Membangun Jaringan dan Sistem

Malam ini akan sy lanjutkan topik yg ke 3 dari Kebebasan Finansial yi Membangun Jaringan dan Sistem Bisnis. Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa Orang miskin mencari pekerjaan sedang orang kaya membangun jaringan.

Orang miskin berusaha utk menjadi spesialis di satu bidang, sedang orang kaya tetap generalis. Mereka mempekerjakan spesialis utk menjalankan bisnisnya.

*

*Hidup Sederhana Atau Berjuang ? :*

Dahulu anda mungkin punya cita cita yg besar. Ingin naik haji, punya rumah besar, punya mobil bagus, rekreasi ke luar negeri, naik kapal pesiar, membangun masjid, membantu orang dsb. Itu gambaran yg di lingkaran yg besar. Tetapi apa daya, ternyata penghasilan Anda hanya memenuhi lingkaran kecil itu. Ada 2 pilihan yg bisa Anda lakukan, yaitu memasukkan semua keinginan kedalam lingkaran pendapatan Anda atau memperluas pendapatan Anda sehingga semua yg dilingkaran besar bisa dipenuhi.

Jika Anda cenderung utk mengambil langkah pertama, maka itu cukup mudah. Tinggal menyederhanakan kehidupan.
– Keinginan punya rumah besar diganti dg rumah tipe SSS (Sangat sederhana sekali).
– Membangun masjid diganti membangun langgar dari bambu.
– Rekreasi ke Paris dirubah ke Pantai Kenjeran.
Mobil ganti sepeda motor Dsb.

Jika Anda memilih berjuang, maka bukan berjuang secara fisik yg penting krn itu sudah Anda lakukan sepanjang hidup ini. *Yg penting adalah berjuang secara mental yaitu mengalahkan diri Anda sendiri.* Merubah cara berpikir (gampang diucapkan tetapi sulit dilakukan). Melakukan hal hal yg tidak disukai. Semakin tidak Anda sukai, semakin perlu Anda lakukan.

Logikanya sederhana, hal yg Anda sukai berarti hal itu sudah ada di pikiran bawah sadar Anda. Hal atau pikiran itulah yg sudah membawa Anda ke tempat yg sekarang ini. Sebaliknya, hal hal yg disarankan mentor tetapi tidak Anda sukai, berarti belum ada di data pikiran Anda. Artinya, hal hal yg tidak Anda sukai itulah kemungkinan besar yg bisa membawa perubahan kepada Anda. Lakukan saja apa yg ditunjukkan mentor Anda dan belajarlah menyukainya (Zig Ziglar).

**CARA PINDAH KUADRAN.*

Untuk bisa meluaskan lingkaran cita cita diatas, kita perlu punya uang dan waktu yg cukup. Tempat paling nyaman untuk hidup seperti itu adalah di kuadran I atau investor. Kuadran dimana uang yg bekerja untuk kita dalam bentuk perusahaan bersistem atau investasi seperti hotel, kost kost an, kebun buah, ternak, saham dll. Orang orang besar jaman dulu banyak yg berjuang untuk keturunannya dengan cara secepatnya sampai ke kuadran I. Misalnya Rockefeller yg skrng sdh mencapai generasi ke 4 (Rockefeller IV), mereka menikmati hasil kerja kakek buyutnya dulu dan terus mengembangkannya.

Mengapa kita tidak berjuang untuk hal yang sama ? Satu satunya alasan Anda sekarang tidak mengenal nama ke 4 mbah buyut Anda adalah karena mereka tidak meninggalkan sesuatu yg patut dikenang. Misalnya nama baik menjadi pahlawan, atau meninggalkan sumber uang yg tidak ada habis habisnya. Kalau Anda berani melakukan itu, bukan tidak mungkin nama Anda akan dikenal secara abadi di garis keturunan Anda.

Pindah kuadran bukan seperti pindah pekerjaan. Yg menjadi masalah adalah kita ini dilahirkan, dibesarkan, sekolah dan bekerja di kuadran kiri. Kita nyaris tidak mengenal satupun orang kuadran kanan. Kita tidak tahu bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka bertindak dan bagaimana mereka menghadapi masalah. Kita tidak tahu sama sekali tentang dunia kuadran kanan, karena itu mustahil dapat menyeberang ke kanan tanpa bantuan orang kuadran kanan. Kita cenderung takut kepada sesuatu yang tidak kita ketahui.

Ada 2 cara utk bisa sampai ke kuadran I. Cara yg pertama dengan usaha/upaya sendiri, dari E –> S –> B –> I. Anda membangun bisbis, membangun sistemnya sehingga menjadi bisnis kuadran B dan kemudian hasilnya diinvestasikan. Cara ini sangat berat dan hanya orang yg benar benar istimewa yg bisa sampai kesini.

Cara ke dua adalah dengan bimbingan, dari E dan S langsung ke B kemudian ke I. Cara ini disebut *100% predictable*. Jika Anda mengikuti mengikuti pembimbing / sistem dengan benar maka Anda akan berhasil. Sebaliknya jika tidak mengikuti atau menuruti caranya sendiri ya tidak akan berhasil. Apapun caranya, pilihan ada pada Anda sendiri.

**TIGA BISNIS BERSISTEM :*

Ada 3 macam bisnis bersistem yg termasuk di kuadran B (Business Owner) dan bisa memberi kita penghasilan pasif. Jika kita bisa membangun salah satunya sehingga memberi penghasilan besar, maka kita bisa pensiun dini dan anak keturunan kita akan menikmati hasil bisnis yg kita bangun. Kita tidak mewariskan harta atau uang yg bisa habis. Tetapi mewariskan SUMBER UANG yang tidak pernah habis.

*1. Korporasi atau konglomerasi*. Jaman dulu, hanya ini bisnis yg disebut sebagai bisnis besar. Korporasi adalah bisnis besar dengan jaringan yg rumit didalamnya. Sedang konglomerasi adalah jaringan korporasi. Sistem diperoleh dg cara dibangun. Butuh modal besar dan keahlian untuk membangunnya.

*2. Waralaba atau franchise*, yaitu jaringan bisnis sejenis. Ada jaringan restoran, jaringan toko pengecer dsb. Sistemnya diperoleh dg cara membeli kepada pihak yg membuat sistem. Tentu butuh modal besar dan resikonya juga sesuai dg modal. Untuk memiliki sebuah gerai waralaba tidak perlu keahlian. Yg penting punya uang.

*3. Networking atau Personal Franchise* yaitu jaringan konsumen atau jaringan pebisnis perorangan. Sistemnya diberikan secara gratis oleh perusahaan mitra dan kita tinggal memakainya. Tidak membutuhkan modal besar atau keahlian krn ada bimbingan. Bisa dikerjakan paroh waktu sehingga selama kita membangun bisnis/ aset, tidak ada perubahan penghasilan.

Robert T Kiyosaki dalam buku yg saya baca tahun 2000 mengatakan _: “Bagi Anda yg tidak memiliki modal, tidak berani mengambil resiko, tidak memiliki keahlian dan sangat sibuk, satu satunya cara menjadi Business Owner adalah dengan menjalankan bisnis Networking”._

Tetapi saat itu saya belum memiliki mentor dan belum mampu mengalahkan ego saya sendiri.

**KORPORASI DAN KONGLOMERASI :*

Korporasi adalah bisnis besar, sedang konglomerasi adalah jaringan bisnis bisnis besar. Dahuku, yang disebut bisnis bersistem itu ya cuma bisnis besar ini. Biasanya dimulai dengan seorang muda yg berambisi dan membangun sebuah bisnis. Kemudian dia jatuh bangun membangun sistem di bisnis itu sehingga bisnisnya bisa autopilot alias jalan sendiri tanpa campur tangan Anda. Jika Anda masih cukup muda dan memiliki keahlian bisnis, saya anjurkan utk membangun korporasi. Mula mula Anda membangun bisnis, kemudian membangun jaringan dan sistem sambil tetap hidup sederhana (menunda kenyamanan). Jika sistem Anda sdh jadi, maka Anda tinggal membangun bisnis yg lain dan begitu seterusnya sehingga memiliki banyak bisnis. Dibutuhkan waktu 20-30 tahun utk membangun sistem, dan perlu bangkrut 2-3 kali (menurut ayah kayanya Robert T Kiyosaki)

Pilihan lain seperti yang dilakukan pak Rennier Latif, mantan pemilik Lapindo Brantas sebelum dijual ke grup Bakri. Beliau membangun bisnis, kemudian belajar membangun jaringan dan sistem di sebuah bisnis networking. Sambil membangun bisnis networkingnya, beliau menerapkan keahliannya itu ke bisnis konvensionalnya dan sekarang sudah memiliki lebih dari 50 bisnis. Beliau menjadi Trained Entrepreneur atau entrepreneur terlatih.

*

*WARALABA :*

Waralaba adalah sebuah sistem bisnis, dimana ada seseorang yg membangun sebuah bisnis. Kemudian dia membangun sistemnya sehingga siapapun yg mengerjakan bisnis itu ditempat lain, akan tetap jalan dengan baik. Kalau Anda datang ke MC Donald atau toko Indomaret, maka Anda akan menjumpai anak anak muda yg bukan ahli manajemen. Tetapi mereka bisa menjalankan restoran atau toko nyaris tanpa seorang pengawas yg memelototi kerja mereka. Sistem sudah membuat mereka bekerja seperti mesin demi kepentingan pembuat sistem. Siapapun yg memiliki uang bisa membeli franchise atau hak berbisnisnya. Modal atau biaya pembangunan bisnis ditanggung yg meminta waralaba. Perusahaan induk hanya menyediakan sistem.

Bisnis ini berawal dari Mc Donald yg dikembangkan oleh Ray Kroc. Kemudian bermunculan bisnis waralaba. Kondisi ini tidak disukai oleh para pebisnis besar yg merasa bahwa tidak seharusnya sebuah sistem itu bisa diperjual belikan. Akibatnya, seseorang tanpa pengalaman bisnis, tiba tiba bisa memiliki sebuah usaha besar. Seharusnya sistem itu dibangun dan dinikmati ileh yg membangun.

Sempat ada tuntutan ke Konggres Amerika agar sistem waralaba dilarang karena dianggap tidak adil pada mereka yg berjuang jatuh bangun membangun bisnisnya. Tidak sesuai dengan semangat Amerika. Konggrea mengambil suara dan yg setuju waralaba menang dengan angka tipis. Bayangkan jika sistem waralaba ini dilarang krn sekarang apapun di waralabakan.

Jika anda memiliki uang, maka sebaiknya Anda membeli sebuah gerai waralaba. Apa yg diperoleh tergantung jumlah uang yg Anda miliki. Jika memiliki mini market, dengan modal 1- 2 milyar akan mendapat penghasilan antara 8 -10 juta (data bbrp tahun lalu). Anda tidak membutuhkan keahlian apa apa krn semua sdh ada sistemnya. Sayangnya di Indonesia banyak waralaba lokal yg sistemnya belum terbukti kuat (bisnisnya berdiri lebih dari 5 tahun dan punya cabang yg dibiayai pemilik), sudah di waralabakan. Sehingga tidak sedikit waralaba yg bangkrut.

*

*NETWORKING*

Networking adalah pengembangan dari waralaba. Sering juga disebut waralaba pribadi atau personal franchise. Banyak keunggulan sistem networking dibanding waralaba selain modalnya yg kecil. Pada waralaba kita hanya boleh meminta franchise ke perusahaan induk, setiap pengembangan bisnis akan membutuhkan biaya yg tidak sedikit. Tetapi pada bisnis networking, hak untuk memberi franchise di berikan kepada pelaku bisnis. Sehingga kita bisa mengembangkan bisnis sebesar yg kita inginkan hanya dengan modal awal yg lebih murah dari HP Anda.

Networking disebut juga jaringan konsumen, dimana kita membangun jaringan orang orang yg memakai produk tertentu. Jika selama ini kita membeli produk di supermarket, maka pelaku networking akan membeli produk di tokonya mitra. Kemudian dia mengajak orang lain untuk juga membeli produk di toko mitra itu. Dia mendapat bonus sekitar 10% dari jumlah omset yg dihasilkan. Selama orang itu belanja maka dia akan terus mendapat bonus itu. Orang yg puas dengan produknya itu juga akan mengajak orang lain. Begitu seterusnya bisnis berkembang dari mulut ke mulut. Di Amerika Serikat, 20% dari milyardernya berasal dari bisnis networking ini.

Yang menarik dari bisnis networking adalah terbuka untuk semua orang tanpa kecuali. Asal orang itu mau belajar utk bisa menerapkan sistemnya. Maka sistem itu yg nantinya akan bekerja melindungi aset dan penghasilan kita.

Bisnis Networking ini akan saya ulas lebih banyak, karena bisnis ini merupakan satu satunya kesempatan bagi orang seperti saya dulu (tidak punya keahlian bisnis, tidak punya modal dan usia sudah pertengahan dg tanggungan banyak sehingga tidak berani ambil resiko bangkrut).

Kabar buruknya, Anda hanya bisa bergabung dg sebuah bisnis networking jika ada orang yg mengajak Anda. Akibat perjalanan dari mulut ke mulut itulah, bisnis networking menjadi sosok yg menakutkan bagi sebagian besar orang, karena kita lebih banyak mendengar informasinya dari ORANG YG GAGAL. Apalagi bisnis ini tidak diiklankan sehingga tidak banyak orang yg tahu. Ketidak tahuan terhadap sesuatu itu akan menimbulkan rasa takut.

**STATISTIK*

BKPM nya Amerika mengeluarkan sebuah statistik yg menarik. Dari 100 bisnis yg didirikan,
hanya 1 yg masih tersisa setelah 10 tahun. Pemilik bisnis yg tersisa itu biasanya sdh mengalami kebangkrutan sebelumnya. Artinya kalau Anda orang yg baru pertama kali membuka bisnis, hampir 100% bangkrut.

Di bisnis networking, dikatakan *100% predictable* atau 100% bisa diprediksi. Jika kita serius mengerjakan dan mengikuti sistemnya maka akan berhasil. Jika tidak mengikuti sistemnya maka akan gagal. Jika tidak serius ya pasti akan gagal. Bisnis networking di desain sebagai *bisnis part time*. Tetapi bukan berarti boleh dikerjakan hanya jika sempat. Kita perlu menyediakan waktu dan perhatian penuh kepada bisnis ini. Banyak bisnis networking bagus yg bisa mengubah kehidupan seseorang, termasuk saya. Disamping tentu lebih banyak lagi bisnis networking yang tidak bagus dan berbau money game.

*

*BELAJAR DI KUADRAN B*

Kuadran B adalah kuadran yg memberi tantangan paling besar kepada seseorang. Mengapa banyak orang ke kuadran E dan S karena kuadran ini tidak terlalu banyak menuntut dibanding kuadran B.

Di kuadran B, Anda berhubungan dengan 2 kata yaitu *JARINGAN* dan *SISTEM*. Keduanya menyangkut orang lain di luar Anda. Sehingga bagi Anda yg ingin ke kuadran B, Anda harus memiliki kepemimpinan dan people skill yang tinggi. Itulah kualitas yg jarang dimiliki orang sehingga sangat jarang orang berhasil ke kuadran B.

Robert T Kiyosaki dan Donald Trump mengatakan, bagi Anda yang sekarang di E dan S, bergabung dengan sebuah bisnis networking yg baik merupakan tempat paling tepat untuk mendidik diri kita ke kuadran B. Disana Anda akan disediakan mentor yang melatih Anda dan menjaga Anda secara mental dan emosi untuk bisa menyeberang ke kuadran kanan. Tanpa bantuan mentor, nyaris mustahil Anda bisa menyeberang ke kuadran kanan yg segala sesuatunya berbeda dg tempat Anda selama ini yaitu di kuadran kiri.

*

*3 MACAM ENTREPRENEUR*

Di dunia ini ada 3 macam entrepreneur :

*1. Born Entrepreneur,* yaitu entrepeneur yg memang sejak awal memiliki bakat atau mereka yg dilahirkan di lingkungan entrepreneur. Biasanya mereka sdh memutuskan sejak awal untuk menjadi entrepreneur.

*2. Accidental Entrepreneur*. Sebagian besar entrepreneur termasuk golongan ini. Yaitu mereka yg menjadi entrepreneur karena terpaksa. Misalnya tidak diterima bekerja di mana mana atau kena PHK. Biasanya mereka tidak begitu menginginkan anaknya menjadi entrepreneur. Sehingga tidak ada pola pelatihan yg intensif sejak si anak kecil. Akibatnya, dari generasi ke generasi biasanya tidak ada peningkatan kualitas entrepreneurship mereka.

*3. Trained Entrepreneur*, adalah entrepreneur yg dilatih. Latihannya tentu bukan di sekolah bisnis karena di sekolah bisnis kita dilatih menjadi pegawai. Pelatihan yg paling tepat menurut Robert T Kiyosaki adalah di sebuah bisnis Networking yang baik. Anda bisa membaca buku BUSINESS SCHOOL dari Robert T Kiyosaki.

*

*Networking, MLM dan Money Game :*

Banyak orang yg bingung dan menganggap sama saja ke tiga macam bisnis ini. Sesuai dengan program bawah sadarnya (pola pikir miskin), biasanya orang biasa tidak suka dengan networking dan MLM tetapi justru senang dengan money game. Karena money game sebagai bisnis tipu tipu yg dibungkus dg janji keuntungan tinggi. Pikiran sadar yg butuh uang sangat menyukai ide mendapat keuntungan. Dibalik itu, krn ini memang didesain utk menguntungkan mereka yg lebih dahulu bergabung dan merugikan yg bergabung akhir, maka bawah sadar suka dg sesuatu yg bisa menghabiskan uang kita. Jika uangnya habis, maka kita akan bertambah keras bekerja dan itulah tujuan dasar pikiran bawah sadar seperti yg sy sampaikan di depan. Karena ke dua pikiran bisa sinkron, maka kita bisa sangat tertarik dan dengan mudah akan tertipu. Banyak orang yg bisa sampai kehilangan rumah karena money game ini.

Sebenarnya kalau pikiran kita jernih dan sedikit punya ilmunya, sangat gampang menandai ini bisnis money game. Yaitu uang atau bonus yg Anda peroleh berasal dari uang masuk atau pembelian paket atau apa namanya dari orang yg masuk belakangan. Karena dasar dari money game adalah SKEMA PONZI atau skema piramida. Charles Ponzi adalah nama penipu tahun 1920 an. Biasanya bentuk grupnya seperti piramida sama sisi. Setelah anda mendaftar, anda diminta atau dirangsang untuk menambah investasi lagi beberapa paket. Itulah ciri money game.
Bungkusnya bisa macam macam, ada yg tanpa produk, ada yg produk sembako, koin emas, bahkan ada yg bungkusnya umrah murah seperti yg sering bermasalah itu.

Kalau Networking dan MLM itu merupakan pengembangan dalam sebuah siatem PROSUMEN atau pemasaran yg langsubg dari Produsen ke Konsumen. Awalnya komsep ini dimulai dengan Direct Selling. Dimana seaeorang membali langsubg ke produsen dan menjualnya ke konsumen. Keuntungannya cukup besar yi 60% dari harga konsumen. Itu adalah keuntungan yg tadinya untuk grosir, retail dan iklan. Kemudian muncul pengembangan utk bekerjasama beberapa orang utk menjual produk. Terciptalah MLM atau Multi Level Marketing. Untuk menjamin anggota tetap berjualan, dibuatlah syarat TUTUP POINT, jika dia tidak membeli sejumlah tertentu produk maka bonusnya tidak bisa cair.

Ternyata banyak orang yg tidak suka jualan, maka perusahaan pioner merubah diri menjadi Networking atau JARINGAN KONSUMEN dg memperbanyak produk yg dipasarkan. Dengan banyaknya produk, orang tidak perlu menjual, cukup dg membeli untuk kebutuhan sendiri. Mereka membuat batasan sendiri perlu belanja berapa per bulan, karena jumlah itu akan ditiru oleh grupnya. Para pelaku bisnis yg pintar akan berusaha belanja sebanyak dia bisa supaya ditiru oleh grupnya. Dengan begitu, tanpa perlu grup yg besar, omset yg besar sdh bisa dicapai.

Di Networking maupun MLM, jika tidak ada orang baru masuk, selama ada yg beli produk di grup, bonus tetap di dapat. Kalau di sistem piramida atau moneygame, jika tidak ada satupun pendaftar baru dalam satu periode, maka tidak ada uang yg akan bisa dibayarkan. Mereka yg “belum mendapat giliran” atau yg baru masuk ya akan kehilangan seluruh uangnya.

*

*NILAI DARI SEBUAH BISNIS.*

Setiap bisnis selalu terdiri dari 4 unsur, yaitu Prasarana, Produk, Manajemen dan Konsumen. Dari ke empatnya, apa yang paling bernilai dari sebuah bisnis ? Apakah prasarananya seperti gedung, kendaraan ?
Atau produknya ?
Manajemennya ?
Atau Konsumennya ?

Sebuah bank besar yg memiliki 20 juta nasabah, jika iuran dinaikkan 5 ribu per bulan akan ada pemasukan tambahan 100 milyar per bulan. Provider HP yang memiliki 100 juta pengguna, jika masing masing beli pulsa 10 ribu sebulan, penghasilannya sudah 1 trilyun rupiah. Sebaliknya, sebuah toko atau mall yang megah dan menjual barang barang bagus, tanpa konsumen tidak banyak berarti.

Dari ke 4 komponen bisnis diatas, yg paling penting tentu KONSUMEN nya. Karena uang datangnya dari konsumen.

Jadi, di bisnis apapun, siapa pihak yg memegang konsumennya, dialah pemilik bisnis yg sebenarnya. Traveloka, Gojek, Uber adalah nama nama bisnis yg berbasis pada konsumen. Mereka tidak memiliki prasarana bisnis maupun produk dan jasanya. Tetapi memiliki konsumennya. Merekalah pemilik bisnis yg sebenarnya.

*

*BISNIS TERBESAR DI DUNIA :*

60% uang yg kita bayarkan setiap membeli produk apa saja, mulai tusuk gigi sampai mobil, digunakan utk membayar keuntungan grosir, retail dan juga iklan. Pabrik mendapat bagian 40%. Grosir, retail dan iklan inilah pangsa bisnis yg terbesar di dunia, menyedot 60% dari uang yg kita bayarkan.

Ada 3 cara kita berbisnis disini :

*1. Grosir dan retail konvensional* seperti toko. Disini kita sendiri yg melakukan semuanya, mylai membangun toko, mengisi toko, mengelola toko dan mencari konsumennya. Keuntungan bersih yg diperoleh sekitar 5-10% omset. Dibutuhkan modal besar dan resiko yg tinggi. Jaman dulu hanya cara ini yg dikenal jika kita ingin punya toko.

*2. Toko waralaba* seperti Indomaret, Alfamart dsb. Jika ingin memiliki sebuah toko waralaba, setelah disetujui, kita yg membangun toko dan mengisi toko. Tentu butuh modal besar. Mitra kemudian yg mengelola, termasuk mencari konsumen dg beriklan dsb. Keuntungan utk pemilik toko berkisar 2.5 – 3% dari omset. Keyntungan terbeaar utk mitra karena mereka yg memegang konaumennya. Sebagai contoh, jika Anda memutuskan kemitraan dg minimarket itu kemudian memasang merk sendiri, pengunjungnya tidak akan seramai dulu.

*3. Networking atau Personal Franchise*. Semua dilakukan oleh perusahaan mitra Anda, mulai membangun toko, mengisi toko dan mengelola toko. Kita nyaris tidak mengeluarkan modal apa apa. Tugas pelaku bisnis networking adalah *mendatangkan konsumen*. Kita akan mendapat bonus antara 3 – 21% tergantung omset. Rata rata 10%.

*

*MENGAPA KITA TIDAK SUKA NETWORKING / MLM ?*

Networking dan MLM adalah pencipta 20% milyarder di Amerika (Forbes 2010). Biasanya kejadian di Amerika ini juga mewakili dunia. Tetapi mengapa kebanyakan dari kita tidak menyukai dan cenderung sinis ? Itu karena *ulah dari program miskin di pikiran kita*. Program pikiran sebagian besar orang termasuk saya dulu adalah *_life map miskin dan program bekerja keras_*. Sedangkan networking dan MLM benar benar bisa membuat seseorang kaya serta pensiun dini (tidak bekerja lagi). Sudah tentu ini sangat bertentangan dg program dasar di pikiran bawah sadar kita. Yg menginginkan kita tidak memiliki cukup uang sehingg terus terdorong untuk bekerja keras.

Beda dg money game yg dipermukaan menguntungkan tetapi sebenarnya merugikan. Karena itu orang berbondong bondong ikut money game. Pikiran sadar yg lapar uang tertarik dg janji janji manis berpenghasilan besar, sedang
pikiran bawah sadarnya yg ingin kita terus bekerja, sangat tertarik dg resiko bangkrut yg membuat boss nya (kita) harus bekerja lebih keras. Karena adanya sinkronisasi atau kesesuaian antara pikiran sadar dan bawah sadar (meski tujuannya berlawanan) maka money game dg segala bungkusnya sangat menarik hati kita. Mulai program umrah murah sampai sembako dan soft ware tertentu. Yg masuk dahulu akan mendapat uang terlebih dahulu. Yg masuk belakangan ya dapat giliran belakangan kecuali beli paket banyak. Itulah yg terjadi disekitar kita.

*

*PILIHAN ANDA TERGANTUNG APA YG DIMILIKI.*

Bagaimana cara Anda menghabiskan kehidupan ini ? Apakah ingin bekerja sementara dg membangun aset ? Atau ingin bekerja mencari uabg seumur hidup ? Itu adalah hak kita untuk memilih cara menjalani hidup.

Jika memilih membangun aset, tidak mungkin kita tetap di kuadran kiri yaitu kuadran pegawai, profesional dan pengusaha kecil. Disini kita menukarkan waktu kita dengan uang, sehingga tidak mungkin mencapai kondisi bebas uang dan bebas waktu atau kebebasan keuangan.

Kalau ingin membangun aset dan kemudian mendapat pengbasilan pasif selamanya, kita perlu pindah ke kuadran kanan atau MERANGKAP DULU di kuadran kanan.

Di kuadran kanan ada 4 macam, yaitu 3 macam di Kuadran Business Owner dan Investor. Apa yg kita ingin lakukan ya tergantung kondisi diri kita.

1. Jika masih muda, lakukan investasi dari hasil kerja Anda. Butuh sekitar 30 – 40 tahun untuk memberi hasil, tergantung berapa persen penghasilan yg Anda sisihkan.

2. Jika anda masih cukup muda dan memiliki keahlian bisnis, silahkan membangun korporasi atau konglomerasi. Statistik kurang dari 1% yg berhasil, dan harus berani 2-3x mengalami bangkrut. Barulah Anda bisa membangun sebuah korporasi.

3. Jika Anda tiba tiba punya uang, belilah bisnis waralaba. Harga tergantung jenisnya.

4. Jika Anda tidak terlalu muda, atau muda tetapi ingin segera bebas finansial, dan tidak memiliki keahlian bisnis, maka bisnis Networking yg tepat utk Anda lakukan. Syaratnya mau berubah.

5. Jika Anda tidak mau berubah, maka lanjutkan apa yg sudah Anda lakukan sekarang. Ingat bahwa di bisnis konvensional, apapun kiat baru yg menurut anda kebih canggih, itu sebenarnya sudah dilakukan orang sebelumnya.

Di setiap sektor kecuali yg nomor 5, Anda membutuhkan mentor yg bergerak di bidang itu dan secara teknis membimbing Anda.

Tanpa bantuan atau bimbingan dari orang kuadran kanan, Anda tidak akan bisa menyeberang ke kuadran kanan. Daerah itu sama sekali tidak pernah Anda kenal. Nilai nilai yang dianut juga sangat berbeda dg nilai nilai Anda.PILIHAN ANDA TERGANTUNG APA YG DIMILIKI.

Bagaimana cara Anda menghabiskan kehidupan ini ? Apakah ingin bekerja sementara dg membangun aset ? Atau ingin bekerja mencari uang seumur hidup ? Itu adalah hak kita untuk memilih cara menjalani hidup.

Jika memilih membangun aset, tidak mungkin kita tetap di kuadran kiri yaitu kuadran pegawai, profesional dan pengusaha kecil. Disini kita menukarkan waktu kita dengan uang, sehingga tidak mungkin mencapai kondisi bebas uang dan bebas waktu atau kebebasan keuangan.

Kalau ingin membangun aset dan kemudian mendapat pengbasilan pasif selamanya, kita perlu pindah ke kuadran kanan atau MERANGKAP DULU di kuadran kanan.

Di kuadran kanan ada 4 macam, yaitu 3 macam di Kuadran Business Owner dan Investor. Apa yg kita ingin lakukan ya tergantung kondisi diri kita.

1. Jika masih muda, lakukan investasi dari hasil kerja Anda. Butuh sekitar 30 – 40 tahun untuk memberi hasil, tergantung berapa persen penghasilan yg Anda sisihkan.

2. Jika anda masih cukup muda dan memiliki keahlian bisnis, silahkan membangun korporasi atau konglomerasi. Statistik kurang dari 1% yg berhasil, dan harus berani 2-3x mengalami bangkrut. Barulah Anda bisa membangun sebuah korporasi.

3. Jika Anda tiba tiba punya uang, belilah bisnis waralaba. Harga tergantung jenisnya.

4. Jika Anda tidak terlalu muda, atau muda tetapi ingin segera bebas finansial, dan tidak memiliki keahlian bisnis, maka bisnis Networking yg tepat utk Anda lakukan. Syaratnya mau berubah.

5. Jika Anda tidak mau berubah, maka lanjutkan apa yg sudah Anda lakukan sekarang. Ingat bahwa di bisnis konvensional, apapun kiat baru yg menurut anda kebih canggih, itu sebenarnya sudah dilakukan orang sebelumnya.

Di setiap sektor kecuali yg nomor 5, Anda membutuhkan mentor yg bergerak di bidang itu dan secara teknis membimbing Anda.

Tanpa bantuan atau bimbingan dari orang kuadran kanan, Anda nyaris tidak akan bisa menyeberang ke kuadran kanan. Daerah itu sama sekali tidak pernah Anda kenal. Nilai nilai yang dianut juga sangat berbeda dg nilai nilai Anda. Bagaimana bisa Anda menuju daerah yg tidak Anda kenal tanpa seseorang membimbing Anda ?

*

*MEMILIH KERJA SAMA BISNIS BERSISTEM.*

Jika kita ingin membangun bisnis kuadran kanan atau investasi, perlu diingat bahwa kita tidak sedang mencari uang besar sekarang. Kita sedang membangun aset yg bisa terus mengucurkan penghasilan saat kita sdh memutuskan istirahat. Karena itu kita perlu memilih dengan siapa kita akan bermitra. Ini lah point point yg dikatakan Robert T Kiyosaki dan Moh Basith jika ingin bekerja sama dg sebuah perusahaan :

1. Legal, tercatat di APLI atau di OJK.

2. Usia lebih dari 10 tahun. Karena itu masa krisis pertama. Semakin tua tentu semakin bagus. Kalau money game jarang yg bisa melewati 5 tahun. Seringkali 2 tahun sudah banyak yg protes. Kecuali kalau penyelenggara pandai membungkus dengan isu isu keagamaan seperti umrah murah, diberi label sedekah dsb.

3. Ada produk yg berkualitas, sehingga Anda tidak malu utk menawarkannya.

4. Ada rancangan pendidikan yg baik. Ingat bahwa kita sedang menyeberang kuadran, bukan sekedar ganti atau menambah pekerjaan. Jadi perlu ada pendidikan yg baik yang membantu kita secara mental melewati fase fase itu.

5. Ada contoh contoh orang yg berhasil. Kalau belum ada orang orang yg sudah pensiun dini disana, maka Anda sedang menjadi bahan trial.

*

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s