Orang2 sholeh

*đŸŒŸBulir Ibrah dan HikmahđŸŒŸ*
Dinukil dan diselia dari 

_*”Para Salaf di Bulan Ramadhan”*_

Al-AllÄmah ShÄlih bin FauzÄn al-FauzÄn hafizhahullÄhu, Mei 2016

https://goo.gl/rs1F0n
***
Keadaan para salaf, sebagaimana yang tercatat di dalam buku-buku yang diriwayatkan dengan sanad-sanad yang _tsiqqot_ (kredibel), tentang mereka:
Mereka berdoa bermohon kepada _AllÄh Azza wa Jalla_ agar AllÄh mempertemukan mereka dengan Ramadhan sebelum masuk bulan tersebut. Mengapa? Karena mereka mengetahui di dalam bulan Ramadhan itu terdapat kebaikan yang besar dan manfaat yang berlimpah.
Saat telah masuk bulan Ramadhan, mereka meminta kepada AllÄh untuk membantu mereka agar bisa beramal saleh di dalamnya.
Di saat  bulan mulia itu berakhir, mereka meminta kepada AllĂ„h agar menerima segala amal saleh mereka, sebagaimana Sebagaimana firman _AllĂ„h Jalla wa ‘Ala_ 
_Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya._

[QS Al-Mu’minĆŻn 60-61]
***
Para hamba Allah itu bersungguh-sungguh di dalam beramal, kemudian mereka merasa cemas setelahnya, apakah amalnya akan diterima ataukah ditolak Hal ini disebabkan pengetahuan (ilmu) mereka akan keagungan _AllĂ„h Azza wa Jalla,_ dan pengetahuan mereka bahwa AllĂ„h tidaklah menerima suatu amalan melainkan yang ikhlas mengharap wajah-Nya dan benar sesuai dengan sunnah Rasulullah  ï·ș .
Mereka tidak memuji diri-diri mereka sendiri dan sangat khawatir amalan mereka tertolak. Karenanya amal  mereka dilakukan dengan susah payah untuk bisa melaksanakannya. 
_Sesungguhnya AllÄh hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa._

[QS Al-Ma’idah 27]
***
Mereka mendedikasikan diri mereka secara total di bulan Ramadhan untuk beribadah dan mengurangi aktivitas duniawi. Apa saja? 
Menghabiskan waktu mereka untuk duduk bermajelis di rumah-rumah Allah Azza wa Jalla.
Mereka berkata, “Kami menjaga puasa kami dan tidak mau menggunjing seorang pun.”
Mereka sibuk dengan mushaf dan saling mempelajari Kitabullah _Azza wa Jalla._
Mereka menjaga waktu-waktu mereka dari kesia-siaan, sebagaimana kebanyakan manusia di zaman ini. Sebaliknya, mereka menjaga waktu mereka di malam hari dengan _qiyÄm_ (mendirikan sholat malam) dan di siang hari dengan berpuasa, membaca Alquran, berdzikir, dan amalan kebajikan lainnya.
Orang-orang saleh ini tidak sudi membuang waktu mereka walau hanya sedetik saja atau hanya sekilas, melainkan mereka gunakan waktu mereka untuk beramal kebaikan.
***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s