Definisi Kaya dan Miskin

*DEFINISI KAYA DAN MISKIN*

Terkadang terasa menggelikan. Atau lebih tepat lagi mengenaskan ? Ada sebuah ironi disini. Nyaris seumur hidup kita bekerja keras setengah mati supaya bisa kaya atau makmur. Tetapi karena tidak cerdas finansial dan tidak tahu hukum-hukum keuangan, kita malah menjauh dari kaya. Semakin lama justru semakin mendekat kearah miskin tanpa disengaja. Akibatnya banyak yg semakin frustrasi. Semakin besar penghasilan kita, mengapa semakin banyak tanggungan hutang kita ? Dan merasa semakin merasa perlu mendapat penghasilan lebih besar lagi ? Kok seperti kurang terus ya ? Lapar uang terus ? Kita menumpuk beban yg kita pikir aset seperti rumah, tanah dan mobil. Akibatnya kita sebenarnya bertambah miskin meskipun kita sendiri merasa bertambah kaya. Itu nampak dari kerja kita yg semakin lama semakin keras dan tanggung jawabnya semakin besar. Itu sebenarnya hanya menunjukkan bahwa kita membutuhkan uang semakin banyak utk bisa bertahan hidup. Mereka yg berusaha mencari uang besar adalah mereka yg kekurangan uang alias miskin.

*MISKIN*

Sebenarnya definisi miskin itu secara filosofi tidak ada karena kita menggunakan kata ampuh yaitu CUKUP. Padahal yg sering terjadi, cukup itu artinya kekurangan uang yang dicukup cukupkan. Dalam dunia keuangan sebenarnya hanya ada 2 kondisi yi KEKURANGAN UANG dan KELEBIHAN UANG. Anda disebut *kekurangan uang* bila Anda masih HARUS BEKERJA utk mendapatkan uang. Sebaliknya Anda disebut *kelebihan uang* jika uang sudah datang sendiri dari ASET yg dulu Anda bangun. Anda boleh saja tetap bekerja seperti Bill Gate dan para milyarder lain. Tetapi bekerjanya membangun aset. Saat inipun saya masih terus bekerja membangun aset.

*HATI HATI* Kita sudah sering salah sangka pada kondisi seseorang, bahkan kita sendiri. Jika dia punya rumah besar dan mobil mewah kita menyebutnya kaya. Jika dia hidup sederhana kita sebut miskin. Padahal belum tentu. Bisa saja dia hidup sederhana karena sedang *menunda kenyamanan*, sebuah kondisi yg menjadi prasyarat utk bisa kaya. Kita memiliki uang tetapi tidak digunakan utk hidup, melainkan digunakan utk investasi. Terkadang kita melihat seseorang yg tadinya hidup sederhana cenderung miskin, kemudian “mendadak” nampak kaya. Orang lain curiga dia pelihara tuyul atau makhluk gaib lain. Kalau saya melihatnya mungkin dia cerdas finansial. Melakukan proses menunda kenyamanan sampai investasinya berhasil. Setelah berhasil, barulah dia menggunakannya utk membeli benda benda yg disukainya. Tetapi seseorang yg sudah membeli benda benda yg bagus kemudian membayarnya dengan bekerja keras mencari uang, maka dia pasti orang miskin. Hidupnya sering stres meskipun jarang diakui. Jadi, kalau Anda hidup mewah dengan penghasilan aktif, Anda adalah orang miskin. Semakin mewah kehidupan Anda, sebenarnya semakin miskin Anda. Meskipun karena ketidak tahuan Anda, seringkali Anda menolak kebenaran bidang keuangan ini. Tertutup oleh pandangan tetangga, saudara, teman dan siapapun di sekeliling Anda yg mengatakan ANDA KAYA.

*PENERAPAN KECERDASAN FINANSIAL.*

Kecerdasan finansial itu hanyalah pengetahuan. Tanpa diterapkan, pengetahuan tidak memiliki banyak arti. Ada 3 langkah dalam menerapkan kecerdasan finansial :

*1. Hilangkan kredit konsumtif.*

Jika sekarang memiliki barang dg kredit dan dibayar dengan hasil kerja Anda, maka keuangan Anda sulit meningkat. Anda harus berani menjual rumah kreditan atau mobil kreditan Anda dan menggantinya dg yg lebih kecil tetapi cash dan tidak memberatkan cashflow Anda.

*2. Pertahankan tingkat kehidupan Anda.*

Ini adalah kondisi yg perlu dilakukan jika ingin memiliki kehidupan yg nyaman di kemudian hari. Yaitu menunda kenyamanan, dimana meskipun Anda memiliki uangnya tetapi tidak digunakan utk membeli arang konsumtif.

*3. Dapatkan penghasilan pasif.*

Hanya ada 4 cara untuk mendapatkan penghasilan pasif, yaitu membangun bisnis besar, membeli bisnis waralaba, membangun bisnis networking dan berinvestasi. Ketiga langkah diatas sangat emosional dan sukar dilakukan sendiri karena ke tiganya berlawanan dengan pendidikan yg kita terima sejak kecil. Saya sudah tahu kecerdasan finansial ini dari buku Robert T Kiyosaki pada tahun 2000, tetapi baru bisa melakukan awal tahun 2004 ketika ada mentor. Dengan dibimbing mentor mentor seperti pak Ojat, bu Elly, pak Aldi dan pak Agustinus, saya bisa selamat melampaui semua itu. Dengan penghasilan pasif yg saya dapat dari bisnis yg saya bangun tahun 2004 & 2005, alhamdulillah saya bisa bebas dari kewajiban bekerja mencari nafkah. Tanpa bimbingan mentor, kita pasti putus di jalan karena begitu kuat program bawah sadar kita yg lama.

*PENGHASILAN PASIF BISA DIWARISKAN.*

Di kuadran kiri, kuadran pegawai, profesional dan pengusaha kecil, apa yg kita hasilkan hanya berhenti di kita. Ketika kita berhenti (pensiun, meninggal, PHK), maka apapun yg sdh kita bangun selama ini (karir, relasi, suplier, bisnis) akan berhenti di kita. Anak anak kita memulai sendiri dari awal dan tidak bisa meneruskan pencapaian kita. Akibatnya, perjuangan berhenti hanya sampai umur kita dan sulit untuk mencapai puncak kehidupan. Di kuadran kanan (kuadran Business Owner dan Investor), apapun pencapaian kita akan bisa diteruskan oleh anak anak kita. Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa mereka yg sdh ada di kuadran kanan enggan kembali ke kuadran kiri. Ternyata itu benar, selama 25 tahun saya berada di kuadran kiri sebagai dokter. Sekarang sy di kuadran kanan dan tidak mau ke kiri. Bahkan saya tidak ingin anak anak sy berada di kuadran kiri. Saya punya ilmu di kuadran kanan. Dimana kita bisa bekerja jauh lebih santai dg hasil yg jauh lebih besar. Bahkan dibanding dokter kandungan sekalipun. Tetapi ada 1 hal yg paling saya senangi di kuadran kanan. Selain lebih santai, apapun yg saya kerjakan, hasilnya bisa diteruskan sampai ke anak dan cucu. Saat ini sdh banyak cucu yg menikmati hasil kerja kakeknya, baik di konglomerasi, waralaba maupun bisnis networking. Itu adalah 3 bisnis penghasil _passive income_.

*Hanya lewat salah satu dari 3 macam bisnis itulah Anda bisa memiliki penghasilan pasif*,

disamping Investasi. Selamat malam, besok insyaallah sy lanjutkan dengan bab ke 3 dari seri Kebebasan Finansial, yaitu Membangun Jaringan dan Sistem Bisnis. 🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s