Mencari Bahagia

Bahagia….

.

.

.*SEMANGAT PAGI …* 
Pada sebuah Seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta.

Tiba-tiba sang Motivator berhenti memberikan Materinya dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta.

Para peserta diminta untuk menuliskan namanya, pada Balon yang mereka terima dengan menggunakan Spidol.

Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.
Kemudian, semua peserta seminar diminta masuk ke ruangan yang penuh balon dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka.

Mereka hanya diberi waktu 5 menit.
Semua orang panik mencari nama mereka 😳🙄😟

Bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang di sekitarnya, sehingga terjadi kekacauan.

Waktu 5 menit sudah usai, tetapi tidak seorangpun yang bisa menemukan balon dengan nama mereka masing-masing.
Kemudian, Motivator meminta mereka masing-masing untuk mengambil sembarang balon dengan acak dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di balon itu.

Dalam beberapa menit kemudian semua peserta seminar sudah memegang balon dengan Nama mereka sendiri.
Akhirnya sang motivator berkata,..
“Kejadian yang baru saja terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri,…

Tidak peduli dengan orang lain,…

Sama halnya ketika mencari balon dengan nama mereka sendiri,…

dan banyak yang gagal.
Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika memberikan balon kepada pemiliknya,…

Ketika memberikan kebahagiaan kepada orang lain, dengan saling tolong monolong,…

Peduli dengan orang lain, dan tidak egois.”
sahabat,…

kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan yang kita berikan kepada orang lain.

Memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan balasan kebahagiaan kita sendiri.
Semoga hari ini kita bisa berbagi kebahagiaan untuk orang lain●●● 
Salam Koperasi Gotong Royong Indonesia
*Salam Sukses dan TETAP SEMANGAT*

Teman Surga

Bismillah

🍀 Tolong Bawa Aku Ke Syurga..

😢😢😢

Cerita teman yg 
❣Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu..
❣Dalam airmata berlinang dan ucapan yg terbata2 dia berkata,” jika kamu tidak melihat aku di syurga, tlg tanya pada Allah di mana aku,
💕Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau…
Sebenarnya pesan itu pernah di sampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yg berkata kpd sahabatnya sambil menangis :
💕 ” Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku ; Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga.”
Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits 

“Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah ; Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami…”
💕 Maka Allah berfirman, ” Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah”.

(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)

                                                                                                                                                فِيْ جَنّٰتٍ   ۛ  يَتَسَآءَلُوْنَ ۙ 

berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,

[QS. Al-Muddassir: Ayat 40]
* عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ ۙ 

tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

[QS. Al-Muddassir: Ayat 41]
* مَا  سَلَـكَكُمْ فِيْ سَقَرَ

“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (Neraka) Saqar?”

[QS. Al-Muddassir: Ayat 42]
* قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ ۙ 

Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat,

[QS. Al-Muddassir: Ayat 43]
* وَلَمْ  نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ ۙ 

dan kami (juga)

Mengobati penyakit futur ( kendor semangat)

“Mengobati Penyakit Futur (Kendor Semangat)”
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَيَحْيَى بْنُ جَعْدَةَ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ الرَّسُولِ قَالَ ذَكَرُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَوْلاَةً لِبَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ إِنَّهَا قَامَتِ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ. قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَكِنِّى أَنَا أَنَامُ وَأُصَلِّى وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ فَمَنِ اقْتَدَى بِى فَهُوَ مِنِّى وَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ثُمَّ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى بِدْعَةٍ فَقَدْ ضَلَّ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدِ اهْتَدَى »
Dari Mujahid, ia berkata, aku dan Yahya bin Ja’dah pernah menemui salah seorang Anshor yang merupakan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, para sahabat Rasul membicarakan bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib. Ia berkata bahwa ia biasa shalat malam (tanpa tidur) dan biasa berpuasa (setiap hari tanpa ada waktu luang untuk tidak puasa). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits di atas:
1. Secara bahasa Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak. Juga dapat berarti dalam diam setelah bergerak. Atau : malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh. Penyakit futur ini menimpa orang-orang yang telah bergerak. Ia tidak menimpa orang yang tidak atau belum bergerak.

2. Riwayat di atas menunjukkan bahwa setiap orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak berlebihan.

3. Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.

a. Jauh dari kemaksiatan,

b. Tekun mengamalkan amalan siang dan malam,

c. Mengagendakan amalan yang ia kerjakan,

d. Menjauhi hal-hal yang berlebihan,

e. Melazimi Jama’ah “Jama’ah itu rahmat. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan kerutinan,

f. Mengenal kendala yang akan menghadang,

g. Memilih teman yang shaleh (baik),

h. Menghibur diri dengan hal yang mubah,

i. Mengingat mati, syurga dan neraka

j. Muhasabah (menghisab/ menghitung ) diri.
Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an:
1. Jauh dari kemaksiatan,
 وَلَا تَطْغَوْا فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِي ۖ وَمَنْ يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِي فَقَدْ هَوَىٰ
“Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa di timpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (QS. Toha: 81)
2. Tekun mengamalkan amalan siang dan malam.
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
“Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka”. (QS. Al-Furqon:64).
3. Menjauhi hal-hal yang berlebihan,
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ 
“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu !

(QS. At-Taghobun: 16)
4. Mengenal kendala yang akan menghadang,
(وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ 
“Dan beberapa banyak Nabi yang berpernag bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang orang yang sabar. (QS. Ali- Imran :146)
والله اعلم بالصواب …

Semoga bermanfaat…

Rejeki Allah

The Secret of…. Marketing Langit
– Ada yang mengetuk pintu langit dengan cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa, rutin dia lakukan.. 
– Ada orang yang ngundang rejeki dengan cara mencium punggung tangan ibunya, lalu minta didoakan…. 
– Ada yang mengundang rejeki, tiap pekan dia datangi anak-anak Yatim, diusap2 kepalanya, dibelikan sesuatu untuk keperluan mereka, sebagaimana diajarkan nabi kita.
– Ada yg ngundang rejeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja… 
– Ada org yg ngundang rejeki, tiap malam jumat dia membagi makanan kepada 100 orang yang tidur di Jalanan..

Doanya tembusss kelangit!
– Ada orang yg ngundang rejeki, tiap setelah sholat subuh dia tidak tidur dia ber istigfar 100 kali dan tadarrus Al quran hingga terbit fajar, lalu menatap langit langsung, mengangkat tangan, dan Nembus langsung pada Tuhannya..  
– Ada yg ngundang rejeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan..  
– Ada yg ngundang Rejeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan.. 

Dia Yakin Tuhannya MAHA KAYA..  
– Ada yang ngundang rejeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka…  
– Ada yang ngundang rejeki, tiap jumat dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yg dia berikan ke orang lain.. Tiap tetes keringatnya penuh pahala
– Ada yang mengundang rejeki dengan memperbaiki jadwal sholat 5 waktunya berjamaah di masjid dan Allah pun memudahkan segala urusannya.
– Ada yang ngundang rejeki, tiap pagi dia sholat dhuha & berdoa, ketika orang lain sdh sibuk dia memilih ngadep langsung ke Penciptanya..
– Ada yang tiap 1/4 malam dia bangun sholat tahajjud berbisik pada bumi dan terdengar dilangit, Allah ridho hidupnya pun berkah.
Ada yg ngundang REZEKI dg cara MENANAM POHON dan mengkampanyekannya agar semua MAKHLUK BUMI bisa menikmati OKSIGEN dan mengurangi CO². 🌿🌿
Rejekimu bukan dari Bossmu atau pelangganmu…. 

Tp dari Allah..
Undang rejeki dtg dg cara2 yg Allah Ridhoi…
“Memberi informasi..Presentasi itu mestinya tenangkan hati…” -» 
kalo hatimu gak tenang, jangan2 karena berbagi informasipun engkau enggan..
Orang yg yakin ALLAH MAHA KAYA, dia gak pernah takut kelaparan.. dia gak pernah takut.. dan gak pernah ragu!
Mau jalan manakah yg kita pilih untuk mengundang rezeki.
Lakukanlah tanpa ada rasa ragu.
*boncengananak2.blogspot.com*

Wirid

KAFE SUFI

Tasawuf, Thariqot, Humor Sufi, Profil Sufi, Dunia Wali

Konsistensi Wirid

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
Tidak ada yang meremehkan konsistensi wirid (ketaatan di setiap waktu) kecuali orang yang sangat bodoh, karena warid ( pahala wirid) itu akan di dapat di negeri akhirat, sedangkan taat atau wirid itu akan lenyap bersama lenyapnya dunia ini.

Sedangkan yang lebih utama untuk diprioritaskan adalah yang wujudnya tidak bisa diabaikan. Wirid adalah HakNya yang harus anda laksanakan. Sedangkan warid adalah sesuatu yang anda cari dariNya. Mana yang lebih utama antara sesuatu yang dituntut oleh Allah padamu, dibanding apa yang anda tuntut dari Allah?
Mayoritas ummat ini lebih banyak berburu pahala dan janjinya Allah swt. Dalam segala gerak gerik ibadahnya. Padahal yang lebih utama adalah ibadah dan kepatuhannya itu sendiri. Sebab kepatuhan dan ubudiyah yang dituntut oleh Allah swt, dan menjadi HakNya, itu lebih utama dibanding hak kita yang besok hanya akan bisa kita raih di akhirat.

Sebab kesempatan melaksanakan HakNya saat ini dibatasi oleh waktu dunia, dan akan habis ketika usia seseorang itu selesai. Karena itu semampang di dunia, ibadah, amal, wirid harus diperbanyak sebanyak-banyaknya. Soal pahala dan balasan di akhirat itu bukan urusan kita. Manusia tidak berhak mengurus dan menentukan pahalanya. Semua itu adalah haknya Allah swt. Yang telah dijanjikan kepada kita, karena merasa menginginkannya.
Ibnu Athaillah lalu menegaskan, mana lebih utama tuntutan anda apa tuntutan Allah?
Disinilah lalu berlaku pandangan:
1. Taat itu lebih utama dibanding pahalanya.
2. Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya.
3. Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya.
4. Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya.
5. Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya.
6. Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan.
7. Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya.
8. Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan.
9. Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati.
10. Wirid itu lebih utama ketimbang warid.
11. dan seterusnya.

Para sufi sering mengingatkan kita, “Carilah Istiqomah dan jangan anda menjadi pemburu karomah. Sebab nafsumu menginginkan karomah sedangkan Tuhanmu menuntutmu istiqomah. Jelas bahwa Hak Tuhanmu lebih baik dibanding hak nafsumu.”

Abu Syulaiman ad-Darany menegaskan, “Seandainya aku disuruh memilih antara sholat dua rekaat dan masuk syurga firdaus, sungguh aku memilih sholat dua rekaat. Karena dalam dua rekaat itu ada Hak Tuhanku, sedangkan dalam syurga firdaus hanya ada hak diriku.”

https://apis.google.com/u/0/se/0/_/+1/fastbutton?usegapi=1&source=blogger%3Ablog%3Aplusone&size=medium&hl=en&origin=http%3A%2F%2Fkafe-sufi.blogspot.sg&url=http%3A%2F%2Fkafe-sufi.blogspot.com%2F2009%2F03%2Fkonsistensi-wirid.html&gsrc=3p&ic=1&jsh=m%3B%2F_%2Fscs%2Fapps-static%2F_%2Fjs%2Fk%3Doz.gapi.id.RPmeVtuEwtI.O%2Fm%3D__features__%2Fam%3DAQ%2Frt%3Dj%2Fd%3D1%2Frs%3DAGLTcCO15MrQXRWSAk6inlpSxMiCnezMvw#_methods=onPlusOne%2C_ready%2C_close%2C_open%2C_resizeMe%2C_renderstart%2Concircled%2Cdrefresh%2Cerefresh&id=I0_1492157589006&parent=http%3A%2F%2Fkafe-sufi.blogspot.sg&pfname=&rpctoken=15905878

No comments:

Post a Comment

https://accounts.google.com/o/oauth2/postmessageRelay?parent=http%3A%2F%2Fkafe-sufi.blogspot.sg&jsh=m%3B%2F_%2Fscs%2Fapps-static%2F_%2Fjs%2Fk%3Doz.gapi.id.RPmeVtuEwtI.O%2Fm%3D__features__%2Fam%3DAQ%2Frt%3Dj%2Fd%3D1%2Frs%3DAGLTcCO15MrQXRWSAk6inlpSxMiCnezMvw#rpctoken=248189282&forcesecure=1