Macam-macam Puasa

Copas 1

Makna Puasa yang Sebenarnya

Pada bulan suci ini, saya mencoba menulis tentang macam2 puasa dan hakekat didalamnya, tapi yg perlu diperhatikan ini adalah hakekat terjemahan “versi saya” atau yg sependapat dengan saya dan bukan atas nama agama lebih2 atas nama Tuhan, tentu saja masih jauh dari kebenaran sejati ditangan Tuhan.

Puasa sebenarnya sudah diperintah Allah jauh sebelum Nabi SAW, misalnya pada waktu jaman Nabi Musa as kewajiban puasa selama 40 hari dan waktu buka dan sahur bersamaan, jadi berpuasa hampir 24 jam sehari, pada waktu nabi Isa as berpuasa hanya minum air putih selama 40 hari dsb. Puasa itu dimaksudkan tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban tapi lebih karena segala sesuatunya kuat karena Allah, “laa hawla walaa quwwata illa billahi”bukannya “laa hawla walaa quwwata illa sego pecel ndok ceplok”. Oleh karea itu orang yg berpuasa walaupun tidak madhang (makan) tapi tetap padhang (terang) bukannya malah loyo dan pucat karena mengharap-harap waktu maghrib tiba.

Puasa menurut Al Ghazali dibagi kedalam 3 tingkatan yaitu 

Tingkatan awam
ditingkatan ini adalah orang2 hanya tidak makan minum dan bersetubuh di siang hari, tapi mata, mulut, telinga serta tangan dan kaki tidak berpuasa, mereka tetap bergosip, tidak menjaga pandangan, suka nguping serta tidak menjaga emosi dan masih diliputi amarah, ini adalah puasa orang2 yg merugi yaitu orang yg berpuasa tapi hanya mendapatkan lapar dan haus, ironisnya ini puasanya kebanyakan umat islam sekarang.

Tingkatan khusus
Puasa yg sebenarnya dimulai dari tingkatan ini, tidak hanya menjaga dari makan minum serta bersetubuh, tapipanca inderanya juga berpuasa, orang2 yg berpuasa di tingkatan ini termasuk orang yg beruntung dan hanya sedikit umat islam yg berpuasa ditingkatan ini.

Tingkatan khususnya khusus
ini adalah tingkatan tertinggi, tidak hanya cukup menjaga makan minum bersetubuh serta panca indera waktu berpuasa tapi juga menjaga bathin dan pikirannya dari membayangkan makan minum atau bersetubuh. Apabila saya mengandai andai bahwa buka puasa nanti akan berbuka dengan es campur maka puasa saya telah batal pada tingkatan ini. Orang2 yg berpuasa ditingkatan ini termasuk yg sangat beruntung dan sangat sedikit umat islam yg berpuasa ditingkatan ini, Berpuasa ditingkatan ini sudah tidak mengharap pahala lagi tapi mengharap ridho Allah,ikhlas karena Allah dan hanya Allah yg menilai puasa kita.

Setelah kita mengetahui bahwa puasa itu sebenarnya karena Allah dan segala pahala yg diberikan kita pasrahkan kepada Allah, maka kita lanjutkan membahas macam2 puasa dimulai dari yg paling dasar

Puasa wajib bulan ramadhan
Ini adalah puasa yg wajib dan paling wajib, umat Islam berkewajiban berpuasa dibulan ini selama masih mampu, apabila berhalangan maka diwajibkan pula utk mengganti di waktu lain, apabila tidak mampu mengganti diwaktu lain maka diwajibkan membayar fidyah sejumlah tertentu, apabila tidak mampu berpuasa dan membayar fidyah maka cukuplah utk menyantuni anak istrinya, inilah indahnya islam, apabila benar2 tidak mampu maka tidak ada paksaan baginya.

Bulan ramadhan juga dibagi kedalam 3 bagian, 10 hari yg pertama adalah yg penuh rahmat Allah, Allah merangsang manusia utk beribadah melalui jiwa2 yg tenang (muthmainah) yg ada didalam diri kita, hanya jiwa2 yg tenang atau nafsu muthmainah yg bisa mendengar panggilan Allah yg maha mencinta dan kasih sayang, kemudian 10 hari kedua yg penuh dengan ampunanNya, ampunan bagi y bertobat dan juga bagi yg berniat tobat walaupun belum kesampaian, kita berniat tobat saja sudah mendapat pahala walaupun tobatnya tertunda-tunda, akan tetapi seharusnyalah kita mewujudkan tobat kita dengan menyesal, bertekad utk tidak mengulangi kesalahan serta meningkatkan kualitas ibadah kita, tapi dibulan ramadhan ini tobat kita akan jauh lebih mudah utk diwujudkan serta diterima olehNya, yakinlah itu asal menyesal dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Kemudian 10 hari terakhir pembebasan dari api neraka, api neraka ini yg dimaksud adalah setelah tobat kita diterima maka diri kita beserta jiwa kita akan terbebas dari kotoran2 dan karat yg menempel yg di hari akhir kelak menjelma menjadi api neraka yg membakar kita dan Allah membebaskannya dari itu karena Allah maha pengampun serta maha penyayang.

Bulan ramadhan adalah puncak dari ibadah kita kepada Allah selama 12 bulan, dimulai dari bulan syawal yg bisa juga diartikan awal, awal dari ibadah kita kepada Allah selama setahun dan diakhiri pada bulan ramadhan, maka dari itu lailatul qadar biasanya jatuh pada bulan ramadhan, mengapa kok biasanya dan bukan selalu? menurut saya lailatul qadar itu adalah pertemuan antara Allah dan hambaNya secara non fisik dan secara tidak langsung melalui malaikat2Nya, juga pertemuan itu setiap orang berbeda-beda pengalaman dan waktunya,pertemuan itu ibarat diterangi seribu cahaya bulan, senangnya ibarat melihat wanita cantik 1000 jadi satu, pahalanya ibarat beribadah selama 1000 bulan, sungguh kenikmatan yg luar biasa bagi yg mengalaminya, dan biasanya malam lailatul qadar secara umum itu jatuh pada tanggal 27 ramadhan karena mungkin puncak dari peribadahan kebanyakan umat islam di bulan ramadhan itu pada tgl 27 itu, tapi utk mendapatkannya ya jelas tidak mungkin hanya beribadah pada bulan ramadhan saja lebih2 pada malam2 ganjil saja lebih2 lagi beriktikaf hanya pada malam 27 saja, dijamin kecele. Di bulan inilah pahala orang yg beribadah dilipatgandakan tapi yg paling baik adalah beribadah karena Allah bukannya mengharap pahala semata. 

Puasa syawal
Setelah memasuki bulan syawal yg ditandai dengan hari raya Idul Fitri yg artinya kembali ke fitrah atau suci, maka kita disunnahkan utk berpuasa syawal selama enam hari bisa berturut-turut atau tidak berurutan yg pasti masih dibulan syawal, barang siapa berpuasa enam hari dibulan syawal maka dosanya selama setahun yang lalu dan setahun yg akan datang akan diampuni olehNya, ini jangan disalah artikan puasa syawal otomatis menghapus dosa kita dan kita bisa seenaknya berbuat maksiat setelah puasa syawal karena dijamin diampuni, tapi makna diampuni adalah dosa2 setahun yg lalu akan tertutupi oleh peningkatan kualitas peribadahan kita setahun yg akan datang, apabila kita mengalami peningkatan kualitas ibadah maka otomatis juga bertobat secara bersungguh sungguh, apa mungkin kita mengalami kualitas ibadah dengan tidak bertobat secara sungguh2? hampir tidak mungkin, sebab dosa kecil itu ibarat debu di kaca, dosa besar ibarat karat dibesi yg terus menggerogoti amal ibadah kita sampai habis apabila tidak ditanggulangi dan cara utk membersihkan karat di hati dengan cara tobat nasuha atau secara sungguh2.

Bulan syawal bisa juga diartikan peningkatan, yaitu peningkatan kualitas ibadah kita dari ramadhan ditingkatkan lagi dibulan syawal dan ditingkatkan lagi dibulan2 berikutnya hingga kembali ke ramadhan lagi, jadi ritme yg terbaik adalah terus menanjak, inilah termasuk golongan orang2 yg beruntung.

Puasa tengah bulan
setelah lulus dari berpuasa syawal secara sungguh2 maka dianjurkan utk mengerjakan puasa pada tanggal 13, 14, 15 di tengah bulan, konon pada tengah bulan ini disamping bulan purnama juga ma’ul hayat (air kehidupan) kita sedang pasang maka pada tanggal2 ini kita sedang mudah utk jatuh cinta, utk mengatasi hal ini supaya tidak terjadi hal2 yg tdk diinginkan maka dianjurkan utk berpuasa supaya segala cinta kasih kita lebih2 yg menyimpang utk dikembalikan kepada Yang Maha Mencinta.

Energi cinta yang tidak terkendali pada waktu ma’ul hayat kita naik akan dikumpulkan dengan cara puasa tengah bulan, serta utk dipurba diri atau ditingkatkan kualitas cintanya menjadi cinta karena Allah, apabila Tonomencintai Ngatemi maka cinta Tono yg benar adalah, Tono memang mencintaiNgatemi tapi lebih cinta terhadap Allah dibalik Ngatemi dalam arti Ngatemi yg sudah ikhlas dan diambil oper oleh Allah segala kehendak serta hak miliknya lebih dicintai Tono, inilah muara yg sebenarnya dari cinta kasih asmara yg benar, segala sesuatunya harus bisa dimuarakan ke Allah yg maha mencinta

Puasa senin kemis
setelah kita lulus puasa tengah bulan maka tahapan berikutnya adalah puasa senin kamis atau kemis yaitu puasa mingguan yg juga dikerjakan Nabi SAW, makna senin kamis kalau menurut othak athik gathuk mathuk adalah supaya kita hanya mengemis kepada Allah, hanya kepadaNya kita meminta dan berdoa, bukan pada yg lainnya. Hari2 para pengemis adalah hari kamis, sekarang kamis, besok kamis, kemarin juga kamis karena mereka hanya mengemis, orang yg bisanya cuma mengemis tidak akan pernah sampai pada hari jumat, bahkan juga tidak pernah mengalami hari2 lainnya selain kamis, seperti negara kita tercinta ini apabila masih mengemis pada World Bank, CGi, IMF maka bangsa indonesia adalah bangsa ngemis dan hanya berhenti pada hari kamis. Nah supaya kita segera beranjak dari hari kamis ke jumat maka dianjurkan utk berpuasa senin kamis, hari jumat adalah hari raya mingguan bagi umat islam, oleh karena itu tidak dianjurkan utk berpuasa sunnah dihari jumat. Apabila sudah bisa mewujudkan bahwa kepadaNya lah kita meminta dan berdoa maka kita akan menyadari bahwa kita itu tidak punya apa2 bahkan rasa punya pun tidak ada dan juga tidak berdaya apa2, semua digerakkan oleh Allah melalui malaikat2Nya, detak jantung, aliran darah serta gerak alat pencernaan kita digerakkkan oleh malaikat2Nya tanpa kita sadari dan bahkan tanpa kita syukuri organ2 tubuh kita tetap bekerja semestinya, inilah kasih sayang Allah yg meliputi yg bersyukur maupun yg kufur.

Puasa Dawud
Puasa Dawud konon dikerjakan oleh Nabi Dawud as, cara pengerjaannya adalah seperti puasa wajib tapi sehari berpuasa sehari tidak, Nabi Dawud as terkenal akan kesaktiannya yg mampu mengendalikan besi serta apabila beliau murung maka bunga2 serta tumbuhan ikut layu, apabila beliau senang maka bunga2 akan ikut segar kembali mengikuti kegembiraan sang Nabi Dawud as, salah satu keutamaan puasa dawud adalah menyelaraskan energi di diri kita thd alam semesta dan seolah olah alam semesta ini takluk oleh kehendak kita atas ridho Allah tentunya, tapi semua itu bisa terwujud apabila kita berpuasa dawud secara ikhlas mengharap ridhoNya bukan mengharap yg lainnya, puasa dawud juga mengajarkan kita utk sabar ketika berpuasa serta syukur ketika berbuka, lama2 kita akan selalu sabar dan syukur dalam segala kondisi dan situasi.

Puasa dawud adalah puncak dari tahapan puasa menurut apa yg dikerjakan Nabi SAW, tentunya apa yg dicontohkan beliau terutama akhlaknya adalah yg utama kita ikuti, apabila ada yg ingin menjalankan puasa apit weton, ngrowot, mutih, pati geni dsb yg bersifat tradisi hendaknya mengikuti tahapan2 diatas terlebih dahulu supaya niat kita lurus, ikhlas karena Allah, dan puasa2 tradisi bersifat opsional bagi yg berpendapat boleh dilakukan, apabila yg berpendapat itu adalah bid’ah ya terserah asal bisa menghormati pendapat satu sama lain dan tidak mencari pembenaran atas diri sendiri.

Saya kira inilah tahapan2 dalam berpuasa yg hendaknya kita lakukan utk mencapai kualitas keimanan tertinggi disisiNya, diatas segala ibadah puasa adalah niat yg ikhlas karena Allah, tanpa niat segala ibadah akan seperti tubuh tanpa ruh atau mayat, sedangkan niat tanpa disertai perbuatan seperti ruh yg gentayangan seperti hantu, maka niat yg ikhlas, kerjakan dengan penuh sabar dan syukur kepada Allah sebab tanpa ridhoNya segala amal ibadah kita sebanyak apapun akan sia2.

Copas 2

Saya sependapat dengan kalimat di alenia 2 dari bawah : “hendaknya mengikuti tahapan2 di atas terlebih dahulu supaya niat kita lurus, ikhlas karena Allah”
Kang, saya cuma mau nambahi jenis puasa tradisi khususnya jawa, bahkan di antara berdasar ajaran kanjeng sunan kalijaga. Siapa tahu kang tono akan membahasnya secara detil.

1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tidak boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tidak boleh ditambah apa-apa lagi, seperti gula, garam dan lainnya, jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “Niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.”

2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran atau buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dan sebagainya.

3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah atau kamar, serta tidak melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam. Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melelaku puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Patigeni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dan hitungan ganjil seterusnya. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan di dalam kamar.

Ini adalah mantra puasa patigeni : “Niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.

5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja dalam sehari semalam. Diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama Islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam.

14. Lelono
Melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh. Waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri atau muhasabah.

15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air setinggi leher. Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai. Menghadap melawan arus air. Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai. Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana. Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit). Tidak boleh tertidur selama Kungkum. Tidak boleh banyak bergerak. Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan dengan mandi terlebih dahulu. Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada. Nafas teratur.
Kungkum biasanya dilakukan selama 7 malam.

16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan, seperti jin. Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu marang jiwa ingsun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s