Allah dan aku

BerandaMateriDukungan PresentasiAcaraMitraKomunitasTentang KamiLoginDaftar

Berita & Artikel

2014-03-04
Kepada Siapa Anda Menghamba?
Drs. S. Hamdani, MA
Pemandu Utama Pncerahan Liqa Allah

 Seberapa dalam pengetahuan anda tentang Allah, padahal tiap hari anda berdoa kepada-Nya. Sudahkah kesadaran anda merasakan kehadiran Allah dalam setiap nafas yang anda hirup? Sudahkah anda merasakan kekuatan Allah yang meliputi alam semesta, jiwa raga anda, ruh anda dan seluruh aktifitas anda?

Bangsa ini mengalami krisis spiritual. Berdampak pada semua aspek kehidupan!

(QS. Al-Hadid, 57 : 20)
Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. 

(QS. Al- Ankabut, 29 : 64).
Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

(QS. Ar-Ruum, 30 : 7)
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. 

KEHIDUPAN DUNIA BUKAN REALITAS YANG SEBENARNYA
Kehidupan dunia ini ibarat mimpi dalam tidur. Oleh sebab itu, yang harus diubah bukan mimpinya, tetapi manusia harus dibangunkan dari tidur lelapnya di alam bendawi, agar bisa menyaksikan kenyataan yang sebenarnya. 

Rasulullah bersabda, “Manusia itu tidur dalam hidupnya, dan ketika mati dia bangun”. Rasulullah juga bersabda, “Matilah sebelum mati”. Mati itu ada dua macam. Pertama, mati yang sudah ditentukan waktunya, yaitu terpisahnya ruh dengan jasad. Kedua, mati pilihan, yaitu mati dalam arti fana Afal , Asma, Sifat, dan Dzat. Yang dimaksudkan Rasulullah adalah mati pilihan, yaitu ketika manusia bangun tidur sehingga bisa menyaksikan Afal (perbuatan), Asma (nama-nama), Sifat, dan Dzat Allah sebagai kenyataan yang sebenarnya.

Dalam hidupnya yang sebentar di dunia ini, manusia tidak dibenarkan hanya berurusan dengan benda-benda dan semacamnya. Manusia harus menyadari asal-usulnya, dasar wujudnya, sumber kekuatannya, tempat bergantunnya dan tempat kembalinya, yaitu Allah. 

Kehidupan dunia berupa alam semesta dan isinya ini bukanlah realitas yang sebenarnya. Apa yang tampak, dilihat dan ditangkap panca indera itu hanyalah penampakan dan bukan kenyataan yang sebenarnya. Itulah sebabnya, Allah SWT. mengirimkan para Malaikat, Kitab suci, para Rasul dan para Nabi-Nya, agar manusia bisa mengetahui dan mengenal Allah yang sebenarnya. 

Pada akhirnya, semua orang, cepat atau lambat, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, terpaksa atau tidak terpaksa pasti harus meninggalkan alam semesta dengan segala isinya untuk kembali kepada Allah sebagai asal-usul dan tempat kembalinya (QS. 2 : 156). Dengan fakta ini, apa jadinya jika manusia tidak mengetahui Allah sebagai tempat kembalinya. 

REALITAS YANG SEBENARNYA ADALAH ALLAH
Realitas yang sebenarnya itu adalah wujud yang mutlak, yang tak terbatas dan yang Esa, yaitu Allah. Sedangkan yang selain-Nya adalah wujud yang nisbi, terbatas, atau wujud ciptaan, yaitu alam semesta dan segala isinya termasuk manusia. 

Sebelum mengetahui Realitas yang sebenarnya, manusia hanya mengetaui realitas yang tidak sebenarnya, yaitu wujud tergantung, wujud pinjaman, wujud bayang-bayang, wujud ciptaan, alam penampakan atau alam fana yang bisa hilang dan lenyap. 

Walaupun kebanyakan orang sudah membenarkan adanya Allah, namun belum mengenal, belum merasakan kedekatan dengan Allah (Qurbah), belum merasakan kebersamaan dengan Allah (Maiyah), belum merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah (Liqa Allah), belum mencintai Allah (Mahabah), belum dicintai Allah dan belum menjadi khalifah Allah. 

Allah SWT. adalah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi, termasuk matahari, bulan, badan kita, nyawa kita dan juga wujud kita (QS. 2:255; 4:126; 20:6). Maka, wujud manusia itu sangatlah tergantung secara total pada kekuatan Allah. Pemahaman tentang fakta ini bisa mengubah cara pandang kita tentang hubungan Allah dengan alam semesta dan manusia itu sendiri, yaitu dari hubungan aksidental menjadi hubungan substansial-fungsional. 

Allah SWT. Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta, dan Pemilik segala apa yang ada di langit dan di bumi (QS. 2:255) itu memberitahu manusia bahwa Allah itu dekat dengan manusia (QS. 2:186), lebih dekat dengan manusia daripada urat lehernya sendiri (QS. 50:16) dan Allah itu juga selalu bersama manusia di manapun ia berada (QS. 57:4). 

Kebanyakan orang memahami pemberitahuan Allah tersebut baru sebatas pernyataan dan belum memahaminya sebagai kenyataan yang bisa dirasakan dan dialami. Akibatnya, orang tidak bisa merasakan Kekuatan, Bimbingan, Pertolongan dan Perlindungan Allah. 

PENGERTIAN KRISIS SPIRITUAL
Krisis spiritual adalah krisis pengetahuan, krisis kesadaran dan krisis pengalaman tentang Allah. Akibat ketiga krisis tersebut muncullah krisis iman dan krisis aqidah. Oleh sebab itu, solusinya adalah penguatan iman dan pemantapan aqidah.

Krisis Pengetahuan tentang Allah, ditandai dengan minimnya pengetahuan Allah itu apa? Allah itu siapa? Dan Allah itu di mana?. Sehingga, eksistensi Allah hanya dipahami dengan samar-samar. Krisis kesadaran tentang Allah, ditandai dengan ketidakmunculnya kesadaran bahwa Allah itu tidak pernah terpisah dari manusia. Sehingga, manusia merasakan seakan-akan bisa hidup sendiri, bisa berfikir sendiri, bisa beraktifitas sendiri, tanpa merasakan ketergantungan total kepada Allah. 

Krisis pengalaman tentang Allah, ditandai dengan kedangkalannya memahami realitas. Segala sesuatu diukur dengan ukuran alam bendawi atau alam materi. Sehingga, adanya realitas Yang Mutlak, Yang Tidak Terbatas dan Yang Esa itu diluar jangkauan pemahaman dan perasaannya. 

Manusia itu bisa mencapai kesadaran dan bisa merasakan serta mengalami pertemuan dengan Allah di dunia ini. Melalui tauhid hauqalah, ia bisa menyadari bahwa yang ada hanya kekuatan Allah. Melalui tauhid shamadiyah, ia bisa menyadari ketergantungannya secara total pada kehendak Allah. Dan melalui tauhid al-wujud, manusia bisa menyadari bahwa yang ada hanya wujud Allah yang mutlak, yang tak terbatas dan yang Esa.

Sebenarnya, manusia itu tidak bisa hidup, bergerak dan beraktivitas tanpa kekuatan dan pertolongan Allah. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari ketergantungannya secara total pada kekuatan dan pertolongan Allah. Akibatnya, manusia merasa tidak membutuhkan Allah, mengabaikan, dan tidak peduli pada Allah. 

Manusia, sebenarnya juga tidak pernah bisa berdiri sendiri, terpisah dan terlepas dari kekuatan Allah yang tidak terbatas dan tidak terbagi. Perasaan keterpisahan itu hanyalah ilusi yang ada dalam pikiran manusia, karena ketidaktahuannya tentang Allah.

Dengan kekuatan, petunjuk dan pertolongan Allah, manusia bisa dibangunkan dari tidurnya, agar bisa melihat kenyataan yang sebenarnya. Sehingga manusia tidak dikuasai dan diperbudak oleh benda-benda dan semacamnya. 

Pada dasarnya, manusia bisa berada di alam Ilahi yang mutlak dan tak terbatas, tanpa kehilangan individualitas dan identitasnya sebagai manusia (baca hamba Allah), dan juga bisa berada di alam bendawi tanpa berpisah dari yang mutlak dan tak terbatas. 

KRISIS SPIRITUAL BERAKIBAT PADA KRISIS SOSIAL DAN MORAL
Krisis spiritual membawa akibat pada krisis iman dan krisis aqidah. Selanjutnya juga bergulir membawa efek pada krisis kehidupan manusia dalam berbangsa dan bernegara. Yaitu krisis sosial dan moral, krisis pendidikan, krisis hukum, krisis ekonomi, krisis politik dan pemerintahan serta berbagai krisis lainnya.

Krisis sosial dan moral, ditunjukkan dengan perilaku manusia yang lupa diri. Yaitu dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu, sehingga dia merasa sok tahu, sombong, takabur, dan ujub. Ia tidak menghamba kepada Allah, tetapi kepada yang selain Allah. Yaitu menghamba kepada nafsunya, menghamba kepada harta benda, menghamba kepada kekuasaan dan lainnya.

Manusia yang mengalami krisis sosial dan moral, pasti merasa bisa hidup, merasa bisa bergerak dan beraktivitas sendiri, sehingga mengabaikan keberadaan Allah. Padahal, manusia itu tergantung secara total pada kekuatan Allah yang tidak terbatas.

Manusia yang mengalami krisis sosial dan moral, akan kehilangan makna hidupnya, kehilangan status ontologisnya sebagai hamba Allah. Ia pun kehilangan posisi makhluk Ilahiahnya sebagai khalifah dan juga bisa kehilangan derajat tertingginya yang lebih tinggi dari malaikat. Bahkan derajatnya turun ke tingkat hewan dan lebih rendah dari benda mati, karena dikuasai dan diperbudak nafsu, setan serta harta benda dan semacamnya. 

SOLUSI KRISIS SOSIAL DAN MORAL ADALAH TRANSFORMASI SPIRITUAL
Manusia itu bisa hidup dalam tiga alam sekaligus, yaitu alam bendawi atau indrawi, alam ruhani atau rasional, dan alam Ilahi atau spiritual. Tetapi, manusia bisa terkurung dan terpenjara di alam bendawi dan alam ruhani, karena krisis spiritual.

Di alam bendawi atau alam inderawi, manusia mudah dikuasai nafsu dan setan, sehingga manusia menjadi semaunya sendiri, seperti maunya nafsu dan setan yang mau enaknya saja, tidak mau aturan, melawan aturan dan durhaka terhadap Allah. Akibatnya, manusia menjadi egois, tamak, rakus, serakah dan tidak beradab. Egoisme itu sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Di alam ruhani atau alam rasional, manusia berada dalam kesadaran kolektif, sehingga merasa satu golongan, satu suku, satu bangsa, satu agama. Akibatnya, manusia mudah didominasi egoisme kolompok atau golongan, yang memicu timbulnya permusuhan, kerusuhan massal dan perang yang saling menghancurkan.

Di alam Ilahi atau alam spiritual, manusia menyadari status ontologisnya sebagai makhluk Ilahiah atau hamba Allah, yang bisa selalu dekat dan bersama-Nya; bisa selalu berada dalam Petunjuk, Pertolongan dan Perlindungan Allah, sehingga manusia tidak dikuasai dan diperbudak nafsu. 

Manusia itu secara potensial makhluk Ilahiah dan makhluk kekal yang bisa melintasi alam bendawi dan alam ruhani, serta memasuki dan mendiami alam Ilahi. Sebab, ruhnya berasal dari Allah, ruh Allah, milik Allah, ruhnya pinjaman dari Allah atau ruhnya pemberian dari Allah sebagai pinjaman. “Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. 38:72; 15:29). 

Allah menjelaskan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia itu untuk beribadah, menyembah Allah dan menjadi hamba Allah dengan cara mengikuti petunjuk-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjahui larangan-Nya. Oleh sebab itu, manusia harus terus-menerus diberi tahu, diingatkan dan disadarkan pada ketinggian derajatnya sebagai makhluk Ilahiah dan sebagai hamba Allah agar kelak setelah mati tidak menyesal, menderita dan tersiksa selama-lamanya.

Allah SWT. memberi manusia potensi berupa indra, akal dan hati yang bisa dikembangkan sampai tak terbatas. Kini saatnya manusia menyadari potensi Ilahiahnya sebagai makhluk spiritual yang bisa menciptakan dirinya sendiri dan dunianya serta menundukkan langit dan bumi (QS. 45:13).

Manusia yang terkungkung di alam bendawi dan alam ruhani saja, akan mengalami krisis sosial dan moral serta krisis kehidupan lainnya, maka solusi terbaiknya adalah transformasi spiritual dengan cara mengenalkan manusia pada Allah sebagai asal-usulnya, dasar wujudnya, sumber kekuatannya, tempat bergantungnya dan tempat kembalinya. 

Tujuan transformasi spiritual agar manusia bisa merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah di dunia sehinga ia bisa mengakses kekuatan Allah yang tidak terbatas untuk mendapatkan petunjuk, pertolongan dan perlindungan Allah guna mengatasi dan memecahkan semua masalah yang dihadapinya. 

PENUTUP
Manusia bisa mengetahui Allah itu sebenarnya apa, siapa dan di mana dari Allah sendiri yang kita ketahui melalui Al Quran. Lebih dari itu, Allah menawarkan dan menganjurkan manusia agar bertemu Allah (QS. 29:5), Allah menjamin kepastian manusia bisa bertemu Allah (QS. 84:6), Allah menunjukkan caranya agar manusia bisa bertemu Allah (QS. 18:110), Allah mengancam manusia yang tidak ingin bertemu Allah (QS. 10:7-8; 11), dan Allah juga menjelaskan bahwa manusia bisa bertemu Allah di dunia ini (QS. 17:72; 22:46).

Ilmu tentang Allah itu ilmu yang paling mahal, tiada ternilai harganya dan tidak bisa dinilai dengan uang. Ilmu tentang Allah itu ilmu yang tertinggi, ilmu tentang realitas terakhir, dan ilmu tentang kenyataan yang sebenarnya. Karena itu, diperlukan usaha yang terus menerus membantu manusia agar memiliki kedalaman Pengetahuan tentang Allah. 

Dalam upaya itulah, Liqa Allah Centre menyelenggarakan program Transformasi dan Pencerahan dengan metode Liqa Allah agar manusia bisa bertemu Allah di dunia ini.

Semoga Allah SWT. memberi kita kekuatan dan kesanggupan serta memudahkan kita untuk bisa mendapatkan karunia yang diridhai-Nya. Amiin.

Keterangan : Tulisan ini disampaikan sebagai makalah “Serial Diskusi Krisis Spiritual Bangsa 1” yang diselenggarakan oleh Liqa Allah Centre bekerja sama dengan Republika, di Taman Ismail Marzuki, 
27 Desember 2013.

 8  2

 

 Google +0 

Search

Navigation

BerandaMateriDukungan PresentasiAcaraMitraKomunitasTentang Kami

Follow Us on

    

Copyright © 2014. Tim IT Liqa’ Allah

ShareThis Copy and Paste

– See more at: http://www.liqaallah.org/acara/konten-berita.php?id=41#sthash.QZ33veqL.dpuf

Allah dan aku

Metode Liqa’ Allah : Ihsan

Sebagai implementasi IHSAN, metode Liqa’ Allah memudahkan orang untuk mengetahui Allah dengan akal dan merasakan Liqa’ Allah atau Pertemuan dengan Allah di dunia ini dengan hati.

Lebih dari 99% informasi atau penjelasan tentang Allah ini berasal dari Allah sendiri yang kita ketahui melalui Al Qur’an. Sisanya, dari Hadits, Tasawuf, Tauhid, Filsafat, dan pengetahuan modern

Pemahaman mendalam Tentang Ihsan

1. Ihsan adalah perasaan sedang menghadap Allah dan berkomunikasi dengan Allah serta mendapatkan jawaban dari Allah.

2. Ihsan adalah pemahaman, kesadaran dan perasaan tentang wujud Allah yang selalu hadir, menghidupkan, mematikan, memberi rezki dan mengurus segala ada dan peristiwa di alam semesta ini.

3. Dalam Ihsan, segalanya berlangsung dalam kekuasan-Nya, baik manusia dalam keadaan suka atau tidak suka, terpaksa atau tidak terpaksa.

4. Dalam Ihsan, Allah itu disadari dan dirasakan sebagai figur

– Yang selalu menyertai hamba-Nya di manapun ia berada. Figur Yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,

– Yang memberi petunnjuk, tuntunan, pertolongan dan perlindungan.

– Yang selalu memperhatikan, mendengarkan dan mengabulkan doa manusia.

5. Berihsan tidak harus meninggalkan tugas dan pekerjaannya sehari-hari, karena bisa dilakukan kapan saja sambil duduk, berjalan, bekerja, berbaring, dst.

6. Berihsan merupakan kegiatan ruhaniah yang bisa berlangsung tanpa menggangu aktivitas jasmaniah, tetapi justru menjernihkan pikiran dan hati.

– See more at: http://www.liqaallah.org/materi/konten-orientasi.php?id=79#sthash.VYths4Ol.dpuf

Wiki how: lesbian

Cara Mengetahui Jika Kamu adalah Lesbian

Orientasi seksual bukan hal yang bersifat biner, melainkan berada pada spektrum kontinu.[1] Oleh karena itu, mengidentifikasi preferensi seksual dan menerima orientasi seksual yang Anda miliki kerap menjadi perjalanan yang panjang, berliku-liku, dan penuh emosi. Memulai proses ini dapat terasa terlalu memberatkan pada awalnya. Berdayakan diri Anda sendiri untuk mengungkap jati diri sesungguhnya. Tetaplah jujur dan terbuka terhadap diri Anda—percayalah pada insting yang Anda miliki. Dengarkan raga Anda. Akuilah perasaan dan kecenderungan Anda yang sesungguhnya, dan terimalah hal yang Anda temukan tentang diri Anda sendiri sepanjang proses tersebut.[2]

Iklan

SuntingMetode 1 dari 3:
Mengidentifikasi Preferensi Seksual Anda

1

Tinjau terlebih dahulu alasan Anda mempertanyakan orientasi seksual Anda. Keputusan menjelajahi orientasi seksual haruslah berasal dari diri Anda pribadi. Pertanyakanlah seksualitas Anda karena proses itu perlu Anda jalani hingga tuntas, bukan karena terdapat anggota masyarakat yang memberi tahu Anda bahwa Anda adalah seorang lesbian. Curahkan waktu untuk refleksi diri. Pelihara sebuah buku jurnal, blog pribadi, atau buku harian berbentuk video, yang dapat berfungsi sebagai corong eksplorasi dan pengungkapan jati diri.[3]

2

Identifikasi preferensi seksual yang Anda miliki. Mencoba-coba pengalaman seksual dengan sesama jenis adalah hal yang sehat, normal, dan tidak selalu berarti Anda seorang lesbian. Namun, mengalami hasrat sering atau konsisten untuk bersama wanita ketimbang pria dapat mengindikasikan bahwa Anda seorang lesbian.Apakah Anda senantiasa memperhatikan penampilan wanita lain? Apakah Anda kerap menyadari senyuman, keunikan, dan ciri-ciri seorang wanita?Apakah jantung Anda berdegup kencang dan Anda merasa gugup saat berjumpa dengan wanita yang menarik?Apakah Anda senantiasa membayang-bayangkan seorang wanita tertentu?Apakah Anda terangsang secara seksual oleh wanita?Apakah Anda lebih suka berciuman dan berhubungan intim dengan wanita?[4]

3

Gunakan uji orientasi seksual yang ada. Jika Anda menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi preferensi seksual yang Anda miliki, menjalani sebuah uji orientasi seksual dapat menunjukkan kebenaran yang baru mengenai preferensi seksual Anda. Jika Anda merasa cukup yakin terhadap kemampuan Anda mengidentifikasi preferensi seksual Anda, hasil ujian juga dapat memberikan konfirmasi terhadap penilaian diri tersebut.Gunakan uji Skala Kinsey (Kinsey Scale). Skala Kinsey menilai letak Anda dalam rentang skala tersebut—dari heteroseksual (penyuka lawan jenis) hingga homoseksual (penyuka sesama jenis). Anda tidak akan dilabel sebagai seorang heteroseksual, biseksual, atau homoseksual. Uji ini terdiri dari 13 pertanyaan benar/salah dan sangat sedikit menanyakan informasi demografis.[5]Gunakan uji Inventori Orientasi Seksual (Epstein Sexual Orientation Inventory, ESOI). ESOI diciptakan oleh Robert Epstein, salah satu psikolog paling ternama dari Amerika. Tes ini dipakai untuk mengevaluasi orientasi seksual seorang individu. Ketimbang menyematkan label pada orientasi seksual Anda, hasil tes ini sebatas mengungkap posisi orientasi seksual Anda dalam suatu garis kontinu. Uji yang terdiri dari 18 pertanyaan ini hanya membutuhkan 5 menit dari Anda.[6]

Iklan

SuntingMetode 2 dari 3:
Mengakui dan Menerima Penemuan Diri

1

Akui bahwa orientasi seksual itu ada. Alamiah bila Anda berusaha menghindari atau memberikan kompensasi berlebih terhadap hasrat seksual Anda —merasa takut dan sulit menampungnya itu wajar! Untuk melangkah maju ke depan, Anda harus bersikap sepenuhnya terbuka dan jujur terhadap diri Anda. Setelah Anda berhenti mengekang preferensi seksual Anda dan mulai mengakui keberadaan, barulah Anda bisa memulai proses penerimaan diri.[7]Preferensi seksual terletak pada suatu garis kontinu. Sifatnya mengalir dan bisa berubah (fluid), bukan statis. Mungkin saja preferensi seksual Anda tidak sesuai dengan definisi standar yang ada dan hal itu sepenuhnya tidak masalah. Hal itu sangat umum dan wajar.[8]Bahkan seorang biseksual tidak serta-merta memiliki ketertarikan yang sama besar terhadap wanita dan pria. Bisa saja dia lebih menyukai pria ketimbang wanita atau wanita ketimbang pria.Wanita yang mengidentifikasi diri sebagai lesbian pun terkadang bisa menganggap seorang pria berpenampilan menarik.

2

Cintai diri Anda sendiri. Sembari menempuh proses penerimaan diri, mengakui bahwa diri Anda seorang lesbian adalah langkah pertama dari sebuah proses yang bertahap. Penerimaan diri kerap kali tidak dapat dilakukan dalam semalam. Seiring Anda merasa semakin nyaman dengan orientasi seksual Anda, lamban laun Anda akan menyadari bahwa hal itu tidak mendefinisikan Anda sebagai seorang individu. Jalani hidup Anda tanpa penyesalan —buang rasa malu dan bersalah terkait ini.[9]

3

Sampaikan pesan positif terhadap diri sendiri. Jika Anda dibesarkan dalam rumah tangga yang sangat konservatif atau masyarakat yang tidak toleran, identitas seksual Anda bisa bertentangan dengan nilai moral atau agama yang telah ditanamkan dalam diri Anda dari dini. Mengubah bahasa dan pemikiran Anda dengan sengaja adalah cara efektif untuk menggeser persepsi Anda akan benar dan salah. Berhentilah mendikte diri bahwa Anda tidak layak dicintai atau bahagia dan mulailah mengamini bahwa Anda juga memiliki nilai sebagai seorang manusia. Ketimbang menyampaikan kepada diri sendiri bahwa menjadi lesbian adalah sebuah dosa, terimalah bahwa preferensi seksual Anda adalah hal yang alami, sehat, dan berterima.[10]Mulai kenali kecenderungan menyampaikan pesan negatif terhadap diri sendiri. Apa saja kebohongan berbahaya yang Anda tanamkan ke diri Anda sendiri? Apakah pemikiran semacam itu muncul akibat situasi-situasi tertentu, seperti perbincangan dengan seorang anggota keluarga?Ubah frasa negatif dengan mantera positif yang Anda buat sendiri. Ketika Anda menyadari bahwa Anda menyatakan, “Saya tidak layak disayangi” atau “Saya tidak berhak untuk bahagia,” tarik napas dalam-dalam, tersenyumlah, dan beri tahu diri Anda bahwa Anda “bernilai, dicintai, dan berhak menjalani hidup secara tulus dan membahagiakan diri Anda!”

4

Tentukan apakah proses melela (coming out), mengungkapkan identitas Anda, aman atau tidak.Menentukan saat untuk melela kerap menjadi proses yang menyiksa secara emosi yang memiliki berbagai potensi dampak. Sebelum mengungkapkan identitas seksual Anda kepada keluarga, teman, dan rekan sekolah/kerja Anda, tentukanlah hal tersebut aman atau tidak.[11]Temuilah seorang dokter atau ahli konseling untuk memprediksi reaksi orang tua dan kawan Anda. Pertimbangkan cara orang tua dan kawan Anda membicarakan orang yang menyukai sesama jenis. Pikirkan reaksi mereka terhadap berita yang pelik.[12]Jika orang tua atau kawan-kawan Anda menentang penyuka sesama jenis secara terang-terangan, Anda harus berhati-hati dan selektif.[13]

5

Terimalah bahwa proses penerimaan diri Anda akan berdampak terhadap orang lain.Meskipun menemukan dan menerima orientasi seksual adalah perjalanan yang bersifat sangat pribadi, Anda juga perlu menerima bahwa hal ini akan memengaruhi hubungan Anda dengan orang lain. Mengungkapkan hal ini kepada teman, anggota keluarga, dan kolega akan memicu stres! Anda tidak perlu memberi tahu semua orang yang Anda kenali atau temui.[14] Ketika Anda merasa nyaman dan percaya diri, mulailah membuka topik pembicaraan dengan pihak yang membuat Anda merasa nyaman. Persiapkan diri untuk menghadapi respons negatif dan hargai respons positif.[15]

6

Atur pertemuan dengan ahli konseling. Mencerna identitas seksual dan menerima diri adalah proses yang panjang dan rumit. Menghadapi stigma sosial pun menguras energi secara mental dan emosional. Mengatur pertemuan dengan seorang ahli terapi yang berkualifikasi—seorang profesional yang berpengalaman memberikan konseling terhadap anggota komunitas LGBTQ—dapat membantu Anda menjelajahi proses ini. Seorang ahli terapi dapat membantu Anda menerima orientasi seksual dan membantu Anda dalam proses melela kepada keluarga dan kawan.

Iklan

SuntingMetode 3 dari 3:
Menjalani Hidup dengan Tulus

1

Definisikan diri dan jalani hidup Anda sendiri. Meskipun masyarakat memiliki gambaran stereotip tersendiri terhadap seorang lesbian, komunitas lesbian terdiri dari wanita yang beragam dari berbagai latar belakang. Sembari Anda menjelajahi dan mengalami komunitas lesbian sendiri, berusahalah mempelajari segala dan setiap hal yang bisa Anda ketahui tentang komunitas baru Anda. Seiring waktu, Anda akan menemukan relung Anda sendiri dalam komunitas tersebut. Anda pun bisa mendefinisikan sendiri makna menjadi seorang lesbian bagi Anda dan menjalani hidup berdasarkan pemaknaan itu.[16]

2

Pelajari komunitas LGBTQ secara mandiri. Membangun fondasi pengetahuan tentang komunitas LGBTQ—masa lalu, sekarang, dan depannya—akan mencerahkan Anda, juga menyadarkan Anda akan rintangan yang mungkin ada dan memberikan Anda pemahaman mengenai cara melampauinya.[17]Pelajari cara membedakan seks (jenis kelamin) dan gender; akrabkan diri Anda dengan spektrum orientasi seksual.Pelajari literatur akademis—di luar negeri, terdapat banyak beasiswa terkait studi LGBTQ!Ikuti kabar terkini mengenai isu LGBTQ yang diliput dalam berita.

3

Pastikan Anda dikelilingi oleh orang-orang yang suportif.Tidak ada rasa sakit yang lebih perih dari rasa terkucil. Sepanjang proses penerimaan diri, keberadaan teman yang bisa diandalkan atau kelompok dukungan (support group) yang bisa diandalkan adalah wajib. Wanita dan pria demikianlah yang akan memberikan Anda nasihat dan penghiburan ketika perjalanan mulai terasa berat.Berkeluh kesahlah kepada teman dan anggota keluarga yang bisa Anda percaya.Bergabunglah dengan kelompok dukungan atau komunitas daring yang mendukung. Salah satu yang tersedia di Indonesia adalah Melela.org yang mewadahi cerita dari kalangan LGBTQ.[18][19]Apabila ada, Anda bisa mendatangi gereja, pondok pesantren, atau rumah ibadah yang bisa menghubungkan Anda dengan jemaat pria dan wanita yang seiman dengan Anda.Hal ini akan sulit dilakukan di Indonesia dibandingkan di luar negeri. Situsgaychurch.org memberikan daftar gereja Kristen yang mengakui LGBTQ.Anda bisa juga mencoba melakukan pencarian rumah ibadah atau institusi keagamaan yang mengakui LGBTQ di sekitar Anda.

4

Dirikan atau bergabunglah dengan kelompok dukungan LGBTQ. Meskipun akan sulit menemukan klub kegiatan seperti Persekutuan Gay-Straight (Gay-Straight Alliance, GSA) yang ada di sekolah menengah Amerika Serikat, beberapa kampus memiliki kelompok konseling dan penelitian terkait seksualitas seperti SGRC (Support Group and Research Center) di sejumlah universitas di Indonesia. Organisasi serupa dapat menjadi kelompok dukungan dan jaringan sosial bagi anak muda. Anda bisa mengusahakan kerja sama dengan administrasi sekolah untuk mendirikan suatu unit kegiatan.[20]

5

Temukan dan gunakan layananLGBTQ Resource Center. Di luar negeri, banyak kota dan kampus memiliki pusat informasi khusus terkait LGBTQ. Pusat informasi semacam ini menghubungkan siswa dengan alat bantu bermanfaat dan layanan terpercaya, serta menyediakan ruang yang aman dan inklusif bagi siswa untuk menelusuri orientasi dan identitas seksualnya.[21]

Iklan

Info Artikel

Curhat LGBT

A.1-20 th perjalanan hidupku

1. Masa kecil SD
2. Masa SMP
3.Masa SMK
4. Teman bermain
5. Mencoba pacaran ketika SMP
6. Persepsi terhadap kaum pria dan wanita
7.Lebih banyak teman wanita
8. Perasaan yang berbeda waktu SMK terhadap satu teman sekolah

B. 20-35th Perjalanan di perantauan sebagai BMI

1. Masa di penampungan PT. RI Bogor.
2. Masa di Singapore
3. Masa di penampungan PT. NSF Kembangan, Jakbar.
4.  Masa di Taiwan
5. Mencoba menembak pria
6. Mencoba menerima cinta pria
7. Mencoba menerima perlakuan seks pria
8. Pelampiasan hawa nafsu dg wanita
9. Memutuskan menikah dengan pria
10.Masa di penampungan PT.GSA Surabaya
11. Jatuh cinta pertama dg wanita
12. Masa di Hongkong
13. Menjalin kisah cinta pertama dg wanita
14. Menjalin kisah cinta kedua dg wanita
15. Mencoba bermain cinta dengan pria
16. Mencoba berpenampilan wanita
17. Nyaman sebagai tomboy
18. Satu bulan bersama di rumah orangtua pasangan wanita
19. Diskriminasi keluarga dan PJTKI
20. Kursus bahasa Korea di lingkungan pria
21. Selingkuh dengan pria suami orang
22. Masa bekerja buruh pabrik sepatu PT.CVI Surabaya
  23. Menjalin cinta wanita yang ketiga
24. Komunitas Buci Surabaya

C. Perjalanan Spiritual
D. My dream now

Hidup ini adalah antara AKU dan ALLAH

Hidup ini adalah antara aku dan Allah…

Kepunyaan Allah lah segala apa yang di langit dan segala apa yang ada di bumi dan segala yang ada diantara keduanya.
Kemanapun kamu hadapkan wajahmu disitulah kamu melihat Allah.
Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu.
Bahkan Allah lebih dekat daripada urat nadinya.
Allah Dialah tempat bergantung segala sesuatu.

So…. Segala sesuatu dikendalikan oleh Allah.
Apapun yang sedang terjadi saat ini denganku dan segala sesuatu yang terjadi di sekitarku, adalah dalam kendali Allah.
Aku selalu dihadapkan dengan kepunyaan Allah…bahkan aku sendiri adalah milik Allah.

Bayangkan jika kita disuruh bos atau penguasa untuk menjaga barang miliknya, dan kita menjaganya dengan sangat baik.
Dan siapakah Allah?.
Dialah raja diatas segala raja. Yang Maha Kuasa Atas segala sesuatu. Jadi semua yang ada di diri kita dan sekitar kita adalah kepunyaan Allah, jadi kita harus menjaganya dengan lebih baik lagi karena Allah. Astaghfirulloh.
Pemahaman ini begitu seringnya terlupakan saat kita dikuasai egoisme keakuan…

Hidup ini hanya berarti dua hal, anugrah dan ujian.
Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi pada-Nya. Untuk menjadi hamba-Nya. Untuk beribadah kepada-Nya.

Segala kebaikan yang diberikan kepada kita adalah nikmat. Ruhani, jasmani, alam semesta adalah nikmat-Nya. Alam semesta dan segala isinya termasuk orang tua kita, anak-anak, keluarga, teman, materi fisik dan non fisik seperti udara, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Ini semua adalah nikmat Allah.

Dan bila kita merasa ditimpa musibah, ini juga nikmat sekaligus ujian. Karena dibalik musibah pasti ada hikmah yang menjadi pelajaran. Dan bila kita mampu bersabar dalam menghadapinya dan berhasil melaluinya, inshaAllah kita lulus ujian dan mendapat pahala Allah. Inipun adalah nikmat, pahala Surga. Begitu besar dan Maha Besar kasih sayang Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim.
Subhanalloh.

Sungguh indah menjadi seorang Muslim.
Bila mendapat nikmat maka dia bersyukur pada Allah.
Dan bila mendapat musibah dia bersabar karena Allah.
Dan dia senantiasa berzikir mengingat Allah. Allah pun mengingat dia.
Hidup dari, oleh dan untuk Allah.

Jadi hidup ini…. Adalah antara AKU dan ALLAH.

Ya Allah…. Alhamdulillah Engkau memberiku pengetahuan ini, sungguh ini adalah nikmat-Mu yang luar biasa.
Alfatihah.

Curhat pada keponakan yang seusiaku

[24/02 16:28] Selalu Ada Harapan: Lg opo
[24/02 16:28] Selalu Ada Harapan: Apa kabar
[24/02 16:29] Eli Hk: Alhamdulillah baik
[24/02 16:30] Eli Hk: Ni mau jemput anak pulang sekolah
[24/02 16:30] Selalu Ada Harapan: Mau curhat
[24/02 16:30] Eli Hk: Boleh
[24/02 16:31] Selalu Ada Harapan: Slm km merantau…..km kenal anak tomboy ato punya tmn tomboy???
[24/02 16:32] Eli Hk: Temen ada
[24/02 16:33] Eli Hk: Tp yo g akrab
[24/02 16:33] Eli Hk: Napa
[24/02 16:41] Selalu Ada Harapan: Enggak
[24/02 16:41] Selalu Ada Harapan: Bebrpa hari ini…aku menonton youtube
[24/02 16:41] Selalu Ada Harapan: Trending topik yg mghangat
[24/02 16:42] Selalu Ada Harapan: Ttg komunitas LGBT di ibdinesia
[24/02 16:42] Selalu Ada Harapan: Indonesia
[24/02 16:43] Selalu Ada Harapan: Kamu…yg mengenal masa kecilku…..adakah km ingat ms tumbuhku ada perbedaan dengan cewek lain pada umumnya…???
[24/02 16:45] Selalu Ada Harapan: Seperti….. Aku lebih suka memakai celana ketimbang rok…bahkan lebih sering pakai sarung….
Aku tidak tertarik pada make up….tidak suka dandan….smpai di kritik yu….disuruh pakai bedak….bedak muka saja enggak…
[24/02 16:47] Selalu Ada Harapan: Saat bermain….aku lebih suka perang2 an drpada bongkar pasang dn permainan maskulin or netral lain sperti sikepan betengan patel lele
[24/02 16:48] Eli Hk: Apa masalahmu saiki, q kan dah bilang jdlah dirimu sendiri
[24/02 16:51] Selalu Ada Harapan: Gak ada masalah….hnya ingin km sdkti mengingat masa kecil dan remajaku
[24/02 16:52] Eli Hk: Q dah g ingat masa2 itu
[24/02 16:52] Selalu Ada Harapan: Aku hnya ingin curhat…. Dan km bisa memahami…knp kita berbeda….dlm …..Status gender
[24/02 16:53] Eli Hk: Q sekarang jd pelupa, otak dan pikiran q dah g kaya dulu lg,
[24/02 16:59] Selalu Ada Harapan: Kita dibesarkan dlm ajaran agama dan pemahaman budaya yg keras dan doktrin….
Setidaknya km adalah saksi hidup 20 thn usia    pertumbuhanku…..

Kt berpisah 10 thn dn km melihat ad yg berbeda….dg dndnanku….km benar….aku nyaman dg jenis pakaian ini…

Aku tidak menyukai pakaian yg terlalu feminim jg tidak suka pakaian trlalu maskulin…. Aku lbh nyaman dg pakaian santai…..tp jujur….aku pakai baju apa adanya yg aku punya aja hehehe…..
[24/02 17:02] Selalu Ada Harapan: Aku sering tdk mengerti dg diriku smpai aku bljr di hk ttg gender dr pandangan psikologi….ada laki ada ada perempuan…dan masih ada lagi….cowok gaya cewek disebut banci….dan cewek gaya cowok disebut buci….
[24/02 17:04] Selalu Ada Harapan: Tentng sel pembentuk gen laki prempuan….. Gen xx=laki….yy=prmpuan….dan ada lagi….xy dan yx
[24/02 17:07] Selalu Ada Harapan: Dan trkhir….yg kudengar semalem dr youtube…..dlm debat pakar…..

Anak bungsu….misal cowok….dn kakakny perempuan ato sebaliknya…..35% selnya adalah y…..artinya….35% adlh gen cewek/feminim
[24/02 17:08] Selalu Ada Harapan: Dan hmpir….smua tmnku yg “tomboy” rata2 pasti bungsu dg kakak landesnya cowok..dan itu jg tjadi padaku…..shgg….kemungkinan bdsrkan unsur gen…..35%dlm diriku adalah gen cowok….
[24/02 17:12] Selalu Ada Harapan: Dan….. Satu hal trkahir yg ingin  curhatkan…..
[24/02 17:13] Selalu Ada Harapan: Pernahkan km merasakan hadirnya perasaan asmara thd cowok…???
[24/02 17:15] Selalu Ada Harapan: Jujur….seumur hidupku smpai detik ini…..aku blm pernah merasakan asmara thd cowok…..meski pernah pacaran, zina ato pernikahan….
[24/02 17:17] Eli Hk: Maksute asmara tu yg gimana
[24/02 17:18] Selalu Ada Harapan: Asmara….perasaan yg saat km melihat ato dekat dg orang yg km cintai…jantung km dag dig dug dan inginny slalu dekat…..sprti dlm lagu2 cinta itu
[24/02 17:19] Eli Hk: Ya pasti ngrasain yaa
[24/02 17:19] Selalu Ada Harapan: Smkin km memandang dia smkn gregetn btmbh rasa suka senang dan gmbr km
[24/02 17:19] Eli Hk: Iya
[24/02 17:20] Selalu Ada Harapan: Aku blm pernah merasakan itu pd cowok….. Tp sudah 3x sm cewek…..please km jgn kaget….ato brpikran negatif dulu
[24/02 17:20] Eli Hk: Ok
[24/02 17:21] Eli Hk: Q g kaget krn q dah tahu orang yg bersifat seperti itu, d sini q jd tau
[24/02 17:21] Eli Hk: Anak TB
[24/02 17:21] Selalu Ada Harapan: Ok….
[24/02 17:21] Selalu Ada Harapan: Dan jujur…..aku adlh slah satu dr mereka
[24/02 17:24] Selalu Ada Harapan: TB itu singkatan tomboy….di batam dipanggil Buci….di bugis dipanggil calalai… Di indonesia adalah kaum LGBT……yg skrang gencar memperjungkan hak identitasnya…..

Aku hnya berharap km bs memahamiku dan ttp mjd saudaraku…..itu aja….
[24/02 17:27] Eli Hk: Aliran darah kita g akab putus cm karena status
[24/02 17:28] Eli Hk: Ean tetep bulikku ok
[24/02 17:29] Eli Hk: Tp ingat q g akan sesekalu memanggilmu Pak Lik
[24/02 17:31] Selalu Ada Harapan: Hahaha:mrgreen::D😄
[24/02 17:31] Selalu Ada Harapan: Panggilan itu g pnting…. Panggil namaku aja
[24/02 17:32] Eli Hk: G sopan
[24/02 17:35] Selalu Ada Harapan: Lebih sopan jika memanggil seperti nama yg orang tsbut ingin dipnggil….
[24/02 17:36] Selalu Ada Harapan: Mski aku brasal suku jawa…bukn berati aku memakai adat jawa semunya kan…??
[24/02 17:37] Selalu Ada Harapan: Ok trserah lah…..ga usah panggil aja
[24/02 17:40] Eli Hk: Hahahahahaaaaaaa la trs piye