Hidup ini adalah antara AKU dan ALLAH

Hidup ini adalah antara aku dan Allah…

Kepunyaan Allah lah segala apa yang di langit dan segala apa yang ada di bumi dan segala yang ada diantara keduanya.
Kemanapun kamu hadapkan wajahmu disitulah kamu melihat Allah.
Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu.
Bahkan Allah lebih dekat daripada urat nadinya.
Allah Dialah tempat bergantung segala sesuatu.

So…. Segala sesuatu dikendalikan oleh Allah.
Apapun yang sedang terjadi saat ini denganku dan segala sesuatu yang terjadi di sekitarku, adalah dalam kendali Allah.
Aku selalu dihadapkan dengan kepunyaan Allah…bahkan aku sendiri adalah milik Allah.

Bayangkan jika kita disuruh bos atau penguasa untuk menjaga barang miliknya, dan kita menjaganya dengan sangat baik.
Dan siapakah Allah?.
Dialah raja diatas segala raja. Yang Maha Kuasa Atas segala sesuatu. Jadi semua yang ada di diri kita dan sekitar kita adalah kepunyaan Allah, jadi kita harus menjaganya dengan lebih baik lagi karena Allah. Astaghfirulloh.
Pemahaman ini begitu seringnya terlupakan saat kita dikuasai egoisme keakuan…

Hidup ini hanya berarti dua hal, anugrah dan ujian.
Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi pada-Nya. Untuk menjadi hamba-Nya. Untuk beribadah kepada-Nya.

Segala kebaikan yang diberikan kepada kita adalah nikmat. Ruhani, jasmani, alam semesta adalah nikmat-Nya. Alam semesta dan segala isinya termasuk orang tua kita, anak-anak, keluarga, teman, materi fisik dan non fisik seperti udara, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Ini semua adalah nikmat Allah.

Dan bila kita merasa ditimpa musibah, ini juga nikmat sekaligus ujian. Karena dibalik musibah pasti ada hikmah yang menjadi pelajaran. Dan bila kita mampu bersabar dalam menghadapinya dan berhasil melaluinya, inshaAllah kita lulus ujian dan mendapat pahala Allah. Inipun adalah nikmat, pahala Surga. Begitu besar dan Maha Besar kasih sayang Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim.
Subhanalloh.

Sungguh indah menjadi seorang Muslim.
Bila mendapat nikmat maka dia bersyukur pada Allah.
Dan bila mendapat musibah dia bersabar karena Allah.
Dan dia senantiasa berzikir mengingat Allah. Allah pun mengingat dia.
Hidup dari, oleh dan untuk Allah.

Jadi hidup ini…. Adalah antara AKU dan ALLAH.

Ya Allah…. Alhamdulillah Engkau memberiku pengetahuan ini, sungguh ini adalah nikmat-Mu yang luar biasa.
Alfatihah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s