Puasa 1

METABOLISME SAAT PUASA

Metabolisme saat Puasa Puasa pada bulan Ramadan adalah wajib hukumnya bagi umat Islam. Artinya, siapa pun orangnya puasa Ramadan tidak boleh ditinggalkan. Secara keyakinan mungkin tidak perlu diragukan lagi, akan tetapi sebenarnya adakah rahasia yang terkandung di dalam puasa tersebut? Mari kita telaah lebih dalam lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh kita saat berpuasa. Dalam keadaan normal, tubuh mendapatkan energi dari luar melalui makanan dan minuman atau dari dalam tubuh melalui pembakaran sistem metabolisme lemak dan protein. Dalam keadaan puasa, tubuh tidak disibukkan untuk melakukan penyerapan makanan dari usus sebagai sumber energi dari luar, tetapi tubuh sendiri menyediakan sekaligus menggunakan energi dari hasil proses metabolisme tubuh sendiri, yaitu dengan membentuk gula darah dari glikogen yang berada di sel-sel hati dan siap pakai sebagai sumber energi alami. Diawali dengan makan sahur, tiga jam setelahnya tubuh kita akan menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk sumber tenaga cadangan berupa glikogen, asam amino, dan lemak. Sumber energi ini akan digunakan dalam pergantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel yang baru dengan kualitas yang baik. Yang menarik, dalam keadaan puasa proses metabolisme ini selain menghasilkan energi tadi, juga menghasilkan sisa-sisa metabolisme yang berbahaya, tetapi sekaligus akan segera dibersihkan oleh sel-sel hati yang selanjutnya akan dibuang keluar tubuh. Subhanallah! Dalam keadaan puasa, kita melakukan pembatasan asupan kalori dari luar, pembatasan ini meningkatkan zat yang bermanfaat berupa antioksidan. Antioksidan ini dapat membersihkan zat yang bersifat racun, sekaligus mengeluarkannya dari dalam tubuh, sehingga tubuh terhindar dari zat-zat yang berbahaya. Selain itu, puasa juga meningkatkan jumlah sel darah putih untuk menangkal serangan penyakit infeksi, sehingga terjadi peningkatan sistem kekebalan dalam tubuh. Dan, yang mencengangkan dari puasa adalah sebagai upaya tubuh menyeimbangkan asam

basa tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme agar tetap berjalan sesuai dengan rambu rambu. Subhanallah! Dalam keadaan puasa, energi yang berasal dari makanan dan minuman saat sahur akan digunakan secara hemat untuk aktivitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak karena gula darah yang tersedia dari pencernaan sangat mudah untuk mengalami proses metabolisme sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir tidak memerlukan hormon insulin. Selain itu, puasa juga dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi dapat menyebabkan kegemukan. Kegemukan ini merupakan sumber berbagai penyakit seperti kelainan lemak kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain. Dengan demikian, sudah sepatutnya saat berbuka puasa tidak dianjurkan makan secara berlebihan. Bahaya! Dapatlah digarisbawahi bahwa puasa secara ilmiah tidak hanya suatu upaya ibadah wajib yang semata menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Akan tetapi, mempunyai rahasia kesehatan dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang berbahaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s