Doa

Sharing Pagi….

INI HANYA SOAL RASA

“Aku tak pernah khawatir apakah doaku akan dikabulkan. Sebab, setiap kali Allah mengilhamkan pada hamba-Nya untuk berdoa, maka Dia sedang berkehendak untuk memberi karunia pada hamba-Nya”.

Doa itu diilhamkan kawan.
Karena berdoa, meminta, memohon, berharap, bermunajat (mengadu, curhat) ke Allah Sang Pengatur kehidupan, Yang layak disimpuhi kedermawanan-Nya, ditadah karunia-Nya, diharap Petolongan dan Cinta-Nya, semua itu adalah diantara jalan ketaqwaan.

Fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa.
Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan (jalan) ketaqwaan [QS. 91: 8].

Maka jika berdoa itu diilhamkan itu artinya ‘barang wujudnya’ sudah ada, sudah disiapkan. Tinggal penuhi syarat dan ketentuannya. Masalahnya hari-hari ini banyak diantara kita yang berdoa tapi tidak berharap, berdoa tapi tidak bersimpuh jiwa, berdoa tapi tak memohon, tak mengadu, berdoa tapi tak merendahkan hati dan menjaga kelembutann (tadorru’an wa khufyatan), berdoa tapi tak menginginkan kucuran Cinta-Nya. Berdoa tapi (sebenarnya) tak berdoa.

Sudah kehilangan rasa.

“Yang aku khawatiri adalah, jika aku tidak berdoa”. Kalimat ini menutup pernyataan di paragrap awal di atas. bukan kalimat saya lho kawan.. itu pernyataan Al-Faruq Umar ibnul Khoththob R.A.

Karena sumber rasa itu dalam hati. maka doa yang tidak dari hati yang salim, hati yang penuh ketundukan, yang bersih maka akan diliputi kehampaan, tiada getarannya dan hilangnya rasa. Seperti orang minta tolong tapi tidak kenal pada siapa dia meminta.. . Waiyadu billah.

Bisa jadi, kita ini baru sebatas TAHU Allah tapi tidak KENAL sama Allah!

Kalau kenal mah, apa-apa diceritain, apa-apa disampein, kalau ketemu pada pilihan dikonsultasiin, dikit-dikit minta jangan mintanya dikit-dikit. Itu kalau kita kenal bahkan kenalnya pake deket. Lha kalau kenal aja engga’? gimana bisa cerita, curhat, mengantungkan harapan..apalagi katanya pengen ditolong sama Allah.

Hanya satu hal saja kok, kita pengen menghadirkan lagi RASA. Menghidupkan lagi HATI. Karena masalah terbesar sejatinya bukan pada hutang/piutangmu, bukan hubungan dengan orang-orang terkasihmu, bukan pada pekerjaanmu, juga bukan bisnismu yang sampai saat ini ga sesuai impian, atau karirmu yang begini-begini saja.. tapi masalah terbesar adalah pada HATI yang sudah kehilangan rasa.

So, disini kita bisa merasakan manisnya keberhambaan, rasa kelezatan dari penyerahan diri, ikrar mencurahkan segala rasa Cinta pada Sang Khaliq dan rasa Cinta Sang Khaliq pada kita. dan seperti inilah senikmat-nikmatnya kehidupan. Lebih nikmat dan lebih penting dari pengkabulannya itu sendiri.

Karena dikabulnya doa itu hanyalah bonus!.
Karena…الدعاء مخ العبادة .. DOA itu MUKHKHUL IBADAH
(Doa itu saripati dari Keberhambaan).

wallahu a’lam

Advertisements

Blind Spot

_*Motivasi pagi KGRI*_

Semua *PETINJU* profesional memiliki *PELATIH.*
Bahkan, petinju *LEGENDARIS* sehebat *MOH ALI* sekalipun memiliki *PELATIH.*
Yaitu *ANGELO DUNDEE* yang membantu *ALI* menjadi *JUARA* dunia 3 kali.

Padahal jika mereka *BERDUA* disuruh *BERTANDING* sangat *JELAS* Angelo Dundee tidak akan pernah *MENANG.*

Mungkin kita ber-tanya², mengapa *MOH ALI* butuh *PELATIH* kalau *JELAS* dia pasti *MENANG* melawan pelatihnya ?

*KETAHUILAH…*
Bahwa *MOH ALI* butuh *PELATIH* bukan karena pelatihnya lebih *HEBAT* tapi karena ia membutuhkan seorang untuk *MELIHAT* hal² yang *”TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI”*

Hal yang tidak dapat kita *LIHAT* dengan *MATA* sendiri itu yang disebut : *”BLIND SPOT”* atau *”TITIK BUTA”.*

Kita hanya bisa melihat *”BLIND SPOT”* dengan bantuan orang lain.

Dalam *HIDUP* kita *BUTUH* seseorang untuk *MENGAWAL* kehidupan kita, *SEKALIGUS* untuk *MENGINGATKAN* kita seandainya *PRIORITAS* hidup kita mulai *BERGESER.*

Kita butuh orang lain YANG :
_*×. MENASIHAT*_
_*×. MENGINGATKAN*_
_*×. MENEGUR*_

Jika kita *MULAI* melakukan *SESUATU* hal yang *KELIRU* yang *MUNGKIN* tidak kita *SADARI.*

Kita butuh *KERENDAHAN HATI* untuk :
×. Menerima _*KRITIKAN*_
×. Menerima _*NASEHAT*_
×. Menerima _*TEGURAN*_

Itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia *SEMPURNA.*
Jadi, biarkan orang lain menJadi *”MATA”* kita di area *’BLIND SPOT’* kita, sehingga kita bisa *MELIHAT* apa yang tidak *BISA* kita *LIHAT* dengan _*’PANDANGAN’*_ kita *SENDIRI.*

Mari kita saling nasehat- menasehati dalam *KEBAIKAN & KESABARAN….*

Kcerdasan Finansial Dasar

*KECERDASAN FINANSIAL DASAR* Sebenarnya jauh lebih penting memiliki kecerdasan finansial yg bagus dibandingkan memiliki ilmu mencari uang yg bagus. Fakta di dunia menunjukkan, mereka yg memiliki kemampuan mencari uang yg sangat bagus pun pada akhirnya kalah jauh dengan mereka yg cerdas finansial atau pandai mengelola uang. Bayangkan jika seseorang bisa memiliki kemampuan mencari uang yang prima dan sekaligus memiliki kecerdasan uang yg prima pula. Seperti yg saya harapkan akan terjadi pada anggota Building The Dream yg mau mengikuti ke 3 tahapannya. Meskipun demikian, rumus 90 : 10 seperti yg disampaikan Robert T Kiyosaki dalam buku Guide to Invest tetap akan berlaku. Hanya 10 persen anggota yang nantinya benar benar bisa berhasil seperti yg diharapkan, dan memiliki 90% uang yg beredar di anggota Building The Dream. *Moga moga Anda bisa berada di bagian yang 10% itu.* 🙏 *MASALAH* Di seluruh dunia, pendidikan formal ditujukan untuk mendapatkan tenaga tenaga terampil untuk bekerja di pemerintah maupun swasta. Bahkan pendidikan bisnispun bukan melatih mereka untuk berbisnis sendiri. Tetapi melatih mereka untuk menjalankan bisnis orang lain. Alias menjadi pegawai. Dengan kata lain, kita hanya diajari cara memperoleh uang. Cara yg diajarkan pun hanyalah sebagian cara saja. Yaitu hanya 1/10 dari cara sebagaimana yg diajarkan Nabi saya. Beliau mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki ada di bisnis (perdagangan). Bayangkan dampaknya, kita hanya diajari 10% dari jalan yang ada. Ditambah lagi tidak diajari bagaimana mengatur keuangannya setelah diperoleh. Kira kira parah apa tidak akibatnya ?. Bahkan kalau diajari ke 10 cara itu tanpa diajari mengatur uangnya saja hasilnya masih mengecewakan. Apalagi hanya diajari 1/10 cara ? Sejak dahulu tidak ada satupun baik sekolah formal maupun informal yang mengajarkan bagaimana cara mengatur uang. Tetapi itu dulu, sekarang ada yaitu tempat dimana saya mempelajari semua ini. Sayangnya hanya sebagian saja yg bisa saya tularkan ke Anda. Selebihnya Anda perlu menggali sendiri ditempat saya belajar itu. Karena saya sendiripun belum lulusan sempurna *FAKTA YANG TERJADI* Pengajaran yg salah fokus akibatnya ya begini ini : 1. Bahkan di Amerika Serikat, negara yg paling kaya di dunia dan dianggap kemakmurannya merata, hanya 1% penduduknya yg bisa kaya. 4% mandiri secara keuangan, sedang selebihnya kalau tidak meninggal, harus bekerja terus sampai mati atau sebagian besar yaitu 54% hidupnya tergantung orang lain. Saya ini kalau tidak merubah arah, setelah usia 65 tahun ya masih harus bekerja mencari nafkah. Nanti setelah benar benar tidak kuat, akan hidup tergantung pihak lain, yaitu pensiunan pemerintah dan bantuan anak anak. 2. Di Indonesia pernah diteliti oleh majalah Swa. Profesional berpenghasilan besar seperti dokter, pengacara, notaris, direktur dll, 80% akan jatuh miskin di usia tua. Bayangkan, mereka adalah orang orang yg seumur hidupnya mendapatkan penghasilan besar. Mereka orang orang yg bisa mengumpulkan uang banyak. Toh akhirnya sebagian besar jatuh miskin. 3. Di Amerika, 90% pemenang lotre diatas 250 ribu dollar, akan jatuh miskin lagi 3 tahun setelah menang lotere. Umumnya mereka tidak tahu kemana uang mereka pergi. Seperti Anda yg membaca ini, coba teliti lagi, apakah Anda tahu kemana saja uang yg Anda peroleh itu pergi ? Saya yakin Anda tidak bisa menemukan jejak uang itu mengalir kemana. Itulah 3 fakta yang menunjukkan bahwa KECERDASAN FINANSIAL KITA RATA RATA MASIH RENDAH. *MANFAAT KECERDASAN FINANSIAL* Jika Anda cerdas finansial, maka yang terjadi adalah : 1. Anda tidak akan mengejar penghasilan besar. Anda justru akan mencari penghasilan penghasilan kecil. Bahkan sesuatu yg nampak awalnya tidak menghasilkan. Dengan begitu Anda akan hanya sedikit mendapat saingan. Karena sebagian besar mereka yg tidak cerdas finansial, akan mencari penghasilan yang besar, cepat dan aman. Para penipu pun siap menangkap mereka. Ken Kesey mengatakan _:”Rahasia untuk menjadi penipu yang hebat adalah mengetahui apa yang diinginkan calon kurbannya dan meyakinkan padanya bahwa ia akan memperoleh yang diidamkannya”_. Karena semua senang sesuatu yang sebenarnya tidak ada yaitu penghasilan besar, cepat dan aman, maka diciptakanlah hal yg tidak mungkin itu menjadi seolah olah mungkin. Charles Ponzi tahun 1920 an sudah menciptakan skemanya. Mereka tinggal membungkus nya saja dengan aneka bungkus yg indah. Pasti akan banyak yg memakan umpannya. Itu tidak akan terjadi pada mereka yg cerdas finansial. Orang yg cerdas finansial akan lari menjauh jika mendengar kalimat *cepat, besar dan aman secara jangka panjang* dijadikan satu. Alarm di kepalanya akan membunyikan tanda bahaya. Karena itu memang menyalahi aturan dasar investasi dan hukum alam manapun di bidang keuangan. 2. Jika cerdas finansial, Anda akan mampu memanfaatkan penghasilan sekarang untuk kesejahteraan anak cucu Anda. Pada sebagian besar orang, penghasilannya hanya berhenti untuk mendukung kesejahteraan dirinya. Itupun seringkali tidak sampai diujung umur. 3. Kehidupan Anda sudah pasti akan lebih tenang dan damai. Bisa berkumpul terus dengan keluarga yg dicintai. Tidak harus berpencaran sampai ke ujung dunia hanya untuk mengejar uang. Karena uang sudah bisa Anda datangkan sendiri ke rumah Anda. Sehingga Anda bisa bermain sepanjang hari dengan anak anak. *LIMA PERATURAN DASAR KEUANGAN* Ada 5 dasar peraturan keuangan. Sayangnya kita nyaris salah di ke lima hal itu. Mungkin Anda tidak demikian, tetapi saya demikian sampai usia 45 an. Ke lima hal itu akan saya uraikan satu per satu besok. Tetapi untuk memenuhi keingin tahuan Anda, akan sy singgung sedikit sekarang. Ke lima hal itu adalah : *1. Bisa membedakan aset dan beban :* Di sini saja sudah terbolak balik. Yang beban dikatakan aset. Seharusnya menumpuk aset supaya tambah kaya, yang dilakukan malah menumpuk beban sehingga tambah miskin. *2. Mengerti arus uang atau cashflow :* Selama bertahun tahun, cashflow saya ternyata lebih banyak cashflownya orang miskin, dan TIDAK PERNAH mengalami cashflow orang kaya. Padahal SEMUA ORANG YANG KENAL SAYA, menganggap saya kaya. Termasuk saya sendiri. *3. Mengetahui cara menggunakan uang :* Dari 3 cara menggunakan uang, saya justru melakukan yang terjelek. Jangan tertawa dulu, karena saya yakin Anda juga melakukan hal yang sama. *4. Mengetahui penghasilan aktif dan pasif :* Seumur hidup saya dan Anda dilatih untuk mencari UANG YANG SALAH. Kemudian bingung sendiri mengapa semakin tua kerjanya harus semakin keras ya ?. Lha iyalah, karena jenis uang yang salah yg kita cari. *5. Mengetahui definisi kaya dan miskin :* Di hal yg paling penting inipun kita tidak tahu. Kira semua ingin kaya, tetapi kita semua salah membuat definisinya. Akibatnya jelas, dari waktu ke waktu bukannya bertambah kaya tetapi justru bertambah miskin. Kalau dia dokter atau pengacara, semakin senior kerjanya semakin keras. Itu sebenarnya menunjukkan semakin miskin. Mereka bekerja semakin keras bukan karena ingin, tetapi karena harus. Besok akan sy jelaskan satu persatu dari ke 5 komponen diatas. Selamat malam dan selamat beristirahat 🙏

Hoo PoNoPoNo

Hoo PoNoPoNo

Hooponopono adalah konsep pengobatan penyakit jiwa di Hawaii dan masih digunakan sampai sekarang. Prinsipnya didasarkan pada keyakinan bahwa kita semua ini terhubung. Prinsip lain adalah bahwa kita secara bawah sadar cenderung seperti cermin. Kita akan menanggapi sesuai dengan sikap orang lain. Jika orang lain marah, kita cenderung menanggapi dengan meningkatkan suara juga. Kecuali mereka yg sudah matang dan bisa mengendalikan dirinya.

Di klinik jiwa itu, dokter hanya perlu melihat pasien dari luar, mengamati dan menghafal wajahnya. Kemudian masuk kamar dan mempelajari status si pasien di kamar. Setelah itu, sambil memikirkan pasien, dengan empati yg tinggi si dokter akan mengucapkan 4 kalimat secara terus menerus._*”Aku mencintaimu . . . Tolong maafkan aku . . . Aku menyesal sekali . . . Terimakasih . . . Aku mencintaimu . . . Tolong maafkan aku. . . . “_*terus menerus ratusan kali.

Pasien yg sdng depresi, stres, marah, sedih dsb bisa membaik dengan cepat.

Pasien tadi secara bawah sadar akan menghadapkan sisi baiknya ke si dokter krn hubungan batin dan ucapan ucapan si dokter tadi.

Dari ke 4 kata tadi, yg paling penting adalah kata “AKU MENCINTAIMU”. Seandainya kala lain lupa, dengan satu kata ini ternyata efeknya sama.

Manfaat utk kita apa ?

Banyak sekali, bisa untuk membantu teman, saudara, kerabat yg lagi galau, sedih, marah atau apapun. Bahkan sakit fisikpun bisa krn sakit fisik biasanya di dahului masalah emosi.

Kalau pasangan Anda atau mertua marah ke Anda atau ke yg lain, di hoo po no po no saja. Marahnya pasti cepat reda. 🙏

Membangun Jaringan dan Sistem

Membangun Jaringan dan Sistem Bisnis.

Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa Orang miskin mencari pekerjaan sedang orang kaya membangun jaringan.

Orang miskin berusaha utk menjadi spesialis di satu bidang, sedang orang kaya tetap generalis. Mereka mempekerjakan spesialis utk menjalankan bisnisnya.

*

*2 PILIHAN HIDUP*

Ada 2 pilihan untuk menjalani hidup ini bagi orang dewasa yang tidak memiliki banyak uang :

1. Anda hidup hemat, artinya menyederhanakan kehidupan Anda sehingga pengeluaran bisa ditekan. Ini tidak membutuhkan upaya yg terlalu keras. Cukup pasrah kemudian berfilsafat menghibur diri sendiri.

2. Anda bisa memperbanyak pendapatan, artinya anda harus siap menambah kerumitan. Meningkatkan pendapatan tanpa menambah kerumitan adalah mustahil. Saya percaya Anda semua orang hebat, yg selama ini sudah bekerja keras utk meningkatkan pendapatan Anda. Jika ternyata sampai sekarang belum memuaskan, maka Anda perlu merubah caranya. Jika Anda *tetap melakukan hal hal yg sama seperti kemarin tetapi berharap mendapat hasil yg berbeda adalah sesuatu hal yg mustahil.*

Anda harus siap melakukan sesuatu yg bahkan mungkin saat ini belum terpikirkan.

*

*Hidup Sederhana Atau Berjuang ? :*

Dahulu anda mungkin punya cita cita yg besar. Ingin naik haji, punya rumah besar, punya mobil bagus, rekreasi ke luar negeri, naik kapal pesiar, membangun masjid, membantu orang dsb. Itu gambaran yg di lingkaran yg besar. Tetapi apa daya, ternyata penghasilan Anda hanya memenuhi lingkaran kecil itu. Ada 2 pilihan yg bisa Anda lakukan, yaitu memasukkan semua keinginan kedalam lingkaran pendapatan Anda atau memperluas pendapatan Anda sehingga semua yg dilingkaran besar bisa dipenuhi.

Jika Anda cenderung utk mengambil langkah pertama, maka itu cukup mudah. Tinggal menyederhanakan kehidupan.
– Keinginan punya rumah besar diganti dg rumah tipe SSS (Sangat sederhana sekali).
– Membangun masjid diganti membangun langgar dari bambu.
– Rekreasi ke Paris dirubah ke Pantai Kenjeran.
Mobil ganti sepeda motor Dsb.

Jika Anda memilih berjuang, maka bukan berjuang secara fisik yg penting krn itu sudah Anda lakukan sepanjang hidup ini. *Yg penting adalah berjuang secara mental yaitu mengalahkan diri Anda sendiri.* Merubah cara berpikir (gampang diucapkan tetapi sulit dilakukan). Melakukan hal hal yg tidak disukai. Semakin tidak Anda sukai, semakin perlu Anda lakukan.

Logikanya sederhana, hal yg Anda sukai berarti hal itu sudah ada di pikiran bawah sadar Anda. Hal atau pikiran itulah yg sudah membawa Anda ke tempat yg sekarang ini. Sebaliknya, hal hal yg disarankan mentor tetapi tidak Anda sukai, berarti belum ada di data pikiran Anda. Artinya, hal hal yg tidak Anda sukai itulah kemungkinan besar yg bisa membawa perubahan kepada Anda. Lakukan saja apa yg ditunjukkan mentor Anda dan belajarlah menyukainya (Zig Ziglar).

*

*CARA PINDAH KUADRAN.*

Untuk bisa meluaskan lingkaran cita cita diatas, kita perlu punya uang dan waktu yg cukup. Tempat paling nyaman untuk hidup seperti itu adalah di kuadran I atau investor. Kuadran dimana uang yg bekerja untuk kita dalam bentuk perusahaan bersistem atau investasi seperti hotel, kost kost an, kebun buah, ternak, saham dll. Orang orang besar jaman dulu banyak yg berjuang untuk keturunannya dengan cara secepatnya sampai ke kuadran I. Misalnya Rockefeller yg skrng sdh mencapai generasi ke 4 (Rockefeller IV), mereka menikmati hasil kerja kakek buyutnya dulu dan terus mengembangkannya.

Mengapa kita tidak berjuang untuk hal yang sama ? Satu satunya alasan Anda sekarang tidak mengenal nama ke 4 mbah buyut Anda adalah karena mereka tidak meninggalkan sesuatu yg patut dikenang. Misalnya nama baik menjadi pahlawan, atau meninggalkan sumber uang yg tidak ada habis habisnya. Kalau Anda berani melakukan itu, bukan tidak mungkin nama Anda akan dikenal secara abadi di garis keturunan Anda.

Pindah kuadran bukan seperti pindah pekerjaan. Yg menjadi masalah adalah kita ini dilahirkan, dibesarkan, sekolah dan bekerja di kuadran kiri. Kita nyaris tidak mengenal satupun orang kuadran kanan. Kita tidak tahu bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka bertindak dan bagaimana mereka menghadapi masalah. Kita tidak tahu sama sekali tentang dunia kuadran kanan, karena itu mustahil dapat menyeberang ke kanan tanpa bantuan orang kuadran kanan. Kita cenderung takut kepada sesuatu yang tidak kita ketahui.

Ada 2 cara utk bisa sampai ke kuadran I. Cara yg pertama dengan usaha/upaya sendiri, dari E –> S –> B –> I. Anda membangun bisbis, membangun sistemnya sehingga menjadi bisnis kuadran B dan kemudian hasilnya diinvestasikan. Cara ini sangat berat dan hanya orang yg benar benar istimewa yg bisa sampai kesini.

Cara ke dua adalah dengan bimbingan, dari E dan S langsung ke B kemudian ke I. Cara ini disebut *100% predictable*. Jika Anda mengikuti mengikuti pembimbing / sistem dengan benar maka Anda akan berhasil. Sebaliknya jika tidak mengikuti atau menuruti caranya sendiri ya tidak akan berhasil. Apapun caranya, pilihan ada pada Anda sendiri.

*

*TIGA BISNIS BERSISTEM :*

Ada 3 macam bisnis bersistem yg termasuk di kuadran B (Business Owner) dan bisa memberi kita penghasilan pasif. Jika kita bisa membangun salah satunya sehingga memberi penghasilan besar, maka kita bisa pensiun dini dan anak keturunan kita akan menikmati hasil bisnis yg kita bangun. Kita tidak mewariskan harta atau uang yg bisa habis. Tetapi mewariskan SUMBER UANG yang tidak pernah habis.

*1. Korporasi atau konglomerasi*. Jaman dulu, hanya ini bisnis yg disebut sebagai bisnis besar. Korporasi adalah bisnis besar dengan jaringan yg rumit didalamnya. Sedang konglomerasi adalah jaringan korporasi. Sistem diperoleh dg cara dibangun. Butuh modal besar dan keahlian untuk membangunnya.

*2. Waralaba atau franchise*, yaitu jaringan bisnis sejenis. Ada jaringan restoran, jaringan toko pengecer dsb. Sistemnya diperoleh dg cara membeli kepada pihak yg membuat sistem. Tentu butuh modal besar dan resikonya juga sesuai dg modal. Untuk memiliki sebuah gerai waralaba tidak perlu keahlian. Yg penting punya uang.

*3. Networking atau Personal Franchise* yaitu jaringan konsumen atau jaringan pebisnis perorangan. Sistemnya diberikan secara gratis oleh perusahaan mitra dan kita tinggal memakainya. Tidak membutuhkan modal besar atau keahlian krn ada bimbingan. Bisa dikerjakan paroh waktu sehingga selama kita membangun bisnis/ aset, tidak ada perubahan penghasilan.

Robert T Kiyosaki dalam buku yg saya baca tahun 2000 mengatakan _: “Bagi Anda yg tidak memiliki modal, tidak berani mengambil resiko, tidak memiliki keahlian dan sangat sibuk, satu satunya cara menjadi Business Owner adalah dengan menjalankan bisnis Networking”._

Tetapi saat itu saya belum memiliki mentor dan belum mampu mengalahkan ego saya sendiri.

*

*KORPORASI DAN KONGLOMERASI :*

Korporasi adalah bisnis besar, sedang konglomerasi adalah jaringan bisnis bisnis besar. Dahuku, yang disebut bisnis bersistem itu ya cuma bisnis besar ini. Biasanya dimulai dengan seorang muda yg berambisi dan membangun sebuah bisnis. Kemudian dia jatuh bangun membangun sistem di bisnis itu sehingga bisnisnya bisa autopilot alias jalan sendiri tanpa campur tangan Anda. Jika Anda masih cukup muda dan memiliki keahlian bisnis, saya anjurkan utk membangun korporasi. Mula mula Anda membangun bisnis, kemudian membangun jaringan dan sistem sambil tetap hidup sederhana (menunda kenyamanan). Jika sistem Anda sdh jadi, maka Anda tinggal membangun bisnis yg lain dan begitu seterusnya sehingga memiliki banyak bisnis. Dibutuhkan waktu 20-30 tahun utk membangun sistem, dan perlu bangkrut 2-3 kali (menurut ayah kayanya Robert T Kiyosaki)

Pilihan lain seperti yang dilakukan pak Rennier Latif, mantan pemilik Lapindo Brantas sebelum dijual ke grup Bakri. Beliau membangun bisnis, kemudian belajar membangun jaringan dan sistem di sebuah bisnis networking. Sambil membangun bisnis networkingnya, beliau menerapkan keahliannya itu ke bisnis konvensionalnya dan sekarang sudah memiliki lebih dari 50 bisnis. Beliau menjadi Trained Entrepreneur atau entrepreneur terlatih.

*

*WARALABA :*

Waralaba adalah sebuah sistem bisnis, dimana ada seseorang yg membangun sebuah bisnis. Kemudian dia membangun sistemnya sehingga siapapun yg mengerjakan bisnis itu ditempat lain, akan tetap jalan dengan baik. Kalau Anda datang ke MC Donald atau toko Indomaret, maka Anda akan menjumpai anak anak muda yg bukan ahli manajemen. Tetapi mereka bisa menjalankan restoran atau toko nyaris tanpa seorang pengawas yg memelototi kerja mereka. Sistem sudah membuat mereka bekerja seperti mesin demi kepentingan pembuat sistem. Siapapun yg memiliki uang bisa membeli franchise atau hak berbisnisnya. Modal atau biaya pembangunan bisnis ditanggung yg meminta waralaba. Perusahaan induk hanya menyediakan sistem.

Bisnis ini berawal dari Mc Donald yg dikembangkan oleh Ray Kroc. Kemudian bermunculan bisnis waralaba. Kondisi ini tidak disukai oleh para pebisnis besar yg merasa bahwa tidak seharusnya sebuah sistem itu bisa diperjual belikan. Akibatnya, seseorang tanpa pengalaman bisnis, tiba tiba bisa memiliki sebuah usaha besar. Seharusnya sistem itu dibangun dan dinikmati ileh yg membangun.

Sempat ada tuntutan ke Konggres Amerika agar sistem waralaba dilarang karena dianggap tidak adil pada mereka yg berjuang jatuh bangun membangun bisnisnya. Tidak sesuai dengan semangat Amerika. Konggrea mengambil suara dan yg setuju waralaba menang dengan angka tipis. Bayangkan jika sistem waralaba ini dilarang krn sekarang apapun di waralabakan.

Jika anda memiliki uang, maka sebaiknya Anda membeli sebuah gerai waralaba. Apa yg diperoleh tergantung jumlah uang yg Anda miliki. Jika memiliki mini market, dengan modal 1- 2 milyar akan mendapat penghasilan antara 8 -10 juta (data bbrp tahun lalu). Anda tidak membutuhkan keahlian apa apa krn semua sdh ada sistemnya. Sayangnya di Indonesia banyak waralaba lokal yg sistemnya belum terbukti kuat (bisnisnya berdiri lebih dari 5 tahun dan punya cabang yg dibiayai pemilik), sudah di waralabakan. Sehingga tidak sedikit waralaba yg bangkrut.

*

*NETWORKING*

Networking adalah jaringan konsumen. Jika selama ini kita membeli produk di supermarket, maka pelaku networking akan membeli produk di tokonya mitra. Kemudian dia mengajak orang lain untuk juga membeli produk di toko mitra itu. Dia mendapat bonus sekitar 10% dari jumlah omset yg dihasilkan oleh grup yg dibangun sesuai sistem. Selama orang itu belanja maka dia akan terus mendapat bonus itu. Kemudian orang yg puas dengan produknya itu juga akan mengajak orang lain. Begitu seterusnya bisnis berkembang dari mulut ke mulut. Di Amerika Serikat, 20% dari milyardernya berasal dari bisnis networking ini.

Yang menarik dari bisnis networking adalah terbuka untuk semua orang tanpa kecuali. Asal orang itu mau belajar utk bisa menerapkan sistemnya. Maka sistem itu yg nantinya akan bekerja melindungi aset anda. Karena semua orang bisa masuk dengan mudah tanpa syarat apapun, maka jauh lebih banyak yg kemudian tidak mengerjakan dibanding mereka yg mengerjakan.

Bisnis Networking ini akan saya ulas lebih banyak, karena bisnis ini merupakan *satu satunya kesempatan bagi orang seperti saya dulu* (tidak punya keahlian bisnis, tidak punya modal dan usia sudah pertengahan dg tanggungan banyak sehingga tidak berani ambil resiko bangkrut).

Kabar buruknya, Anda hanya bisa bergabung dg sebuah bisnis networking jika ada orang yg mengajak Anda. Akibat perjalanan dari mulut ke mulut itulah, bisnis networking menjadi sosok yg menakutkan bagi sebagian besar orang, karena kita lebih banyak mendengar informasinya dari ORANG YG GAGAL.

Bisnis networking selalu berhubungan dengan sebuah produk. Jika tidak ada produk, hanya memainkan uang dalam sebuah siatem tertentu, maka itu disebut permainan uang atau money game. Di banyak negara, money game dinyatakan illegal.

*

*STATISTIK*

BKPM nya Amerika mengeluarkan sebuah statistik yg menarik. Dari 100 bisnis yg didirikan,
hanya 1 yg masih tersisa setelah 10 tahun. Pemilik bisnis yg tersisa itu biasanya sdh mengalami kebangkrutan sebelumnya. Artinya kalau Anda orang yg baru pertama kali membuka bisnis, hampir 100% bangkrut.

Di bisnis networking, dikatakan *100% predictable* atau 100% bisa diprediksi. Jika kita serius mengerjakan dan mengikuti sistemnya maka akan berhasil. Jika tidak mengikuti sistemnya maka akan gagal. Jika tidak serius ya pasti akan gagal. Bisnis networking di desain sebagai *bisnis part time*. Tetapi bukan berarti boleh dikerjakan hanya jika sempat. Kita perlu menyediakan waktu dan perhatian penuh kepada bisnis ini. Banyak bisnis networking bagus yg bisa mengubah kehidupan seseorang, termasuk saya. Disamping tentu lebih banyak lagi bisnis networking yang tidak bagus dan berbau money game.

*

*BELAJAR DI KUADRAN B*

Kuadran B adalah kuadran yg memberi tantangan paling besar kepada seseorang. Mengapa banyak orang ke kuadran E dan S karena kuadran ini tidak terlalu banyak menuntut dibanding kuadran B.

Di kuadran B, Anda berhubungan dengan 2 kata yaitu *JARINGAN* dan *SISTEM*. Keduanya menyangkut orang lain di luar Anda. Sehingga bagi Anda yg ingin ke kuadran B, Anda harus memiliki kepemimpinan dan people skill yang tinggi. Itulah kualitas yg jarang dimiliki orang sehingga sangat jarang orang berhasil ke kuadran B.

Robert T Kiyosaki dan Donald Trump mengatakan, bagi Anda yang sekarang di E dan S, bergabung dengan sebuah bisnis networking yg baik merupakan tempat paling tepat untuk mendidik diri kita ke kuadran B. Disana Anda akan disediakan mentor yang melatih Anda dan menjaga Anda secara mental dan emosi untuk bisa menyeberang ke kuadran kanan. Tanpa bantuan mentor, nyaris mustahil Anda bisa menyeberang ke kuadran kanan yg segala sesuatunya berbeda dg tempat Anda selama ini yaitu di kuadran kiri.

*

*3 MACAM ENTREPRENEUR*

Di dunia ini ada 3 macam entrepreneur :

*1. Born Entrepreneur,* yaitu entrepeneur yg memang sejak awal memiliki bakat atau mereka yg dilahirkan di lingkungan entrepreneur. Biasanya mereka sdh memutuskan sejak awal untuk menjadi entrepreneur.

*2. Accidental Entrepreneur*. Sebagian besar entrepreneur termasuk golongan ini. Yaitu mereka yg menjadi entrepreneur karena terpaksa. Misalnya tidak diterima bekerja di mana mana atau kena PHK. Biasanya mereka tidak begitu menginginkan anaknya menjadi entrepreneur. Sehingga tidak ada pola pelatihan yg intensif sejak si anak kecil. Akibatnya, dari generasi ke generasi biasanya tidak ada peningkatan kualitas entrepreneurship mereka.

*3. Trained Entrepreneur*, adalah entrepreneur yg dilatih. Latihannya tentu bukan di sekolah bisnis karena di sekolah bisnis kita dilatih menjadi pegawai. Pelatihan yg paling tepat menurut Robert T Kiyosaki adalah di sebuah bisnis Networking yang baik. Anda bisa membaca buku BUSINESS SCHOOL dari Robert T Kiyosaki.

*

*Networking, MLM dan Money Game :*

Banyak orang yg bingung dan menganggap sama saja ke tiga macam bisnis ini. Sesuai dengan program bawah sadarnya (pola pikir miskin), biasanya orang biasa tidak suka dengan networking dan MLM tetapi justru senang dengan money game. Karena money game sebagai bisnis tipu tipu yg dibungkus dg janji keuntungan tinggi. Pikiran sadar yg butuh uang sangat menyukai ide mendapat keuntungan. Dibalik itu, krn ini memang didesain utk menguntungkan mereka yg lebih dahulu bergabung dan merugikan yg bergabung akhir, maka bawah sadar suka dg sesuatu yg bisa menghabiskan uang kita. Jika uangnya habis, maka kita akan bertambah keras bekerja dan itulah tujuan dasar pikiran bawah sadar seperti yg sy sampaikan di depan. Karena ke dua pikiran bisa sinkron, maka kita bisa sangat tertarik dan dengan mudah akan tertipu. Banyak orang yg bisa sampai kehilangan rumah karena money game ini.

Sebenarnya kalau pikiran kita jernih dan sedikit punya ilmunya, sangat gampang menandai ini bisnis money game. Yaitu uang atau bonus yg Anda peroleh berasal dari uang masuk atau pembelian paket atau apa namanya dari orang yg masuk belakangan. Karena dasar dari money game adalah SKEMA PONZI atau skema piramida. Charles Ponzi adalah nama penipu tahun 1920 an. Biasanya bentuk grupnya seperti piramida sama sisi. Setelah anda mendaftar, anda diminta atau dirangsang untuk menambah investasi lagi beberapa paket. Itulah ciri money game.
Bungkusnya bisa macam macam, ada yg tanpa produk, ada yg produk sembako, koin emas, bahkan ada yg bungkusnya umrah murah seperti yg sering bermasalah itu.

Kalau Networking dan MLM itu merupakan pengembangan dalam sebuah siatem PROSUMEN atau pemasaran yg langsubg dari Produsen ke Konsumen. Awalnya komsep ini dimulai dengan Direct Selling. Dimana seaeorang membali langsubg ke produsen dan menjualnya ke konsumen. Keuntungannya cukup besar yi 60% dari harga konsumen. Itu adalah keuntungan yg tadinya untuk grosir, retail dan iklan. Kemudian muncul pengembangan utk bekerjasama beberapa orang utk menjual produk. Terciptalah MLM atau Multi Level Marketing. Untuk menjamin anggota tetap berjualan, dibuatlah syarat TUTUP POINT, jika dia tidak membeli sejumlah tertentu produk maka bonusnya tidak bisa cair.

Ternyata banyak orang yg tidak suka jualan, maka perusahaan pioner merubah diri menjadi Networking atau JARINGAN KONSUMEN dg memperbanyak produk yg dipasarkan. Dengan banyaknya produk, orang tidak perlu menjual, cukup dg membeli untuk kebutuhan sendiri. Mereka membuat batasan sendiri perlu belanja berapa per bulan, karena jumlah itu akan ditiru oleh grupnya. Para pelaku bisnis yg pintar akan berusaha belanja sebanyak dia bisa supaya ditiru oleh grupnya. Dengan begitu, tanpa perlu grup yg besar, omset yg besar sdh bisa dicapai.

Di Networking maupun MLM, jika tidak ada orang baru masuk, selama ada yg beli produk di grup, bonus tetap di dapat. Kalau di sistem piramida atau moneygame, jika tidak ada satupun pendaftar baru dalam satu periode, maka tidak ada uang yg akan bisa dibayarkan. Mereka yg “belum mendapat giliran” atau yg baru masuk ya akan kehilangan seluruh uangnya.

*

*NILAI DARI SEBUAH BISNIS.*

Setiap bisnis selalu terdiri dari 4 unsur, yaitu Prasarana, Produk, Manajemen dan Konsumen. Dari ke empatnya, apa yang paling bernilai dari sebuah bisnis ? Apakah prasarananya seperti gedung, kendaraan ?
Atau produknya ?
Manajemennya ?
Atau Konsumennya ?

Sebuah bank besar yg memiliki 20 juta nasabah, jika iuran dinaikkan 5 ribu per bulan akan ada pemasukan tambahan 100 milyar per bulan. Provider HP yang memiliki 100 juta pengguna, jika masing masing beli pulsa 10 ribu sebulan, penghasilannya sudah 1 trilyun rupiah. Sebaliknya, sebuah toko atau mall yang megah dan menjual barang barang bagus, tanpa konsumen tidak banyak berarti.

Dari ke 4 komponen bisnis diatas, yg paling penting tentu KONSUMEN nya. Karena uang datangnya dari konsumen.

Jadi, di bisnis apapun, siapa pihak yg memegang konsumennya, dialah pemilik bisnis yg sebenarnya. Traveloka, Gojek, Uber adalah nama nama bisnis yg berbasis pada konsumen. Mereka tidak memiliki prasarana bisnis maupun produk dan jasanya. Tetapi memiliki konsumennya. Merekalah pemilik bisnis yg sebenarnya.

*

*BISNIS TERBESAR DI DUNIA :*

*Distribusi produk dari pabrik ke konsumen merupakan bisnis yg terbesar di didunia*. Lebih kurang 60% uang yg kita bayarkan setiap membeli produk apa saja, mulai tusuk gigi sampai mobil, digunakan utk membayar keuntungan grosir, retail dan juga iklan. Pabrik hanya mendapat bagian 40%. Grosir, retail dan iklan inilah pangsa bisnis yg terbesar di dunia, menyedot 60% dari uang yg kita bayarkan.

Ada 3 cara kita berbisnis disini :

*1. Grosir dan retail konvensional* seperti toko. Disini kita sendiri yg melakukan semuanya, mylai membangun toko, mengisi toko, mengelola toko dan mencari konsumennya. Keuntungan bersih yg diperoleh sekitar 5-10% omset. Dibutuhkan modal besar dan resiko yg tinggi. Jaman dulu hanya cara ini yg dikenal jika kita ingin punya toko.

*2. Toko waralaba* seperti Indomaret, Alfamart dsb. Jika ingin memiliki sebuah toko waralaba, setelah disetujui, kita yg membangun toko dan mengisi toko. Tentu butuh modal besar. Mitra kemudian yg mengelola, termasuk mencari konsumen dg beriklan dsb. Keuntungan utk pemilik toko berkisar 2.5 – 3% dari omset. Keyntungan terbeaar utk mitra karena mereka yg memegang konaumennya. Sebagai contoh, jika Anda memutuskan kemitraan dg minimarket itu kemudian memasang merk sendiri, pengunjungnya tidak akan seramai dulu.

*3. Networking atau Personal Franchise*. Semua dilakukan oleh perusahaan mitra Anda, mulai membangun toko, mengisi toko dan mengelola toko. Kita nyaris tidak mengeluarkan modal apa apa. Tugas pelaku bisnis networking adalah *mendatangkan konsumen*. Kita akan mendapat bonus antara 3 – 21% tergantung omset. Rata rata 10%.

*

*MENGAPA KITA TIDAK SUKA NETWORKING / MLM ?*

Networking dan MLM adalah pencipta 20% milyarder di Amerika (Forbes 2010). Biasanya kejadian di Amerika ini juga mewakili dunia. Tetapi mengapa kebanyakan dari kita tidak menyukai dan cenderung sinis ? Karena *ulah dari program miskin di pikiran kita*. Program pikiran sebagian besar orang termasuk saya dulu adalah life map miskin dan program bekerja keras. Atau kita sebut kuadran kiri. Kita lahir, besar, belajar dan bekerja di kuadran kiri seumur hidup kita. Kuadran kanan adalah dunia yg masih belum jelas ada dan tidaknya. Kita umumnya takut menghadapi sesuatu yang masih belum jelas atau belum dikenal. Apapun tentang kuadran kanan terasa tidak masuk akal sehingga menakutkan.

Networking dan MLM adalah bisnis kuadran kanan yang benar benar bisa membuat seseorang kaya serta pensiun dini. Sudah tentu ini sangat bertentangan dg program dasar di pikiran bawah sadar kita. Yg menginginkan kita tetap tidak memiliki cukup uang dan harus bekerja keras.

Beda dg money game yg dipermukaan menguntungkan tetapi sebenarnya merugikan. Karena itu orang berbondong bondong ikut money game. Pikiran sadar yg lapar uang tertarik dg janji janji manis berpenghasilan besar, sedang
pikiran bawah sadarnya yg ingin kita terus bekerja, sangat tertarik dg resiko bangkrut yg membuat boss nya (kita) harus bekerja lebih keras. Karena adanya sinkronisasi antara pikiran sadar dan bawah sadar (meski tujuannya berlawanan) maka money game dg segala bungkusnya sangat menarik hati kita. Mulai program umrah murah sampai sembako dan soft ware tertentu. Yg masuk dahulu akan mendapat uang terlebih dahulu. Yg masuk belakangan ya dapat giliran belakangan kecuali beli paket banyak. Itulah yg terjadi disekitar kita.

Secara bawah sadar kita tertarik di bisnis kuadran kiri. Apakah itu konvensional atau bisnis jaringan. Bisnis kuadran kiri diyandai dengan cepat mendapat uang. Begitu kita mengerjakan sesuatu, akan langsung menghasilkan uang. Kita sedang membangun bisnisnya orang lain.

*

*PILIHAN ANDA TERGANTUNG APA YG ANDA MILIKI.*

Bagaimana cara Anda menghabiskan kehidupan ini ? Apakah ingin bekerja sementara dg membangun aset ? Atau ingin bekerja mencari uang seumur hidup ? Itu adalah hak kita untuk memilih cara menjalani hidup.

Jika memilih membangun aset, tidak mungkin kita tetap di kuadran kiri yaitu kuadran pegawai, profesional dan pengusaha kecil. Disini kita menukarkan waktu kita dengan uang, sehingga tidak mungkin mencapai kondisi bebas uang dan bebas waktu atau kebebasan keuangan.

Kalau ingin membangun aset dan kemudian mendapat pengbasilan pasif selamanya, kita perlu pindah ke kuadran kanan atau MERANGKAP DULU di kuadran kanan.

Di kuadran kanan ada 4 macam, yaitu 3 macam di Kuadran Business Owner dan Investor. Apa yg kita ingin lakukan ya tergantung diri kita.

1. Jika masih muda, lakukan investasi dari hasil kerja Anda. Butuh sekitar 30 – 40 tahun untuk memberi hasil, tergantung berapa persen penghasilan yg Anda sisihkan.

2. Jika anda masih cukup muda dan memiliki keahlian bisnis, silahkan membangun korporasi atau konglomerasi. Statistik kurang dari 1% yg berhasil, dan harus berani 2-3x mengalami bangkrut. Barulah Anda bisa membangun sebuah korporasi.

3. Jika Anda tiba tiba punya uang, belilah bisnis waralaba. Harga tergantung jenisnya.

4. Jika Anda tidak terlalu muda, atau muda tetapi ingin segera bebas finansial, dan tidak memiliki keahlian bisnis, maka bisnis Networking yg tepat utk Anda lakukan. Syaratnya mau berubah.

5. Jika Anda tidak mau berubah, maka lanjutkan apa yg sudah Anda lakukan sekarang. Ingat bahwa di bisnis konvensional, apapun kiat baru yg menurut anda kebih canggih, itu sebenarnya sudah dilakukan orang sebelumnya.

Di setiap sektor kecuali yg nomor 5, Anda membutuhkan mentor yg bergerak di bidang itu dan secara teknis membimbing Anda.

Tanpa bantuan atau bimbingan dari orang kuadran kanan, Anda nyaris tidak akan bisa menyeberang ke kuadran kanan. Daerah itu sama sekali tidak pernah Anda kenal. Nilai nilai yang dianut juga sangat berbeda dg nilai nilai Anda. Bagaimana bisa Anda menuju daerah yg tidak Anda kenal tanpa seseorang membimbing Anda ? Baik di dunia Investasi, Bisnis besar, Waralaba mauoun Networking. Semua butuh mentor 🙏

*

*MEMILIH KERJA SAMA BISNIS BERSISTEM.*

Jika kita ingin membangun bisnis kuadran kanan atau investasi, perlu diingat bahwa kita tidak sedang mencari uang besar sekarang. Kita sedang membangun aset yg bisa terus mengucurkan penghasilan saat kita sdh memutuskan istirahat. Karena itu kita perlu memilih dengan siapa kita akan bermitra. Ini lah point point yg dikatakan Robert T Kiyosaki dan Moh Basith jika ingin bekerja sama dg sebuah perusahaan :

1. Legal, tercatat di APLI atau di OJK.

2. Usia lebih dari 10 tahun. Karena itu masa krisis pertama. Semakin tua tentu semakin bagus. Kalau money game jarang yg bisa melewati 5 tahun. Seringkali 2 tahun sudah banyak yg protes. Kecuali kalau penyelenggara pandai membungkus dengan isu isu keagamaan seperti umrah murah, diberi label sedekah dsb.

3. Ada produk yg berkualitas, sehingga Anda tidak malu utk menawarkannya.

4. Ada rancangan pendidikan yg baik. Ingat bahwa kita sedang menyeberang kuadran, bukan sekedar ganti atau menambah pekerjaan. Jadi perlu ada pendidikan yg baik yang membantu kita secara mental melewati fase fase itu.

5. Ada contoh contoh orang yg berhasil. Kalau belum ada orang orang yg sudah pensiun dini disana, maka Anda sedang menjadi bahan trial.

***************

*REPROGRAMMING*

Berkumpul dg orang sukses maka Anda akan sukses. Jika kita berkumpul dg pandai besi maka kita akan kecipratan bara apinya. Tetapi jika kita berkumpul dg penjual minyak wangi, kita akan berbau wangi juga. Itulah yg dikatakan Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana jika kita ingin kaya ? Kitapun perlu berkumpul dg orang kaya. Dahulu kita perlu merantau utk bs berkumpul dg orang kaya. Itupun tdk banyak yg berhasil. Kebanyakan perantau berkumpul dg sesama perantau yg miskin dan tdk membawa perubahan apa apa. Hanya sebagian kecil yg berhasil masuk ke lingkungan orang kaya. Entah krn terkesan dg kerajinannya atau sedang cari mantu. Mereka inilah yg memiliki peluang untuk nantinya menjadi orang kaya. Datuk Tahir awalnya pemuda miskin, kemudian menarik hati konglomerat Mochtar Riadi dan diambil mantu. Meskipun tidak mendapat bantuan 1 sen pun dari mertuanya, Datuk Taher sekarang berhasil menjadi orang terkaya no 5 di Indonesia. Itu karena dia dikelilingi oleh orang orang kaya dan menyerap cara berpikir mereka.

Sekarang tidak perlu susah payah merantau atau hijrah 500 km seperti nabi dulu. Sekarang cukup hadir di seminar yg tepat, Anda akan mendapat banyak inspirasi, bisa menyerap cara orang kaya berpikir dan bisa menaikkan serta mempertahankan plafon rejeki tetap tinggi. Sesuatu yg paling penting dalam mendapatkan kehidupan yg kaya, yaitu pola pikir kaya !!

Aliansi Alibaba-Tokopedia

RENCANA ALIANSI ALIBABA – TOKOPEDIA DAN SENJAKALA MALL DI INDONESIA

{ Sebuah analisa panjang dan mendalam }

Informasi yuang disajikan media ternama Tech In Asia menyebut bahwa saat ini pihak Alibaba tengah berunding untuk mengucurkan dana investasi ke Tokopedia senilai Rp 6,5 triliun – sebuah jumlah investasi yang impresif.

Aliansi raksasa Alibaba dengan Tokopedia mungkin akan ikut menentukan masa depan wajah e-commerce di tanah air.

Apa implikasi dari aliansi itu terhadap lansekap bisnis retail di tanah air? Dan adakah itu juga sinyal bagi senjakala mal-mal offline di Indonesia?

Ada 3 catatan bisnis yang layak diulik dari rencana investasi masif Alibaba ke Tokopedia. Mari coba kita bedah satu demi satu.

Business Note # 1 : Winner Takes All Principle
Dalam industri e-commerce itu berlaku semacam prinsip Winner Takes All.

Untuk meraih profit dan pertumbuhan eksponensial, pemenang pasar harus menguasai seluruh konsumen. Runner up dipaksa untuk jauh tertinggal dalam debu kekalahan.

Contoh ekstrem winner takes all adalah Amazon di Amerika dan Alibaba di China. Mereka adalah pemenang tunggal; dan sebagai winner, mereka takes all consumers. Akibatnya : Amazon dan Alibaba menjadi raksasa yang makin besar. The giants keep getting bigger.

(Dalam dunia medsos, prinsip winner takes all berlaku pada kemenangan fenomenal Facebook yang takes billion users around the world. Google Plus+ dilibas dalam luka bisnis yang amat menyakitkan).

Nah di arena e-commerce di Indonesia, belum ada winner that takes all markets.

Kompetisinya masih sangat ketat karena ada Lazada, Bukalapak, Elevania, Blibli dan Shopee – pemain baru yang mendadak naik daun. Juga ada MatahariMall.com (Lippo) yang sekarang entah arahnya mau kemana.

Tapi untuk menjadi winner takes all, butuh dana triliunan dan dukungan mitra strategis yang amat kuat.

Dana triliunan dibutuhkan untuk “membeli pertumbuhan pasar masa depan”. Harapannya, kelak bisa jadi pemenang tunggal, sehingga investasi triliunan itu menjadi worth it.

Nah, rencana investasi masif Alibaba ke Tokopedia ini mungkin sebuah jalan agar mereka menjadi Winners that Will Take All Customers.

Alibaba sendiri merupakan pemilik mayoritas saham Lazada Indonesia. Jika benar investasi itu terjadi, maka aliansi strategis dahsyat antara Lazada Indonesia dan Tokopedia akan terwujud.

Kerjasama cross promotion dan cross selling antara Lazada dan Tokopedia akan sangat bagus bagi pertumbuhan bisnis mereka.

Aliansi Alibaba – Lazada – Tokopedia bisa membuat trio ini benar-benar menjadi winners take all yang akan menguasai pasar e-commerce Indonesia.

Bukalapak, Elevania, Shopee dan juga BliBli amat layak kuatir dengan manuver bisnis dari deal Alibaba – Tokopedia ini. Mereka harus segera melakukan antisipasi agar tak terjatuh dalam jalan kebangkrutan yang penuh duka.

Business Note # 2 : Senjakala Mall di Indonesia?
Ditengah gemuruh ledakan pertumbuhan bisnis e-commerce, diberitakan banyak pasar offline dan mall offline yang makin sepi pembeli.

Fyi, tahun ini ratusan mall di Amerika bangkrut dan tutup karena digilas oleh Amazon (pemain ecommerce terbesar di Amerika dan dunia). Kisah semacam ini mungkin kelak akan terjadi di tanah air.

Faktanya, memang makin banyak toko offline yang penjualannya menurun – terutama yang jualannya clothing, fashion, gadget dan asesorinya.

Penjualan gerai Ramayana dan Matahari pada lebaran tahun ini misalnya, lebih rendah dibanding lebaran tahun lalu.

Penyebabnya sederhana : makin banyak orang yang belanja online pada ribuan toko yang ada di Tokopedia, Bukalapak atau Instagram.

Make no mistake. Mall akan tetap ramai namun mungkin hanya food court-nya. Orang ke mall hanya untuk makan.

Sementara banyak gerai di mall seperti gerai fashion, arloji, kosmetik dan gadget yang makin sepi pembeli. Sebab ratusan ribu pembelinya sudah migrasi ke dunia maya.

Ke depan fenomena migrasi jutaan pembeli ke dunia maya itu akan makin banyak. Dan ini bisa membuat mal-mal di Indonesia menemui senjakala kesepian yang memilukan.

Data menunjukkan data total penjualan retail di Indonesia adalah Rp 4500 triliun.

Sementara total penjualan retail dari online tahun lalu diperkirakan masih hanya sekitar Rp 65 triliun saja.

Artinya belum ada 2%-nya. Sementara di China angkanya sudah tembus 20% dari total perdagangan.

Apa artinya? Maknanya potensi pertumbuhan online retail sales akan makin menanjak. Masih ada ruang yang amat masif untuk tumbuh.

Kalau saja porsi penjualan online naik jadi 20% (10 kali lebih dari porsi saat ini), maka masih ada kue ratusan triliunan yang layak dikejar.

Nah, kalau porsi penjualan online naik jadi 20% saja, maka masa depan pasar-pasar offline dan mal di tanah air bisa makin muram.

Pasar dan gerai offline akan makin banyak yang bertumbangan. Namun di sisi lain, tumbuh ribuan gerai baru di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee.

Patah tumbuh, hilang berganti. Esa hilang, dua terbilang.

Business Note # 3 : Tumbuhnya Ribuan Onlinepreneur Baru
Melesatnya marketplace seperti Tokopedia dan Lazada, dan juga Instagram Olshop, tak pelak telah melahirkan ribuan onlinepreneur baru yang mampu meraih profit masif.

Nilai transaksi di Tokopedia sendiri mencapai angka Rp 1 triliun per bulan atau Rp 33 milyar per hari (!).

Namun angka itupun tetap akan tumbuh terus. Seperti saya tulis diatas, potensi pertumbuhan penjualan online masih bisa naik hingga 10 kali (dari porsi 2% menjadi 20%).

Artinya penjualan harian di Tokopedia kelak akan bisa mencapi Rp 330 milyar per hari. Tinggal tunggu waktu saja. Niscaya akan terjadi.

Apa makna dari angka-angka penjualan yang amazing itu? Simpel : peluang bisnis online masih amat terbuka lebar.

(Database Supplier Terlengkap untuk bekal jualan online bisa Anda download di : http://strategimanajemen.net/2017/05/07/database-supplier-terlengkap-dan-termurah-di-indonesia-2/ )

Kini mungkin saatnya untuk juga ikut aktif menjemput peluang online business yang masif itu. Dan bukan hanya sekedar menjadi penonton yang pasif. Siapa tahu, profit puluhan juta bisa diraih.

Apakah Anda sudah SIAP dengan ledakan bisnis online dan Tokopedia EXPLOSION?

Segera siapkan strategi dan action nyata. Jangan hanya bengong. Saat omzet Tokopedia mencapai Rp 300 Milyar PER HARI, Anda sudah harus siap.

Jangan biarkan diri kita tertinggal dalam debu kekalahan yg menyakitkan.

Jangan biarkan bisnis kita stagnan saat orang lain sibuk berpesta menyambut karnaval booming bisnis online.

*

Yg tumbuhnya membesar dg massive itu adalah SARANA PENJUALANNYA (Amazon, Alibaba, Tokopedia dll). atau kalau secara offline begitu diumpamakan mall nya. Sedang gerainya akan tumbuh dalam bentuk jumlahnya. Sedang omsetnya akan terus bersaing satu sama lain. Itulah beda antara bisnis kuadran kanan (wadahnya) dan kuadran kiri (gerainya). Wadahnya itu (Amazon, Alibaba cs) menganut prinsip prinsip kuadran kanan yaitu ada fase menanam dan ada fase panen. Selama 3 tahun Alibaba tidak mendapat uang sama sekali (bukan tidak mendapat untung lho, tetapi tidak mendapat pemasukan), karena sedang menanam. Mereka melayani penjual penjual kecil di seluruh cina tanpa menarik biaya sepeserpun, seperti yg dilakukan tokopedia, bukalapak, oxl dsb. Mereka melayani terus, termasuk google dg mesin pencarinya. Mereka memberi … memberi … memberi … dan memberi lagi. Setelah jaringan terbentuk dan besar, barulah mereka bisa mulai menerima, menerima dan menerima semakin besar dari iklan dan bisnis lainnya.

Sebaliknya dengan para pemilik gerai itu atau pelapaknya. Mereka sejak awal sudah menerima fasilitas, menerima dan menerima. Mereka menjual barang dan langsung mendapat uangnya seperti penjual offline biasa. Apalagi kalau kemudian uangnya langsung dinikmati. Tidak akan bisa membesar.

Di dunia bisnis konvensional juga begitu, mereka membangun pabrik, menggaji karyawan mulai direktur sampai office boy, itu masih fase memberi dan memberi. Nanti seandainya sudah menghasilkan, akan diputar lagi untuk membesarkan perusahaan. Itulah dunia kuadran kanan, pemilik bisnis harus mau memberi memberi dan memberi dulu, barulah kemudian menerima, menerima dan menerima. Hukum Alam Memberi dan Menerima menjamin proses itu. Keuntungan lagi dari proses bisnis dan investasi di kuadran kanan, pemilik merasakan juga dampak dari Hukum Pertumbuhan yang berbunyi bahwa apapun yg kita tanam, alam akan menumbuhkannya. Termasuk uang dan waktu kita. Apakah waktu kita ditanam atau dijual ? Kita perlu memilih.

Penerapan kecerdasan financial

*PENERAPAN KECERDASAN FINANSIAL.*

Kecerdasan finansial itu hanyalah pengetahuan. Tanpa diterapkan, pengetahuan tidak memiliki banyak arti. Ada 3 langkah dalam menerapkan kecerdasan finansial :

*1. Hilangkan kredit konsumtif.* Jika sekarang memiliki barang dg kredit dan dibayar dengan hasil kerja Anda, maka keuangan Anda sulit meningkat. Anda harus berani menjual rumah kreditan atau mobil kreditan Anda dan menggantinya dg yg lebih kecil tetapi cash dan tidak memberatkan cashflow Anda.

*2. Pertahankan tingkat kehidupan Anda.* Ini adalah kondisi yg perlu dilakukan jika ingin memiliki kehidupan yg nyaman di kemudian hari. Yaitu menunda kenyamanan, dimana meskipun Anda memiliki uangnya tetapi tidak digunakan utk membeli arang konsumtif.

*3. Dapatkan penghasilan pasif.* Hanya ada 4 cara untuk mendapatkan penghasilan pasif, yaitu membangun bisnis besar, membeli bisnis waralaba, membangun bisnis networking dan berinvestasi.

Ketiga langkah diatas sangat emosional dan sukar dilakukan sendiri karena ke tiganya berlawanan dengan pendidikan yg kita terima sejak kecil.

Saya sudah tahu kecerdasan finansial ini dari buku Robert T Kiyosaki pada tahun 2000, tetapi baru bisa melakukan awal tahun 2004 ketika ada mentor. Dengan dibimbing mentor mentor seperti pak Ojat, bu Elly, pak Aldi dan pak Agustinus, saya bisa selamat melampaui semua itu. Dengan penghasilan pasif yg saya dapat dari bisnis yg saya bangun tahun 2004 & 2005, alhamdulillah saya bisa bebas dari kewajiban bekerja mencari nafkah.

Tanpa bimbingan mentor, kita pasti putus di jalan karena begitu kuat program bawah sadar kita yg lama.

*

*PENGHASILAN PASIF BISA DIWARISKAN.*

Di kuadran kiri, kuadran pegawai, profesional dan pengusaha kecil, apa yg kita hasilkan hanya berhenti di kita. Ketika kita berhenti (pensiun, meninggal, PHK), maka apapun yg sdh kita bangun selama ini (karir, relasi, suplier, bisnis) akan berhenti di kita. Anak anak kita memulai sendiri dari awal dan tidak bisa meneruskan pencapaian kita. Akibatnya, perjuangan berhenti hanya sampai umur kita dan sulit untuk mencapai puncak kehidupan.

Di kuadran kanan (kuadran Business Owner dan Investor), apapun pencapaian kita akan bisa diteruskan oleh anak anak kita. Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa mereka yg sdh ada di kuadran kanan enggan kembali ke kuadran kiri. Ternyata itu benar, selama 25 tahun saya berada di kuadran kiri sebagai dokter. Sekarang sy di kuadran kanan dan tidak mau ke kiri. Bahkan saya tidak ingin anak anak sy berada di kuadran kiri. Saya punya ilmu di kuadran kanan. Dimana kita bisa bekerja jauh lebih santai dg hasil yg jauh lebih besar. Bahkan dibanding dokter kandungan sekalipun.

Tetapi ada 1 hal yg paling saya senangi di kuadran kanan. Selain lebih santai, apapun yg saya kerjakan, hasilnya bisa diteruskan sampai ke anak dan cucu. Saat ini sdh banyak cucu yg menikmati hasil kerja kakeknya, baik di konglomerasi, waralaba maupun bisnis networking. Itu adalah 3 bisnis penghasil _passive income_. *Hanya lewat salah satu dari 3 macam bisnis itulah Anda bisa memiliki penghasilan pasif*, disamping Investasi.

Selamat malam, besok insyaallah sy lanjutkan dengan bab ke 3 dari seri Kebebasan Finansial, yaitu Membangun Jaringan dan Sistem Bisnis. 🙏