Nouman Ali Khan

Nouman Ali Khan merupakan seorang ustadz dari Amerika Serikat dan CEO Bayyinah Institute. Beliau lahir pada pada 4 Mei 1978 di Berlin, Jerman. Ustadz Nouman Ali Khan menarik perhatian komunitas muslim karena tema dakwah yang dibawakannya menggunakan sudut pandang linguistik Al Quran.

Nouman Ali Khan memiliki tujuh anak, empat putri dan tiga putra. Putrinya yang bernama Husna pernah diperkenalkan melalui program Arabic With Husna. Adapun putranya yang bernama Walid diperkenalkan di program Quran Weekly edisi Ramadhan 2013. Ayah Nouman Ali Khan merupakan seorang diplomat, sehingga membuat Nouman Ali Khan berpindah-pindah negara. Anak terakhirnya bernama Khalid, lahir pada tahun 2015.

Masa Kecil

Pada kajian “In Need of Wisdom” yang berlangsung pada 12 Februari 2015 di Dubai, Uni Emirat Arab. Beliau menceritakan masa kecilnya yang seperti umumnya keluarga muslim Pakistan, yakni tak terlalu serius dalam menjalankan agama. Semasa kecil tidak pernah belajar bahasa Arab, tidak pernah belajar tajwid, tidak pernah menghabiskan waktu dan tenaga untuk menghafal Al Quran atau semacamnya. Belajar hanya alakadarnya, seperti belajar beberapa surah Al Quran semasa kanak-kanak.

Ayah Nouman Ali Khan merupakan seorang diplomat, sehingga sering berpindah-pindah negara. Nouman Ali Khan menghabiskan masa kecilnya di Jerman. Menjalani sekolah TK di Jerman dengan bahasa Jerman. Kemudian saat kelas dua hingga delapan, Nouman Ali Khan bersekolah di Arab Saudi. Namun sekolah yang dimasukinya adalah sekolah Pakistan yang berbahasa Urdu. Nouman Ali Khan merupakan seorang keturunan Pakistan dan selama bersekolah di Arab Saudi inilah Nouman Ali Khan belajar bahasa Urdu yang baginya merupakan bahasa ibu.

Lalu Nouman Ali Khan kembali mengikuti ayahnya yang pindah ke Amerika Serikat. Saat SMA, Nouman Ali Khan bersekolah di New York, Amerika Serikat. Pada masa SMA ini, Nouman Ali Khan merasa tidak punya alasan untuk menjalani agama (Islam) dengan serius. Teman-temannya kebanyakan non Muslim yang tentunya menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, sehingga beliau pun terbawa pergaulan yang jauh dari Islam.

Perkenalan Kembali Dengan Islam

Melalui tulisan di akun Facebook Page miliknya, Nouman Ali Khan menceritakan perkenalannya kembali dengan Islam terjadi saat ia berusia sekitar 19 tahun di New York. Sayangnya Nouman Ali Khan tidak merasakan perjalanan spiritual kembali ke Islam sesuai dengan harapannya.

Di masa-masa awal kembali ke Islam, Nouman Ali Khan mendapatkan berbagai pengalaman dari berbagai orang dan kelompok. Seperti mendapatkan imam yang berkata tidak penting mempelajari Al Quran karena itu hanya untuk ulama. Nouman Ali Khan diminta hanya fokus untuk menjalankan rukun Islam yang lima dan mengikuti para ulama.

Lalu ada juga pendapat dari banyak muslim yang menyarankan untuk tidak terlalu berusaha mempelajari Al Quran karena itu akan membingungkan. Cukup serahkan hal itu (mempelajari Al Quran) kepada para ulama. Sebagai muslim biasa cukuplah mempelajari beberapa dzikir dan bila ada pertanyaan, serahkan pada ulama.

Kemudian Nouman Ali Khan mengikuti suatu komunitas yang gemar berdebat dengan non muslim terkait kebenaran Islam. Lalu ia berpindah ke komunitas lain yang memiliki kebiasaan untuk mengkritik muslim lainnya. Bagi mereka, hanya dengan mengikuti halaqah mereka sajalah seorang muslim dapat selamat dari azab neraka.

Sekitar dua tahun Nouman Ali Khan terjebak dalam pemikiran bagaimana menyelamatkan umat dari perbedaan akidah. Dan semua itu membuatnya tidak merasa menjadi seorang muslim yang lebih baik, tidak merasa dekat dengan Allah, tidak dapat merasakan cinta-Nya, bimbingan-Nya, rahmat-Nya, kedekatan-Nya. Karena Allah hanya dijadikan subjek dalam debat.

Mulai Mencintai Al Quran

Petualangan Nouman Ali Khan dengan Al Quran dimulai dengan Dr. Abdus Samie dan kelas bahasa Arab-nya yang mengagumkan. Di tahun 1999, seorang teman yang tidak ikut terjebak dalam berbagai debat agama mengajaknya untuk mengikuti suatu program dari Dr. Abdus Samie, seorang ahli Quran yang mengajarkan cara menerjemahkan dan menjelaskan Al Quran dalam bahasa Urdu.

Awalnya Nouman Ali Khan lebih tertarik untuk mencari tahu, apakah ada kesalahan terkait akidah pada program tersebut. Namun pada malam pertama, Dr. Abdus Samie hanya membicarakan firman-firman Allah. Dari program dan guru inilah titik balik Nouman Ali Khan mulai mencintai Al Quran sehingga mulai kembali menghafal Al Quran dan kehilangan minat untuk terlibat dalam perdebatan agama.

Mendirikan Bayyinah

Pada wawancara dengan Hadits of The Days, Nouman Ali Khan mengatakan, sejak usia 16 tahun sudah terbiasa untuk bekerja. Bahkan saat tahun pertama kuliah Nouman Ali Khan bekerja di bidang teknologi sehingga dapat membiayai kuliahnya.

Dalam suatu kesempatan di Malaysia tahun 2015, beliau bercerita bekerja hampir selama 10 tahun di industri teknologi dan ketika lulus kuliah sempat menjadi kepala bagian desain, yang mengurus front end design, user interface, desain grafis dan hal-hal seperti itu. Sekitar tahun 2000 banyak perusahaan melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya, dan Nouman Ali Khan termasuk yang juga mengalami PHK.

Peristiwa itu memberikan kesempatan Nouman Ali Khan belajar bahasa Arab. Dan setelah mengikuti pelajaran bahasa Arab bersama Dr. Abdus Samie, minat Nouman Ali Khan untuk mengajarkan Al Quran kepada umat Islam semakin menguat dan akhirnya beliau mulai sering memberikan kursus bahasa Arab dan melakukan ceramah di berbagai tempat.

Saat Nouman Ali Khan memutuskan sepenuhnya “berkarir” mengajarkan bahasa Arab (Al Quran), orang-orang terdekatnya bersikap skeptis dan ragu. Nouman Ali Khan tetap yakin dengan “rencana bisnisnya”. Berkat pertolongan Allah dan juga kritik dan saran dari teman-teman dekatnya, Nouman Ali Khan akhirnya berhasil mendirikan Bayyinah.

Dalam membuat metode pelajaran Bahasa Arab, Nouman Ali Khan terpengaruh dengan metode mengajar Dr. Abdus Samie. Nouman Ali Khan mengajar Bahasa Arab dan bekerja sebagai professor of Arabic di Nassau Community College hingga tahun 2006.

Di tahun 2005 Nouman Ali Khan memulai Bayyinah dari laptopnya. Beliau mulai mengajar dasar-dasar bahasa Arab klasik di area New York dan New Jersey, kemudian merilis program “Tajwid and Reading Essentials” bersama Wisam Sharieff.

Merujuk ke Wikipedia, Nouman Ali Khan mendirikan Bayyinah pada tahun 2006. Di tahun 2006 ini Nouman Ali Khan berkeliling ke lebih dari 40 lokasi. Penyebaran dakwahnya ini terjadi dengan menggunakan media promosi dari mulut ke mulut.

Pada tahun 2007 Nouman Ali Khan bertemu dengan Abdul Nasir Jangda. Bayyinah kemudian pindah sepenuhnya ke Dallas, Texas. Abdul Nasir Jangda bergabung dengan Bayyinah dan mengajar kelas pertamanya di Vermont.

Musim panas tahun 2009, Nouman Ali Khan pindah ke Dallas. Dan mengemukakan idenya untuk mendirikan kampus. Di tahun 2010, setelah mencari lebih dari 100 lokasi, Nouman Ali Khan memutuskan mendirikan lokasi kampus Bayyinah dekat dengan Dallas/Forth Worth International Airport dan masjid Irving. Bayyinah menyewa lebih dari 11.000 meter persegi untuk digunakan sebagai kampus.

REFERENSI:

http://hadithoftheday.com/nouman-ali-khan/

http://bayyinah.com/about/history/

http://muslimmatters.org/2014/07/31/about-fame-a-personal-life-and-responsibility/

http://www.nakcollection.com/naks-biography.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s