Mencoba untuk apa saja

Berapa lama anda berkutat dengan masalah rendahnya kepercayaan diri? Berapa lama anda mengatasi ketakutan bicara di depan umum? Atau hingga sekarang tetap gugup bicara di depan umum? Berapa lama anda tersiksa oleh trauma? Perasaan putus asa? Kemarahan? Dendam? Kebencian? Atau anda tersiksa bertahun-tahun oleh penyakit kronis yang tak sembuh oleh obat-obatan kimia?

Anda bisa mencoba EFT untuk mengatasi apa saja. Menggali akar masalah, mengangkatnya ke permukaan, dan menotoknya. Itulah yang dilakukan oleh EFT. Setiap kegelisahan, setiap ketidaknyamanan, selalu punya akarnya yang mungkin terpendam dalam-dalam di dalam diri kita. “Yuniar”, perempuan 50 tahun, mengembangkan dirinya menjadi perempuan tuli karena bertahun-tahun dalam hidupnya, “Saya selalu dimarahi dan dipersalahkan dan saya ‘tidak ingin mendengar’ semua ucapan itu.” Ia menceritakan bahwa pengalaman itu terus berlangsung sampai ia berumah tangga—ia bersuamikan seorang lelaki pemberang yang mudah mengamuk dan membentak-bentaknya dan memukulinya. “Saya ingin menutup telinga saya setiap kali mendengar ia mencaci maki saya,” katanya. 

Sudah bertahun-tahun Yuniar meninggalkan lelaki itu dan mereka akhirnya bercerai. Saya melihat Yuniar selalu bermuka masam, dan jika ingin bicara dengannya, kita harus bicara dengan suara keras, seperti sedang membentak-bentaknya.

Anda tahu, sebuah gejala fisik kadang-kadang merupakan mekanisme pertahanan dari seseorang—sebuah cara untuk merasa aman—atau sebuah cara menjadi berkuasa. Ketulian Yuniar menjadikan ia terbebas dari suara, atau cacian, apa pun yang ditujukan kepadanya. Ia bisa menunjukkan muka masamnya kepada siapa saja tanpa rasa takut bahwa ia akan mendengar dirinya diomeli orang lain karena bermuka masam.

Dengan menyingkirkan emosi-emosi negatif yang, membereskan timbunan sampah kejadian-kejadian masa lalunya, Yuniar bisa membereskan masalah ketulisannya. Kini telinganya berfungsi baik dan ia bisa mendengar dengan jelas.

Keyakinan negatif dan kekacauan energi tubuh

Asumsi dasarnya adalah bahwa gejala fisik maupun non fisik yang diderita oleh manusia selalu disebabkan oleh kekacauan energi tubuh. Kekacauan itu membuat bertimbunnya emosi negatif dalam diri kita, dan itu memberi sumbangan besar bagi segala bentuk ketidaknyamanan baik fisik maupun emosi.

Dan EFT adalah alat untuk membereskan kekacauan itu dan membuat energi tubuh kembali selaras. Jadi, pada dasarnya EFT merupakan alat yang ampuh untuk menyingkirkan penyakit fisik maupun emosional.

Pengalaman-pengalaman negatif membentuk keyakinan terbatas, menyebabkan trauma, ketidakpercayaan diri, dan pelbagai gejala lain yang membuat diri kita tidak berfungsi optimum. Anda bisa tertekan oleh situasi tertentu, atau jantung anda berdegup kencang, tangan anda berkeringat, dan anda gelisah oleh sesuatu. 

Seseorang, misalnya, bisa terserang panik dan gelisah hanya karena melihat atau membayangkan warna tertentu. Ia memiliki pengalaman subjektif, dan membentuk persepsinya sendiri, tentang warna tersebut, atau ia memiliki trauma yang ia kaitkan dengan warna tertentu. Lalu ia membangun keyakinan bahwa ia tak bisa melihat warna tertentu. Selanjutnya ia mewujudkan “kenyataan” bahwa warna tertentu memang memiliki pengaruh buruk bagi dirinya. Warna itu membuatnya gelisah, gugup, sakit kepala, dan sebagainya. Dan “faktanya” memang begitu, sampai ia bisa mengubah persepsi dan keyakinannya, sampai ia bisa memandang warna itu dalam cara yang lebih sehat.

Salam,
A.S. Laksana

N.B. Ada cara mudah untuk terjerumus, ada cara mudah untuk membebaskan diri dari keterkungkungan. EFT adalah cara mudah itu.

A.S. Laksana at 9:27 PM

Share

 

No comments:

Post a Comment

Links to this post

Create a Link

Home

View web version

Powered by Blogger.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s